Telset.id ā Harga iPhone 18 Pro Max diprediksi menembus angka 11.000 yuan di China, atau setara dengan sekitar Rp 25 jutaan. Jika bocoran ini akurat, model Pro Max akan menjadi iPhone termahal yang pernah dirilis Apple, meninggalkan rekor harga pendahulunya.
Informasi ini pertama kali diungkap oleh tipster terkenal di platform media sosial China, Weibo, dengan nama panggilan Smart Pikachu. Ia menyebutkan bahwa iPhone 18 Pro Max akan dibanderol mulai 11.000 yuan. Konversi langsung dari angka tersebut menunjukkan harga sekitar $1.625.
Angka tersebut merupakan lonjakan signifikan dibandingkan iPhone 17 Pro Max yang dirilis dengan harga $1.199 di Amerika Serikat. Artinya, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam sekitar $400 lebih mahal untuk mendapatkan model Pro Max terbaru.
Harga setinggi itu, menurut Smart Pikachu, adalah nominal yang biasa dilihat masyarakat China untuk membeli ponsel lipat (foldable), bukan untuk ponsel model candy bar seperti iPhone 18 Pro Max. Jika bocoran ini terbukti benar, iPhone 18 Pro Max akan menjadi ponsel non-lipat termahal dalam sejarah Apple.
Kenaikan harga ini tidak lepas dari beberapa faktor utama. Yang pertama adalah biaya produksi chip A20 Pro generasi terbaru yang akan menggunakan proses fabrikasi 2nm milik TSMC. Teknologi 2nm ini dikenal jauh lebih mahal dibandingkan proses 3nm yang digunakan saat ini.
Laporan industri menyebutkan bahwa satu wafer 2nm diperkirakan berharga sekitar $30.000, atau 50% hingga 66% lebih mahal dari wafer 3nm. Akibatnya, biaya produksi chip flagship generasi pertama dengan teknologi 2nm diperkirakan akan lebih dari 20% lebih tinggi dibandingkan pendahulunya.
Apple dikabarkan akan menggunakan sebagian besar kapasitas produksi awal TSMC untuk chip A20. Jika biaya manufaktur yang lebih tinggi ini terwujud, hal itu akan berkontribusi langsung pada kenaikan harga jajaran iPhone 18.
Faktor kedua adalah kenaikan harga memori. Harga kontrak DRAM melonjak 90% hingga 95% pada kuartal pertama tahun ini, diikuti oleh kenaikan 58% hingga 63% pada kuartal kedua. Pada saat yang sama, harga spot DRAM dan NAND secara keseluruhan telah naik lebih dari 300%.
Dengan memori yang semakin mahal, komponen ini kini menyumbang lebih dari 20% dari total biaya material (bill of materials) sebuah smartphone, naik dari sebelumnya sekitar 10% hingga 15%. Kenaikan biaya komponen ini menjadi beban yang harus ditanggung oleh konsumen akhir.
Meski bocoran ini cukup mencengangkan, penting untuk menyikapinya dengan hati-hati. Mengambil klaim tipster begitu saja tidak disarankan. Memang benar bahwa harga komponen sedang meroket, tetapi kenaikan hingga $400 masih terasa terlalu spekulatif.
Bagi pengguna setia Apple, kabar ini tentu menjadi pertimbangan besar. Apakah mereka akan tetap membeli model Pro Max dengan harga selangit, beralih ke model standar, atau bahkan mempertimbangkan untuk beralih ke Android? Satu hal yang pasti, harga iPhone 18 Pro Max akan menjadi topik hangat hingga peluncuran resminya nanti.
Di sisi lain, Apple juga dikabarkan tengah mengembangkan iPhone lipat pertamanya yang dijuluki iPhone Ultra. Ponsel lipat tersebut diprediksi akan memiliki harga awal di atas $2.000, menjadikannya penerus mahkota iPhone termahal setelah iPhone 18 Pro Max.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai ekosistem Apple, Anda dapat membaca artikel tentang iOS 26.6 Siap Rilis yang membahas fitur Siri AI terbaru.
Baca Juga:
Dengan segala faktor yang ada, masa depan harga iPhone 18 Pro Max masih menjadi tanda tanya besar. Namun, satu hal yang jelas: penggemar Apple harus bersiap-siap untuk merogoh kocek lebih dalam jika ingin memiliki model paling premium di tahun 2026.
Bagi yang ingin menjaga privasi perangkat, tips privasi iPhone dari ChatGPT bisa menjadi panduan yang berguna.






Komentar
Belum ada komentar.