📑 Daftar Isi

Huawei Mate 90 Pro Max dengan modul kamera eksternal Ruiying Z10 bersensor 1 inci

Huawei Mate 90 Series Resmi Meluncur, Kamera Modular 1 Inci Jadi Andalan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️6 menit membaca
Bagikan:
  • Huawei Mate 90 Series meluncur di China dengan empat model: Mate 90, Mate 90 Pro, Mate 90 Pro Max, dan Mate 90 RS Ultimate Design
  • Kamera modular Ruiying Z10 bersensor 1 inci 50MP dijual terpisah CNY 5.999, hanya kompatibel dengan Pro Max Collector's Edition dan RS
  • Layar dual-layer LTPO OLED 6,9 inci dengan kecerahan puncak 12.000 nits dan chipset Kirin 9050 Pro
  • Baterai 6.800mAh dengan pengisian 100W kabel dan 50W nirkabel
  • Harga mulai CNY 6.000 untuk Mate 90 hingga CNY 18.999 untuk Mate 90 RS 2TB

Telset.id – Huawei resmi memperkenalkan jajaran flagship terbarunya, Huawei Mate 90 Series, di pasar China. Peluncuran ini menghadirkan lompatan besar pada sektor fotografi melalui dukungan modul kamera eksternal Ruiying Z10 yang memiliki sensor 1 inci sendiri, sebuah pendekatan yang belum pernah dilakukan pesaing di segmen smartphone flagship.

Langkah Huawei ini menempatkan Mate 90 Series sebagai salah satu peluncuran paling signifikan di akhir tahun 2026. Seri ini terdiri dari empat model, yaitu Huawei Mate 90, Mate 90 Pro, Mate 90 Pro Max, dan Mate 90 RS Ultimate Design. Keempatnya membawa teknologi yang dikembangkan langsung oleh Huawei, mulai dari chipset Kirin generasi baru hingga panel layar dual-layer dengan tingkat kecerahan ekstrem.

Perubahan paling mencolok ada pada sistem kamera. Huawei Mate 90 Pro Max dan Mate 90 RS Ultimate Design mendukung modul kamera eksternal Ruiying Z10 yang membawa sensor RYYB 50MP berukuran 1 inci. Sensor ini lebih besar dari sensor mana pun yang tertanam di dalam bodi ponsel itu sendiri, sehingga pemasangan modul tersebut secara efektif mengubah kapabilitas kamera secara menyeluruh.

Spesifikasi dan Harga Huawei Mate 90 Series

Huawei Mate 90 Pro Max mengusung layar 6,9 inci dual-layer LTPO OLED dengan refresh rate 120Hz dan puncak kecerahan mencapai 12.000 nits. Ponsel ini ditenagai chipset Kirin 9050 Pro dan menjalankan HarmonyOS 7, dengan opsi RAM 12GB dan 16GB serta penyimpanan hingga 1TB. Baterainya berkapasitas 6.800mAh dengan pengisian cepat 100W via kabel dan 50W nirkabel.

Untuk konfigurasi kamera internal, Mate 90 Pro Max membawa kamera utama 50MP dengan sensor RYYB 1/1.28 inci, OIS, dan aperture variabel f/1.4 hingga f/4.0. Terdapat pula kamera periskop telefoto 200MP dengan sensor RYYB 1/1.28 inci dan zoom optik 4x, kamera ultrawide 40MP, serta sensor warna generasi ketiga. Kamera depan beresolusi 13MP ultrawide ditambah sensor kedalaman 3D.

Harga Huawei Mate 90 Pro Max dimulai dari CNY 9.499 (sekitar USD 1.420) untuk varian 12GB/512GB, sedangkan varian 16GB/512GB dibanderol CNY 9.999 (sekitar USD 1.490). Versi Collector’s Edition yang mendukung modul kamera Ruiying Z10 dibanderol CNY 10.999 (sekitar USD 1.640) untuk 16GB/512GB dan CNY 12.999 (sekitar USD 1.940) untuk 16GB/1TB. Paket Collector’s Edition Pro Camera Kit lengkap dengan modul Z10 dan aksesori lainnya dijual CNY 19.499 (sekitar USD 2.910).

Modul Ruiying Z10 sendiri dijual terpisah dengan harga CNY 5.999 (sekitar USD 895), lebih mahal dari beberapa ponsel flagship. Modul ini menawarkan rentang fokus 24-240mm dengan aperture f/2.0 hingga f/4.5, dan berbobot 346 gram sehingga masih lebih ringan dibanding kamera mirrorless pada umumnya. Huawei menyebut modul ini kompatibel dengan Mate 90 Pro Max Collector’s Edition dan Mate 90 RS Ultimate Design, dua model yang memiliki dudukan sekrup di sekitar pulau kamera.

Beralih ke model Mate 90 Pro, Huawei membekalinya dengan layar 6,75 inci LTPO OLED resolusi 1280p+ dan refresh rate 1-120Hz. Panel dual-layer OLED pada perangkat ini juga mampu mencapai kecerahan puncak 12.000 nits. Bodinya menggunakan kuningan generasi ketiga untuk melindungi bagian depan, rangka logam di tengah, dan panel serat nilon di bagian belakang, dengan rating IP68 dan IP69K. Layarnya tetap berfungsi saat basah sehingga bisa digunakan di tengah hujan.

Chipset Kirin 9035 menjadi dapur pacu Mate 90 Pro. Huawei mengklaim chip ini 20% lebih cepat dibanding chip pada Mate 80 Pro, dengan GPU yang mendukung hardware ray tracing dan mampu merender 31 juta ray per detik. Ponsel ini bisa dikonfigurasi dengan RAM 12GB atau 16GB serta penyimpanan 256GB, 512GB, atau 1TB. Fitur Beidou Satellite Messaging tersedia untuk mengirim pesan hingga foto.

Baterai Mate 90 Pro berkapasitas 6.600mAh, naik dari 5.750mAh pada generasi sebelumnya. Huawei mengklaim perangkat ini mampu memutar video selama 41 jam nonstop dalam sekali pengisian daya. Pengisian dayanya mendukung 100W SuperCharge via kabel dan 50W nirkabel, ditambah reverse charging 18W via kabel dan nirkabel. Untuk kamera, Mate 90 Pro membawa konfigurasi 50MP utama dengan aperture f/1.4-f/4.0 beralih, ultrawide 40MP RYYB f/2.2, dan telefoto 50MP RYYB dengan zoom optik 4x, OIS, serta aperture f/2.1 yang bisa beralih ke mode makro dari jarak 5cm.

Harga Mate 90 Pro dimulai dari CNY 7.000 (sekitar USD 1.040) untuk varian 12GB/256GB, atau CNY 1.000 lebih mahal dibanding Mate 80 Pro tahun lalu. Varian 12GB/512GB dijual CNY 8.000 (sekitar USD 1.190), 16GB/512GB seharga CNY 8.500 (sekitar USD 1.270), dan 16GB/1TB dibanderol CNY 10.000 (sekitar USD 1.490).

Sementara itu, Huawei Mate 90 hadir sebagai model vanilla dengan harga mulai CNY 6.000, mengambil alih titik harga Mate 80 Pro sebelumnya. Ponsel ini ditenagai chipset Kirin 9030 yang digunakan pada Mate 80 Pro, dan mengklaim peningkatan performa 27% dibanding model vanilla generasi lama. RAM yang tersedia hanya 12GB, dengan pilihan penyimpanan 256GB, 512GB, dan 1TB. Baterainya sama seperti Mate 90 Pro, yaitu 6.600mAh dengan klaim 41 jam pemutaran video, namun pengisian kabelnya lebih lambat di 66W sementara nirkabel tetap 50W.

Pada sektor kamera, Mate 90 membawa sensor utama 50MP RYYB dengan lensa f/1.4-f/4.0 ber-OIS dan ultrawide 40MP RYYB f/2.2. Perbedaan mencolok ada pada modul telefoto yang masih menggunakan sensor 50MP RYYB dengan lensa 4x f/2.2 ber-OIS dan panjang fokus 88mm, sedangkan modul pada versi Pro tercatat 90mm. Model vanilla ini juga tidak memiliki mode makro, tetapi tetap menjadi peningkatan besar dibanding lensa 12MP 5.5x/125mm pada Mate 80. Harga Mate 90 adalah CNY 6.000 (sekitar USD 890) untuk 12GB/256GB, CNY 7.000 (sekitar USD 1.040) untuk 12GB/512GB, dan CNY 8.500 (sekitar USD 1.270) untuk 12GB/1TB.

Di puncak jajaran, Huawei Mate 90 RS Ultimate Design mengusung desain terinspirasi mobil super dengan punggung tersedia dalam warna Crimson, Pure White, dan Jet Black. Ponsel ini memiliki pulau kamera berbentuk oktagon dengan panel tengah terangkat. Spesifikasi intinya identik dengan Mate 90 Pro Max, termasuk chipset Kirin 9050 Pro, layar tandem LTPO OLED 6,9 inci, dan baterai 6.800mAh. Perbedaannya, Mate 90 RS bisa dikonfigurasi hingga penyimpanan 2TB sementara Pro Max mentok di 1TB. Perangkat ini juga mendapat proteksi IP69 dan konektivitas satelit.

Harga Mate 90 RS tersedia dalam tiga opsi, yaitu 16GB/512GB seharga CNY 12.999 (sekitar USD 1.939), 16GB/1TB seharga CNY 14.999 (sekitar USD 2.237), dan 16GB/2TB seharga CNY 18.999 (sekitar USD 2.834). Pengiriman di China dijadwalkan mulai 11 November.

Huawei Mate 90 Series dijual di China melalui vmall. Belum ada keterangan resmi apakah Mate 90 atau Mate 90 Pro akan tersedia secara global, meskipun Mate 80 Pro sebelumnya sempat masuk pasar global pada Maret setelah rilis di China pada akhir November. Bagi yang menantikan kehadiran seri ini, informasi seputar jadwal peluncuran menjadi salah satu hal yang paling banyak dicari.

Peluncuran ini menegaskan posisi Huawei dalam menghadirkan inovasi kamera yang berbeda dari kompetitor. Dengan modul Ruiying Z10 yang membawa sensor 1 inci, pengguna bisa mendapatkan kemampuan zoom optik kontinu hingga 240mm tanpa harus membawa kamera mirrorless terpisah. Teknologi ini juga menjadi pembeda dibanding pendekatan Huawei di sektor otomotif yang mengandalkan sistem asistensi berkendara.

Untuk pasar yang lebih luas, Huawei juga terus memperkuat lini infrastruktur teknologinya, termasuk pengembangan komputasi berperforma tinggi. Kombinasi inovasi di perangkat konsumen dan infrastruktur ini menunjukkan strategi Huawei yang tidak hanya berfokus pada satu segmen.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.