📑 Daftar Isi

Kacamata anti-surveillance DuckDuckGo Paso Robles dari Knockaround

DuckDuckGo Rilis Kacamata Anti-Surveillance Tanpa Kamera

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • DuckDuckGo berkolaborasi dengan Knockaround merilis kacamata Paso Robles seharga USD 35
  • Kacamata anti-surveillance tanpa kamera, mikrofon, baterai, dan chip AI
  • Spesifikasi: lensa polarized, proteksi UV400, lensa tahan benturan FDA-compliant
  • Respons atas maraknya smart glasses yang merekam tanpa izin dan investigasi Meta Ray-Ban
  • Tersedia di situs resmi Knockaround dengan masa pakai baterai "tak terbatas" dan kamera "nol"

Telset.id – DuckDuckGo meluncurkan kacamata anti-surveillance yang justru tidak memiliki kamera, mikrofon, maupun kecerdasan buatan (AI) di dalamnya. Produk bernama Paso Robles ini lahir sebagai respons atas maraknya smart glasses yang diam-diam merekam percakapan dan aktivitas pengguna di sekitarnya.

Kacamata ini merupakan hasil kolaborasi DuckDuckGo dengan merek kacamata Knockaround. Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran publik terhadap perangkat wearable yang semakin invasif, terutama setelah investigasi Svenska Dagbladet mengungkap bahwa Meta Ray-Ban mengunggah rekaman intim untuk melatih AI.

DuckDuckGo menyebut produk ini sebagai kacamata anti-surveillance paling inovatif di dunia. Konsepnya sederhana: kacamata hitam biasa yang hanya berfungsi melindungi mata dari sinar matahari, tanpa fitur tersembunyi apa pun di balik bingkainya.

Spesifikasi Kacamata Anti-Surveillance DuckDuckGo

Kacamata Paso Robles hadir dengan warna matte black dan logo glossy DuckDuckGo di sisi bingkai. Dibanderol dengan harga USD 35 atau sekitar Rp 550 ribu, kacamata ini menawarkan lensa polarized, perlindungan UV400 penuh, dan lensa tahan benturan yang memenuhi standar FDA.

Semua komponen tersebut dikemas dalam hard case custom yang disertakan dalam pembelian. Yang menarik, tidak ada baterai, port pengisian daya, maupun chip tersembunyi di dalam bingkai kacamata ini.

Knockaround bahkan mencantumkan spesifikasi yang jujur di halaman produknya. Masa pakai baterai ditulis “tak terbatas”, jumlah kamera “nol”, dan jumlah notifikasi juga “nol”. Ini mungkin spec sheet paling transparan yang pernah ada di pasar perangkat wearable saat ini.

Fenomena Smart Glasses dan Privasi

Peluncuran kacamata ini tidak lepas dari tren smart glasses yang semakin meresahkan. Setiap dua minggu sekali, muncul produk baru yang menjanjikan kemampuan merekam video, mendengarkan percakapan, dan mengirimkan data ke model AI di cloud.

Perangkat semacam ini bahkan mendapat julukan baru di kalangan publik, yaitu “pervert glasses” atau kacamata mesum. Julukan tersebut muncul karena kekhawatiran bahwa kacamata ini bisa digunakan untuk merekam orang tanpa sepengetahuan mereka.

Bukan hanya orang yang direkam yang dirugikan, pengguna smart glasses sendiri juga menghadapi risiko privasi. Investigasi Svenska Dagbladet menunjukkan bahwa Meta Ray-Ban mengunggah rekaman pribadi dan intim penggunanya untuk melatih sistem AI.

DuckDuckGo, yang membangun reputasinya dengan prinsip tidak mencampuri urusan pengguna, memilih merespons tren ini dengan cara yang khas. Mereka meluncurkan produk yang justru tidak melakukan apa-apa, sebagai bentuk satire terhadap industri yang semakin invasif.

DuckDuckGo glasses package

Kacamata ini bisa dikenakan ke pantai, kedai kopi, atau makan malam keluarga tanpa membuat orang lain curiga sedang diam-diam direkam. Kehadirannya memberikan ketenangan bagi pemakainya dan orang-orang di sekitarnya.

Keputusan DuckDuckGo untuk merilis produk ini sejalan dengan posisinya yang konsisten menjaga privasi pengguna. Sebelumnya, perusahaan ini juga dikenal dengan browser yang menolak pelacakan dan AI yang sempat menjadi korban peracunan data.

Meski terlihat seperti lelucon, peluncuran kacamata ini menyampaikan pesan serius tentang arah perkembangan teknologi wearable. Tidak semua orang nyaman dengan perangkat yang terus merekam dan mendengarkan, dan produk ini menjadi pengingat bahwa teknologi seharusnya melayani kebutuhan manusia, bukan sebaliknya.

Kacamata Paso Robles saat ini sudah tersedia di situs resmi Knockaround dengan harga USD 35. Ini adalah produk kecil yang lucu, tetapi menyampaikan kritik tajam terhadap industri yang semakin mengabaikan batas privasi.

Bagi pengguna yang khawatir dengan masalah privasi di era digital, kacamata ini menawarkan alternatif sederhana: perangkat yang benar-benar tidak mengumpulkan data apa pun. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena memang tidak ada yang bisa dikhawatirkan.

Produk ini juga menjadi pembeda di pasar yang dipenuhi perangkat pintar. Sementara produsen lain berlomba menambahkan fitur AI dan konektivitas, DuckDuckGo justru menghadirkan produk yang menghilangkan semua fitur tersebut dan fokus pada fungsi dasarnya.

Kacamata ini membuktikan bahwa kadang solusi terbaik untuk masalah privasi adalah dengan kembali ke hal yang paling sederhana. Sebuah kacamata hitam yang berfungsi sebagaimana mestinya, tanpa perlu terhubung ke internet atau mengirim data ke server mana pun.

Kehadiran kacamata anti-surveillance ini juga sejalan dengan tren pengguna yang mulai meninggalkan layanan yang terlalu mengumpulkan data pribadi. Banyak pengguna kini lebih memilih produk yang menghormati privasi mereka dibandingkan fitur canggih yang mengorbankan keamanan data.

DuckDuckGo membuktikan bahwa perusahaan teknologi bisa tetap relevan tanpa harus mengikuti tren AI dan pengumpulan data. Dengan produk yang justru menolak teknologi tersebut, mereka berhasil menarik perhatian publik yang semakin sadar akan pentingnya privasi.

Kacamata Paso Robles mungkin bukan produk yang mengubah dunia, tetapi pesan yang dibawanya sangat relevan dengan kekhawatiran masyarakat saat ini tentang pengawasan dan privasi di era perangkat pintar.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.