Telset.id – Samsung mengubah pendekatan kecerdasan buatan (AI) pada Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Fold 8 Ultra dengan berfokus pada manfaat nyata bagi pengguna, bukan sekadar memamerkan teknologi. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya resistensi publik terhadap pembangunan pusat data dan keraguan konsumen, terutama Gen Z, terhadap kebutuhan AI generatif secara keseluruhan.
Dalam wawancara eksklusif dengan Tom’s Guide, Samsung EVP Jay Kim menegaskan bahwa perusahaan tidak ingin membebani konsumen dengan terlalu banyak fitur AI. “Kami tidak ingin membuat konsumen kewalahan dengan AI. Banyak fokus industri pada AI sebagai teknologi itu sendiri, tapi saya pikir ini bergeser dari teknologi ke manfaat. Kami melihat bagaimana membuat ini bermakna, bagaimana membuatnya lebih mudah diakses?” ujar Kim.

## AI yang Lebih Halus dan Kontekstual
Salah satu contoh penerapan AI yang lebih halus adalah fitur Now Nudge. Ketika pengguna menerima pesan teks yang merujuk pada janji temu dengan tanggal tertentu, Galaxy Z Fold 8 dan Fold 8 Ultra akan menampilkan tombol Calendar secara otomatis. Saat tombol tersebut diketuk, aplikasi Calendar akan terbuka dalam Split View di sisi kanan layar.
“Kamu melihat layar, dan perangkat memahami ke mana kamu melihat, lalu memberikan tindakan berikutnya, menyarankan aksimu,” jelas Kim. “Sebelumnya kamu harus melalui langkah ekstra untuk membuatnya berfungsi, tapi sekarang instan. Kami hanya mencoba membantu konsumen menyelesaikan sesuatu dengan cara yang lebih mudah.”
Fitur lain yang menunjukkan pendekatan AI yang tidak mencolok adalah My FanCam. Saat mengedit video di Galaxy Z Fold 8 dan Fold 8 Ultra, pengguna dapat memilih subjek dan ponsel akan memotong ulang video sehingga hanya “mengikuti” orang tersebut. Pengguna bahkan bisa memilih rasio aspek yang diinginkan.

Untuk mengakses fitur ini, pengguna harus memilih ikon AI terlebih dahulu. Beberapa pihak mungkin berpendapat fitur ini terlalu halus dan tidak mudah ditemukan. Namun, Kim menegaskan pendekatan ini disengaja.
“Kami melihat konsumen dan cara mereka berperilaku serta menggunakan perangkat,” kata Kim. “Kami hanya ingin memastikan mereka mendapatkan apa yang mereka butuhkan pada waktu yang tepat, tanpa terlalu memikirkan apakah itu berasal dari AI.”
## Otomatisasi Tugas Sehari-hari
Galaxy Z Fold 8 series juga memungkinkan AI bekerja di latar belakang melalui Gemini Intelligence task automation, yang kini mendukung 40 aplikasi. Ini mencakup belanja, reservasi restoran, pemesanan perjalanan, dan tiket acara.
Sebagai contoh, pengguna dapat meminta Fold 8 untuk membantu memesan liburan dengan memberikan beberapa parameter, dan perangkat akan bekerja sama dengan Expedia untuk mewujudkannya. Pengguna dapat ikut campur kapan saja, dan Gemini Intelligence tidak akan melakukan pembelian tanpa persetujuan pengguna.
“Ketika kami menempatkan otomatisasi, itu harus bekerja dengan benar,” ujar Kim. “Konsumen perlu memahami cara kerjanya. Jadi kami mengambil langkah demi langkah dan tidak terburu-buru, karena pengalaman lebih penting.”
Baca Juga:
## Menjawab Sentimen Publik terhadap AI
Pendekatan Samsung ini tampaknya merespons sentimen publik yang semakin kritis terhadap AI. Banyak orang menentang pembangunan pusat data di lingkungan mereka, dan sejumlah konsumen, terutama Gen Z, mulai mempertanyakan kebutuhan AI generatif secara keseluruhan.
Dengan peluncuran Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Fold 8 Ultra, Samsung memilih untuk tidak menonjolkan “Galaxy AI” secara berlebihan. Sebaliknya, perusahaan berfokus pada sejumlah fitur yang diyakini memiliki manfaat nyata bagi pengguna sehari-hari.

Pergeseran fokus dari teknologi ke manfaat ini merupakan langkah strategis yang menarik. Alih-alih memamerkan kemampuan AI mentah, Samsung mencoba menunjukkan bagaimana AI dapat membantu pengguna menyelesaikan tugas dengan lebih mudah dan efisien.
Kim menekankan pentingnya pengalaman pengguna dalam pengembangan fitur AI. Pendekatan bertahap ini menunjukkan bahwa Samsung ingin memastikan setiap fitur AI yang diluncurkan benar-benar berfungsi dengan baik dan dipahami oleh konsumen sebelum diperluas.
## Implikasi bagi Industri Smartphone
Langkah Samsung ini dapat menjadi sinyal bagi industri smartphone secara keseluruhan. Di tengah hiruk-pikuk perlombaan fitur AI, pendekatan yang lebih terukur dan berorientasi manfaat ini bisa menjadi pembeda yang signifikan.
Pengguna tidak lagi sekadar disuguhi daftar panjang fitur AI yang mungkin tidak mereka butuhkan. Sebaliknya, mereka mendapatkan solusi cerdas yang terintegrasi secara alami dalam penggunaan sehari-hari.
Dengan fokus pada manfaat konkret seperti Now Nudge untuk manajemen jadwal dan My FanCam untuk editing video, Samsung menunjukkan bahwa AI yang baik adalah AI yang tidak terasa seperti teknologi, melainkan bagian alami dari pengalaman menggunakan perangkat.
Baca Juga:
## Kesimpulan
Samsung Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Fold 8 Ultra menandai pergeseran pendekatan AI yang lebih matang dari Samsung. Alih-alih membanjiri pengguna dengan fitur AI yang rumit, perusahaan memilih untuk menawarkan manfaat yang jelas dan mudah diakses.
Pernyataan Jay Kim tentang tidak ingin membuat konsumen kewalahan dengan AI mencerminkan pemahaman mendalam tentang kebutuhan pengguna. Dengan berfokus pada bagaimana AI dapat membantu menyelesaikan tugas sehari-hari, Samsung berharap dapat membangun kepercayaan konsumen terhadap teknologi ini.
Meskipun beberapa fitur mungkin dianggap terlalu halus atau sulit ditemukan, pendekatan bertahap ini menunjukkan komitmen Samsung terhadap kualitas pengalaman pengguna. Seiring waktu, fitur-fitur ini diharapkan dapat menjadi bagian alami dari cara pengguna berinteraksi dengan perangkat mereka.








Komentar
Belum ada komentar.