Cara Nokia Rebut Kembali Pasar Ponsel Indonesia

Telset.id, Jakarta – Merek Nokia tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Nokia sudah lama hadir di pasar ponsel Indonesia sekitar awal tahun 2000 bersama merek lain seperti Siemens dan Motorola. Tetapi seiring perkembangan teknologi, Nokia tersisih dari persaingan.

Pihak HMD Global yang kini memegang hak brand Nokia menyatakan tidak patah arang dan mulai coba bangkit dengan kembali ke industri ponsel dengan format Android.

Menurut Head of Marketing Indonesia untuk HMD Global yakni Miranda Vania Warokka, Nokia dengan format Android baru muncul ketika Oktober tahun 2017.

Walaupun sudah dikenal sejak lama Miranda menilai jika Nokia seri terbaru belum banyak dikenal ketika awal peluncuran.

Baca juga: Fitur Bothie Bikin Nokia 6.1 Plus Cocok Buat Vlog

“Nokia baru launching itu Oktober tahun 2017 dengan Nokia 2,3,5,6 sebagai seri-seri awal. Ketika itu memang belum banyak yang tahu,” ucap Miranda di Bogor, Jawa Barat Kamis (11/10)

Ketika itu strategi penjualan pun mulai disusun mengikuti kondisi ekonomi saat ini. Miranda mengatakan pada seri-seri awal penjualan Nokia difokuskan pada retail.

Sedangkan setelah ekonomi digital semakin berkembang pihaknya mulai merambah penjualan melalui e-commerce atau toko online.

“Di seri Nokia 1 dan Nokia 6.1 Plus itu strateginya makin terstruktur. Investasi marketingnya juga sudah jalan begitu dua nama itu keluar. Empat nama awal fokusnya masih di ritel sedangkan dua nama terakhir sudah ke e-commerce,” ucap Miranda.

Baca juga: Nokia Tidak akan Layani Service Ponsel Ilegal

Dalam fokus investasi, Nokia masih memfokuskan di wilayah Jabodetabek dan beberapa pulau Jawa. Hal ini dikarenakan banyak warga Jawa yang menyukai seri-seri Nokia dengan android tersebut.

“Karena 40 persen pangsa pasar itu ada di Jabodetabek, jadi investasi marketingnya masih fokus disana, tapi secara keseluruhan sebenarnya Pulau Jawa, dengan tambahan Jogja, Surabaya, Semarang dan Bandung,” ucap Miranda.

Sebenarnya penjualan Nokia 1 dan 2 cukup bagus di luar Jawa. Bahkan Nokia yang masih berjenis feature handphone cukup bagus di Indonesia.

Miranda mengungkapkan bahwa distribusi feature phone saat ini bisa sampai tier 2 dan tier 3. Tetapi Miranda tidak terburu-buru dalam melakukan invetasi penjualan di luar Jawa.

“Kalau di Sumatera yang difokusin itu Lampung, Medan dan Palembang juga ada tapi sedikit. Balikpapan mau mulai diperluas, bukannya tidak ada tapi terbatas. Kalau di Sulawesi itu mau mulai diperluas di Makassar,” ucap Miranda.

Baca juga: Nokia X7 Bakal Rilis di China, Dilengkapi Dual Camera Zeiss

Pada September lalu pihak HMD Global telah merilis Nokia X6 di Indonesia dengan nama Nokia 6.1 Plus dengan spesifikasi mumpuni dan harga yang cukup bersaing. Perangkat ini mengusung layar berukuran 5,8 inci dengan resolusi FHD+ (1080 x 2280 piksel) dan aspek rasio 19 : 9.

Untuk urusan spesifikasi, Nokia 6.1 Plus datang dengan amunisi yang bisa dibilang hampir setara dengan Asus Zenfone 5, Asus Zenfone Max Pro M1, dan Xiaomi Redmi Note 5.

“Kami memaksimalkan layar untuk 6.1 Plus dengan screen-to-body ratio mencapai lebih 80%,” katanya, di acara peluncuran Nokia 6.1 Plus di Jakarta, Kamis (06/09/2018).

Baca Juga : Nokia 6.1 Plus, Smartphone Berponi dengan Kamera Mumpuni

Bersama prosesor octa-core 1.8GHz Snapdragon 636 di badannya, ada RAM 4GB, ROM 64GB, baterai berkapasitas 3,060 mAh dan sistem operasi Android Oreo 8.1.

Sementara di sektor kamera, smartphone ini mengandalkan konfigurasi kamera ganda dengan resolusi masing-masing 16MP dan 5MP, serta kamera depan beresolusi 16MP. [NM/HBS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here