Telset.id – Invoke Studios memastikan Warlock: Dungeons & Dragons mengusung spell set yang lebih kecil, dengan setiap spell menawarkan berbagai kegunaan, alih-alih variasi yang banyak. Keputusan ini diambil terutama demi aksesibilitas controller, sebagaimana diungkapkan studio head Dominic Guay kepada TechRadar Gaming dalam wawancara di Gamescom.
Pilihan desain tersebut membuka peluang permainan baru dan membuat combat lebih mudah didekati saat dimainkan dengan controller, sekaligus menjaga aksi tetap cepat. Konsekuensinya, Invoke Studios meninggalkan spell wheel klasik dan mempersempit opsi spell agar semuanya dapat diakses lewat gamepad.
“Terobosan bagi kami dimulai dengan membuat akses langsung ke spell-spell ini di controller,” kata Guay. “Banyak game di masa lalu di mana kamu punya kekuatan atau spell, kamu punya banyak hal untuk dipilih, dan itu keren, dan itu bahkan refleks pertama kami. Tapi ketika kamu melakukan itu, kamu memperlambat segalanya, dan ada batasan untuk menelusuri wheel dan memilih kekuatan. Ada batasnya.”
Ia menambahkan, “Dengan membuat semuanya dapat diakses di controller, kami mulai lebih banyak memainkan spell kami.”

Dalam wawancara yang sama, Guay menjelaskan alasan tim memilih protagonis warlock. Menurutnya, “creative magic” menjadi inti cerita dan gameplay. Ia juga menyebut mengelola sistem magic game ini menjadi tantangan karena, jika mempertimbangkan Dungeons & Dragons, “itu bisa melakukan segalanya,” sehingga Invoke perlu memilih spell-nya dengan bijak.
“Alih-alih menambahkan sekitar 100 spell, kami berpikir, mari kita punya lebih sedikit, yang juga masuk akal untuk seorang warlock,” lanjutnya, “dan mari kita buat mereka punya lebih banyak kasus penggunaan ganda, hubungkan satu dengan yang lain. Hubungkan mereka dengan beberapa musuh. Cara musuh-musuh ini berperilaku dalam sebuah tantangan.”
Baca Juga:
Spell-spell tersebut, yang ditambatkan pada objek sihir, tome, monster, dan lainnya, juga memiliki skill tree yang dapat di-upgrade dan bisa digunakan bersamaan dengan combat melee. Hal ini menciptakan sebuah “ritme,” dengan Guay menjelaskan bahwa pemain tidak bisa hanya bertahan dengan spell jarak jauh dan perlu masuk ke jarak dekat dengan musuh, yang cocok untuk protagonis Kaatri, seorang warrior yang beralih menjadi warlock.

Pemain dapat menggunakan spell untuk menyiapkan musuh, memberi mereka “keuntungan” untuk critical hit, dan ada berbagai cara untuk melakukannya dengan tipe musuh yang berbeda.
“Ada sedikit resource management juga. Kamu tidak bisa hanya melakukan spell selamanya,” kata Guay. “Ada titik di mana kamu akan kekurangan kemampuan untuk merapal spell, jadi kamu harus masuk ke sana pada suatu titik.”
Sebagai konteks, Invoke Studios sebelumnya telah menjelaskan sejumlah pendekatan desain untuk Warlock: Dungeons & Dragons. Studio ini menyatakan bahwa elemen “deep cut” dari Dungeons & Dragons tetap dihadirkan, namun game dirancang agar pemain baru maupun berpengalaman sama-sama bisa “merasakan misteri” tersebut. Untuk mendukung eksplorasi, HUD dan panduan waypoint dibuat minimal dan bahkan dapat dinyalakan atau dimatikan agar tidak “membanjiri” pemain. Simak ulasan terkait lewat artikel Warlock D&D.
Warlock: Dungeons & Dragons dijadwalkan rilis pada 2027 untuk PS5, Xbox Series X, Xbox Series S, dan PC. Informasi ini melengkapi rangkaian pengumuman game yang tengah dinantikan penggemar, sejalan dengan deretan judul baru yang muncul di platform konsol, seperti yang terangkum dalam Nintendo Direct.

Dengan spell set yang lebih ramping, setiap spell yang punya banyak kegunaan, serta keterkaitan dengan musuh dan objek sihir, Invoke Studios menempatkan aksesibilitas controller sebagai fondasi desain combat Warlock: Dungeons & Dragons. Bagi pemain yang menantikan game bergaya TTRPG, pendekatan ini juga sejalan dengan tren adaptasi meja ke digital yang terus bermunculan, seperti Zero Parades.
[ META_DESCRIPTION]
Invoke Studios memakai spell set kecil di Warlock: Dungeons & Dragons demi aksesibilitas controller, dengan spell multi-kegunaan dan combat melee yang cepat.





Komentar
Belum ada komentar.