Telset.id β Seorang penggemar video game retro berhasil menjalankan Lara Croft menjelajahi makam kuno di atas mikrokontroler ESP32-P4 yang harganya di bawah US$25 atau sekitar Rp400 ribuan. Perangkat murah ini membuktikan bahwa pengalaman bermain game yang mulus kini tidak lagi menuntut konsol mahal atau perangkat keras yang boros daya.
Demonstrasi yang ditampilkan oleh TheAlexKid777 ini memperlihatkan port Tomb Raider 1 melalui OpenLara berjalan pada resolusi 320 x 240 piksel, yang kemudian di-scale oleh perangkat keras PPA ke 1.024 x 600 piksel. Sepanjang pengujian, ESP32-P4 tercatat hanya mengonsumsi sekitar 1 watt pada beban puncak.
Pencapaian ini menjadi sorotan karena menunjukkan dua hal sekaligus. Pertama, kemampuan bermain game hemat daya pada perangkat berbiaya rendah. Kedua, penguatan kemampuan mikrokontroler yang kini tersedia secara umum, sehingga pengembang tidak lagi harus sangat berhemat dalam mengalokasikan sumber daya saat menulis kode untuk perangkat sederhana.
Baca Juga:
Dari sisi perangkat keras, ESP32-P4 yang dipakai dalam demo ini dibekali spesifikasi yang jauh melampaui mikrokontroler generasi sebelumnya. Menurut penjelasan Espressif, chip ini mengusung CPU RISC-V dual-core dengan ekstensi instruksi AI, subsistem memori canggih, serta peripheral berkecepatan tinggi yang terintegrasi. Ada pula dukungan hingga 64MB PSRAM, 768KB SRAM, FPU, DSP, ISP, dan 55 GPIO yang dapat diprogram.
Kombinasi spesifikasi tersebut membuat ESP32-P4 terasa seperti perangkat impian di era awal Tomb Raider. Dua core 32-bit berkecepatan 400 MHz menjadi otak utama yang menggerakkan seluruh proses rendering dan audio dalam demo ini.
Dalam demonstrasi yang diunggah TheAlexKid777, perangkat keras tersebut dipasang di bagian belakang layar LCD berukuran sekitar 7 atau 8 inci. Game berjalan melalui OpenLara, sebuah port open source yang menghadirkan kembali petualangan Lara Croft. Audio stereo disalurkan melalui codec ES8311 yang tertanam di dev board, sementara kontrol permainan menggunakan keyboard USB yang terhubung ke perangkat.
Mikrokontroler Kini Punya Tenaga Berlebih
Fenomena yang ditunjukkan demo ini bukan sekadar soal game murah yang bisa dimainkan. Ada pergeseran penting pada lini mikrokontroler yang kini beredar di pasaran. Pengembang tidak lagi perlu bersikap ekstrem dalam menghemat sumber daya ketika menulis kode untuk perangkat sederhana, karena perangkat-perangkat tersebut sekarang menyimpan tenaga yang melimpah.
Konteksnya, ESP32-P4 merupakan bagian dari keluarga mikrokontroler Espressif yang sebelumnya sudah beberapa kali dipakai untuk proyek di luar kebiasaan. Mikrokontroler ESP32 family pernah digunakan untuk menjalankan emulator Mac retro, menjadi host bagi dongle pemblokir iklan berukuran mungil, hingga menjalankan model LLM dengan 28,9 juta parameter. Sebagian proyek tersebut bahkan memakai mikrokontroler ESP32 yang jauh lebih murah, mulai dari US$5.
Dengan harga dev board di bawah US$25, ESP32-P4 menawarkan kombinasi menarik antara biaya rendah dan konsumsi daya yang efisien. Pada beban puncak, perangkat ini hanya menarik sekitar 1 watt, jauh di bawah konsol game yang boros daya. Inilah yang membuat eksperimen semacam ini relevan bagi siapa pun yang tertarik pada komputasi hemat energi.
Bagi penggemar emulator dan game klasik, eksperimen ini juga memperlihatkan arah baru. Upaya menghadirkan kembali game lama tidak lagi selalu bergantung pada perangkat keras mahal. Sebelumnya, pendekatan serupa terlihat pada upaya menjalankan game PS3 langsung dari disc melalui emulator, yang menunjukkan bahwa komunitas terus mendorong batas perangkat yang bisa dipakai.
Perlu dicatat, demo ini bukan produk komersial. Tidak ada informasi mengenai ketersediaan massal, harga ritel resmi, atau dukungan vendor terhadap port OpenLara di ESP32-P4. Yang ditunjukkan adalah kemampuan teknis sebuah dev board murah ketika dipadukan dengan port game yang sudah ada.
Yang jelas, Tomb Raider 1 ketika diluncurkan pada pertengahan 1990-an menjadi klasik karena berhasil menangkap tren penambahan dimensi ketiga pada hampir semua game dan IP, sekaligus menghadirkan petualangan yang menyenangkan. Tidak semua game menjadi lebih baik karena beralih dari 2D ke 3D, tetapi Tomb Raider termasuk yang berhasil.
Kini, kekuatan komputasi yang dibutuhkan untuk menjalankan judul seperti OpenLara tidak lagi menuntut konsol mahal dan boros daya. Sebuah dev board murah yang biasanya mengonsumsi daya dalam satuan miliwatt ternyata cukup untuk menjalankannya.
Untuk saat ini, demo TheAlexKid777 menjadi bukti bahwa mikrokontroler modern telah bergerak jauh dari sekadar peran pengendali sederhana. Perangkat berharga di bawah US$25 dengan konsumsi daya sekitar 1 watt kini bisa menghadirkan pengalaman bermain game yang mulus di layar 1.024 x 600 piksel.
Bagi pengembang dan penggemar perangkat keras, eksperimen ini menegaskan satu hal: batas antara perangkat hobi murah dan kemampuan bermain game semakin tipis. Selama port seperti OpenLara terus dikembangkan, bukan tidak mungkin lebih banyak judul klasik menyusul ke perangkat sekelas ESP32-P4.
[VIDEO]





Komentar
Belum ada komentar.