Telset.id – Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa gamer bisa menghemat hingga Rp 900 ribuan dengan membeli game PS5 versi fisik dibandingkan versi digital. Temuan ini menjadi sorotan di tengah dorongan Sony untuk beralih ke ekosistem all-digital.
Studi yang dilakukan oleh situs teknologi Belanda, Tweakers, menganalisis harga 16 game PS5 pihak pertama dan ketiga yang telah menerima nominasi Game of the Year sejak 2021. Game-game tersebut meliputi Resident Evil 4 Remake, God of War Ragnarok, dan Elden Ring. Tweakers membandingkan harga ritel game-game tersebut dengan harga di PlayStation Store.
Hasilnya, hampir semua game dalam daftar tersebut ternyata setidaknya beberapa euro lebih murah dibandingkan versi digitalnya. Bahkan, selisih harga bisa mencapai €50 atau sekitar $57 USD. Jika dikonversi ke Rupiah dengan kurs saat ini, selisih tersebut bisa mencapai lebih dari Rp 900 ribu per game.
“PlayStation Store juga memiliki keunggulannya sendiri… Tapi jika Anda benar-benar mencari harga termurah, game fisik seringkali menjadi pilihan terbaik,” kata Tweakers dalam laporannya.
Perbandingan Harga di Amerika Serikat
GameRant kemudian melakukan analisis lebih kecil untuk melihat apakah game PS5 fisik juga lebih murah di Amerika Serikat. Dengan menggunakan alat pelacak harga online Deku Deals, GameRant mengumpulkan harga ritel terendah untuk lima game PS5 populer dan membandingkannya dengan harga di PlayStation Store.
Lima game tersebut adalah Red Dead Redemption, God of War Ragnarok, Hogwarts Legacy, Elden Ring, dan Spider-Man 2. Hasilnya menunjukkan bahwa membeli salinan fisik kelima game tersebut dengan harga terbaik akan memakan biaya sekitar $162. Sementara itu, membeli game yang sama secara digital dari PlayStation Store akan memakan biaya sekitar $320.
Dengan kata lain, dalam sampel kecil GameRant, game digital bisa 49% lebih mahal daripada cakram fisik. Selisih harga yang sangat signifikan ini patut menjadi pertimbangan bagi para gamer, terutama yang memiliki budget terbatas.
Untuk informasi lebih lanjut tentang harga konsol, Anda bisa membaca artikel tentang Harga Terbaru PS5 Pro yang mencapai Rp 14 jutaan.
Mengapa Game Fisik Lebih Murah?
Dr. Serkan Toto, seorang analis industri game, menjelaskan perbedaan profitabilitas antara penjualan game fisik dan digital. Ia mengatakan bahwa perusahaan seperti Sony lebih condong ke kebijakan tanpa cakram karena mereka mendapatkan $70 atau $80 penuh dari penjualan game digital pihak pertama.
Sebaliknya, Sony harus memberikan setidaknya 30% dari pendapatan setiap penjualan game fisik ke pengecer, ditambah biaya produksi yang semakin mengurangi keuntungan secara keseluruhan. Hal inilah yang mendorong Sony untuk mendorong ekosistem all-digital.
Sebagian besar game yang disertakan dalam analisis Tweakers dan GameRant berusia beberapa tahun, yang mungkin menjelaskan diskon ritel. Namun, hal ini justru menunjukkan salah satu keuntungan terbesar dari game fisik yang semakin terancam hilang. Pengecer sering kali menurunkan harga salinan fisik seiring waktu, menjadikannya pilihan yang lebih terjangkau bagi gamer yang sadar anggaran.
Sayangnya, PlayStation Store jarang menurunkan harga reguler game, bahkan bertahun-tahun setelah rilis aslinya. Kebijakan ini membuat game digital cenderung lebih mahal dalam jangka panjang.
Bagi Anda yang ingin mencari alternatif gaming, artikel tentang Steam Machine bisa menjadi referensi menarik.
Diskon PlayStation Store vs Diskon Ritel
Tweakers juga mencatat bahwa PlayStation Store sesekali menawarkan penjualan terbatas yang dapat membawa harga digital di bawah harga salinan fisik. Namun, diskon ini bersifat jangka pendek dan, dalam kasus game pihak pertama PlayStation, relatif jarang terjadi.
Diskon terbatas pada game pihak pertama juga tidak mungkin melebihi 50%, sementara pengecer sering menawarkan diskon yang jauh lebih dalam untuk judul AAA yang sudah lama beredar di pasaran. Ini berarti, bagi gamer yang tidak keberatan menunggu, membeli game fisik bekas atau diskon ritel bisa menjadi strategi yang jauh lebih hemat.
Di sisi lain, PlayStation Store unggul dalam hal kenyamanan. Gamer tidak perlu pergi ke toko atau menunggu pengiriman, dan bisa langsung memainkan game yang baru dibeli. Namun, kenyamanan ini harus dibayar dengan harga yang lebih mahal.
Baca Juga:
Implikasi bagi Gamer
Temuan studi ini memiliki implikasi langsung bagi para gamer, terutama mereka yang memiliki anggaran terbatas. Jika Anda ingin menghemat uang, membeli game PS5 versi fisik adalah pilihan yang lebih bijaksana. Anda bisa mendapatkan judul-judul populer dengan harga yang jauh lebih murah, terutama jika Anda bersedia menunggu beberapa saat setelah rilis.
Namun, jika Anda mengutamakan kenyamanan dan tidak ingin repot dengan cakram atau perjalanan ke toko, maka membeli game digital tetap menjadi pilihan yang valid. Anda hanya perlu menyadari bahwa Anda mungkin harus membayar lebih untuk kenyamanan tersebut.
Bagi gamer di Indonesia, perbedaan harga ini bisa menjadi sangat signifikan. Dengan harga game AAA digital yang bisa mencapai Rp 1 jutaan, selisih harga dengan versi fisik bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Untuk informasi lebih lanjut tentang ekosistem PlayStation, Anda bisa membaca artikel tentang Aplikasi PlayStation yang telah mencapai 100 juta unduhan.
Beberapa harga yang disebutkan dalam laporan ini dapat berubah di masa mendatang, karena pengecer dapat mengakhiri promosi atau menghapus diskon. Namun, tren bahwa game fisik lebih murah daripada game digital tampaknya akan terus berlanjut, setidaknya dalam waktu dekat.
Pada akhirnya, pilihan antara game fisik dan digital kembali ke preferensi pribadi dan prioritas masing-masing gamer. Apakah Anda lebih mementingkan penghematan biaya atau kenyamanan akses? Jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan pilihan Anda.





Komentar
Belum ada komentar.