📑 Daftar Isi

Brendan Greene kreator PUBG

PlayerUnknown Productions PHK Karyawan, Hentikan Prologue: Go Wayback

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • PlayerUnknown Productions, studio milik kreator PUBG Brendan Greene, melakukan PHK dan menghentikan pengembangan game Prologue: Go Wayback!
  • Pemain yang sudah membeli versi early access Prologue: Go Wayback! berpotensi mendapatkan refund.
  • Versi early access game tersebut akan tetap tersedia secara gratis.
  • Langkah ini diambil karena besarnya biaya pengembangan engine Melba.
  • Pengembangan engine Melba akan tetap berlanjut dengan tim yang lebih kecil.
  • Engine Melba menjadi fondasi untuk proyek game massive multiplayer Artemis.

Telset.id – Brendan Greene, kreator di balik fenomena battle royale PUBG, kembali menjadi sorotan. Studio miliknya, PlayerUnknown Productions, baru saja mengumumkan langkah efisiensi besar-besaran yang mencakup pengurangan jumlah karyawan dan penghentian pengembangan satu proyek game.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap beban biaya pengembangan engine generasi terbaru yang tengah digarap studio tersebut. Keputusan ini menandai babak baru dalam perjalanan Greene setelah sukses besar dengan PUBG.

Rincian resmi yang diumumkan oleh PlayerUnknown Productions menyebutkan bahwa mereka melakukan perampingan tim atau downsizing dengan jumlah karyawan yang terkena dampak tidak disebutkan secara spesifik. Dampak paling signifikan adalah penghentian pengembangan survival roguelike berjudul Prologue: Go Wayback!

Game tersebut sebelumnya telah tersedia dalam versi early access di Steam dan Epic Games Store sejak tahun lalu dengan harga 20 dolar AS. Bagi para pemain yang telah membeli versi awal tersebut, Greene menyatakan bahwa pihaknya sedang “menyelidiki” cara untuk memberikan pengembalian dana alias refund.

Meskipun pengembangannya dihentikan, versi early access dari Prologue: Go Wayback! akan tetap bisa dimainkan dan kini digratiskan. Ini adalah kabar baik bagi mereka yang penasaran dengan konsep game tersebut, meski tidak akan ada lagi pembaruan fitur besar.

Baca Juga:

Akar Masalah: Biaya Pengembangan Engine Melba

Keputusan sulit ini disebut-sebut sebagai dampak langsung dari besarnya biaya yang dikeluarkan untuk mengembangkan in-house terrain-generation engine bernama Melba. Engine inilah yang menjadi tulang punggung teknologi di balik peta-peta dalam Prologue: Go Wayback! dan proyek ambisius lainnya.

PlayerUnknown Productions menegaskan bahwa pengembangan teknologi Melba akan tetap berlanjut, meskipun dengan tim yang lebih kecil dari sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa fokus utama studio saat ini adalah menyempurnakan engine andalan mereka, bukan pada produksi konten game dalam jumlah besar.

Melba sendiri merupakan teknologi yang dirancang untuk menghasilkan dunia permainan secara prosedural. Engine ini sudah diuji coba melalui sebuah demo teknis berjudul Preface: Undiscovered World, yang memungkinkan pemain menjelajahi dunia “seukuran Bumi” yang dihasilkan secara real-time.

Selain untuk Prologue, Melba juga direncanakan menjadi komponen inti dari proyek game ambisius berikutnya, yaitu Artemis. Artemis digambarkan sebagai game massive multiplayer berskala besar. Namun, hingga saat ini belum ada informasi pasti mengenai status perkembangan proyek tersebut.

Perjalanan Karier Brendan Greene Pasca PUBG

Untuk memberikan konteks, PUBG pertama kali dirilis pada tahun 2017 dan langsung menjadi fenomena global yang mendefinisikan ulang genre battle royale. Kesuksesan ini tidak lepas dari visi Brendan Greene sebagai kreator utamanya.

A title card.

Setelah sukses besar tersebut, Greene memutuskan untuk meninggalkan perusahaan induk Krafton dan mendirikan PlayerUnknown Productions pada tahun 2021. Langkah ini diambil untuk mengejar visi pengembangan game yang lebih eksperimental dan berfokus pada teknologi generasi baru.

Keputusan untuk melakukan PHK dan menghentikan Prologue: Go Wayback! tentu menjadi pukulan telak bagi para penggemar yang telah menantikan karya orisinal Greene. Namun, dari sisi bisnis, langkah ini bisa dilihat sebagai upaya untuk menyelamatkan masa depan studio dan fokus pada teknologi inti yang lebih menjanjikan.

Bagi yang penasaran dengan game asli yang melambungkan nama Greene, Anda bisa membaca panduan lengkap tentang Cara Download PUBG di PC. Sementara itu, ekosistem PUBG Mobile juga terus berkembang dengan berbagai inovasi, seperti kolaborasi terbaru yang bisa Anda lihat di artikel tentang Kolaborasi PUBG Mobile.

Dengan perampingan tim dan fokus pada engine Melba, masa depan PlayerUnknown Productions kini bergantung pada kemampuan mereka untuk menyelesaikan dan memonetisasi teknologi tersebut, baik melalui game Artemis maupun lisensi ke pengembang lain. Keputusan ini menjadi penentu apakah Greene bisa kembali menciptakan gebrakan seperti yang ia lakukan dengan PUBG.

Komentar

Belum ada komentar.