📑 Daftar Isi

Seorang remaja perempuan di atas rollerblade di tengah jalan yang dipenuhi pepohonan, sedang melihat perangkat pemutar MP3.

RollerGirl: Petualangan Rollerblade Bernuansa 2000-an

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
  • RollerGirl adalah game petualangan slice-of-life dari Pushing Vertices yang dirilis di Black Voices in Gaming.
  • Pemain berperan sebagai Naomi, remaja 16 tahun yang mencari uang untuk memperbaiki mobilnya.
  • Game ini berlatar kota kecil pada musim panas tahun 2000-an dengan musik pop-punk.
  • Lingkungan game berubah sesuai mood musik yang didengarkan, mempengaruhi pilihan dialog.
  • Belum ada tanggal rilis resmi, game akan hadir di Steam.

Telset.id – Black Voices in Gaming menjadi ajang peluncuran RollerGirl, game petualangan rollerblade bernuansa musim panas yang dikembangkan oleh studio asal Toronto, Pushing Vertices. Game ini menarik perhatian karena mengusung genre slice-of-life dengan latar tahun 2000-an, di mana pemain akan menjelajahi kota kecil sambil mendengarkan musik pop-punk era tersebut.

Dalam RollerGirl, pemain akan berperan sebagai Naomi, seorang remaja berusia 16 tahun yang harus menyelesaikan berbagai pekerjaan sampingan untuk mengumpulkan uang demi memperbaiki mobilnya. Selain itu, ia juga akan menghadapi pengalaman cinta pertamanya dan memecahkan misteri lokal yang ada di kota tersebut.

Konsep dan Cerita Game

Game ini menawarkan narasi yang kuat dengan fokus pada kehidupan sehari-hari. Pemain akan berinteraksi dengan tetangga, membantu mereka, dan mendengarkan pemutar MP3 milik Naomi saat menjelajahi kota. Lingkungan dalam game berubah sesuai dengan suasana hati musik yang sedang didengarkan, yang juga memengaruhi pilihan dialog yang tersedia. Konsep ini mirip dengan bagaimana Rem Rollerblade inovatif yang dikendalikan dari jarak jauh, di mana teknologi mengubah cara kita berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Direktur Pushing Vertices, Indigo Doyle, menyatakan bahwa RollerGirl terinspirasi dari masa kecilnya yang tumbuh di kota kecil. “Harapan saya adalah pemain merasa dilihat dan terwakili oleh game kami,” ujar Doyle dalam siaran pers. Hal ini menunjukkan bahwa game ini memiliki sentuhan personal yang kuat dari sang kreator.

Musik dan Suasana

Salah satu daya tarik utama RollerGirl adalah soundtrack-nya yang digarap bersama band-band indie lokal asal Toronto. Musik dalam game ini terinspirasi dari pop-punk tahun 2000-an, genre yang sangat populer pada masa itu. Pemain dapat mengoleksi musik yang tersebar di seluruh kota untuk menambah koleksi pemutar MP3 mereka, mirip dengan bagaimana pemain mengoleksi item dalam game petualangan klasik.

Visual game ini juga mendapat pujian karena tampilannya yang indah dan penuh warna. Lingkungan kota kecil yang asri dengan pepohonan rindang menjadi latar yang sempurna untuk petualangan musim panas Naomi. Meskipun belum ada tanggal rilis resmi, game ini direncanakan akan hadir di platform Steam pada masa mendatang.

Dengan konsep yang unik dan sentuhan personal dari pengembangnya, RollerGirl berpotensi menjadi salah satu game slice-of-life yang paling dinantikan. Penggabungan elemen nostalgia tahun 2000-an dengan mekanisme gameplay yang interaktif membuat game ini layak untuk ditunggu.

Seorang remaja perempuan di atas rollerblade di tengah jalan yang dipenuhi pepohonan, sedang melihat perangkat. Layar seperti pemutar MP3 ditampilkan di sudut kiri bawah, menunjukkan opsi seperti playlist, tugas, peta, kontrol, dan pengaturan.

Komentar

Belum ada komentar.