📑 Daftar Isi

Panasonic Q system dengan controller, kabel, dan kemasan asli

Panasonic Q, Satu-satunya GameCube dengan Pemutar DVD yang Kini Jadi Incaran Kolektor

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Panasonic Q adalah satu-satunya GameCube yang bisa memutar CD dan DVD, dirilis Desember 2001 di Jepang
  • Harga konsol saat peluncuran ¥39.800, setara harga PS2 Jepang
  • Fitur home theater terpisah dari fungsi game, butuh tombol manual untuk berpindah mode
  • Game Boy Player standar tidak muat, Panasonic merilis versi modifikasi
  • Kini konsol bekas dijual $1.200-$1.300, versi lengkap bisa tembus $2.000
  • Tidak pernah diluncurkan di luar Jepang, hanya unit impor modifikasi yang beredar

Telset.id – Panasonic Q, satu-satunya konsol GameCube yang mampu memutar CD dan DVD, kini menjadi barang buruan kolektor dengan harga yang sulit ditemukan di bawah Rp 15 jutaan. Konsol aneh yang hanya dirilis di Jepang ini membuktikan bahwa kegagalan komersial di masa lalu bisa berubah menjadi investasi menguntungkan di era 2020-an.

Konsol bernama resmi Panasonic SL-GC 10 ini hadir pada Desember 2001, tiga bulan setelah Nintendo GameCube debut di Jepang. Alih-alih tampil seperti konsol Nintendo pada umumnya, Panasonic Q lebih mirip perangkat home theater dengan panel depan reflektif, LCD berlampu latar, dan port dengan cahaya biru. Desainnya merepresentasikan estetika produk elektronik konsumen tahun 2001 dengan sangat kuat.

Kelahiran Panasonic Q tidak lepas dari hubungan bisnis yang sudah terjalin antara kedua perusahaan. Matsushita, yang merupakan induk perusahaan Panasonic saat itu, ternyata ikut membantu mendesain format miniDVD optik milik GameCube. Melihat celah besar ketiadaan pemutar DVD dalam strategi konsol Nintendo, Panasonic pun nekat meluncurkan produk persilangan ini.

Hibrida Aneh dari Dua Perusahaan Berbeda

Meski disebut sebagai konsol hibrida, Panasonic Q sebenarnya adalah dua mesin berbeda yang berbagi satu bodi. Bagian gaming-nya identik dengan GameCube standar, lengkap dengan port controller dan slot memory card yang sama. Kompatibilitasnya dengan seluruh library GameCube pun penuh, meski model yang tidak dimodifikasi hanya bisa memainkan game region Jepang.

Closeup of the front of the Panasonic Q system.

Yang membuatnya aneh adalah pemisahan fitur home theater dari fungsi konsol. Panasonic Q memiliki Cinema mode untuk pemrosesan gambar, serta fitur audio seperti Dolby Digital, DTS untuk surround sound, Dialogue Enhancer, dan Bass Plus. Namun sayangnya, fitur-fitur tersebut tidak bisa dinikmati saat bermain game. Audio game tetap terbatas pada koneksi analog standar GameCube.

Bahkan ada tombol hardware khusus untuk berpindah mode secara manual karena sistem tidak bisa mendeteksi otomatis jenis disc yang dimasukkan. Saat berpindah mode, sistem secara efektif mematikan satu sisi dan menyalakan ulang sisi lainnya. Aksesorisnya pun mencerminkan dualitas ini: ada controller abu-abu dengan branding Panasonic untuk bermain game, dan remote control abu-abu senada untuk pemutar DVD.

Desain industrial yang tidak biasa ini juga memunculkan konsekuensi lain. Aksesori Game Boy Player yang biasanya dipasang di bawah GameCube standar tidak bisa dipasang di Panasonic Q. Panasonic harus merilis versi modifikasi dari aksesori tersebut khusus untuk konsolnya yang berkilau dan aneh ini.

Harga Mahal dan Nasib Kurang Beruntung

Meski segala upaya telah dilakukan, Panasonic Q tetap kesulitan menemukan audiensnya. Penyebab utamanya sederhana: harganya sangat mahal. Konsol ini diluncurkan di Jepang dengan banderol ¥39.800, atau sekitar Rp 4,3 jutaan jika dikonversi dengan kurs saat ini, dan setara dengan harga peluncuran PS2 di Jepang.

The Panasonic Q system with controller, cables and packaging.

Masalahnya, PS2 sudah hadir hampir dua tahun lebih awal, telah membangun basis pengguna yang besar, dan menjadikan pemutar DVD sebagai fitur jual utama. Ditambah lagi, pemilik PS2 tidak perlu me-restart konsol hanya untuk berpindah antara mode game dan mode DVD. Panasonic Q tidak pernah diluncurkan di luar Jepang, meski banyak unit impor yang sudah dimodifikasi berhasil dibawa keluar negeri.

Kolektor dan Investasi di Era 2020-an

Kelangkaan Panasonic Q di pasaran saat ini justru menjadi berkah tersendiri. Konsol yang tidak laku di zamannya ini kini menjadi barang koleksi yang sangat dicari. Di platform seperti eBay, konsol tanpa kotak biasanya dijual dengan kisaran harga $1.200 hingga $1.300 atau sekitar Rp 19 jutaan sampai Rp 21 jutaan. Sementara model dengan kemasan dan dokumen asli bisa menembus angka di atas $2.000 atau sekitar Rp 32 jutaan.

A Panasonic Q game console with remote and controller.

Fenomena ini menunjukkan bahwa produk yang gagal secara komersial bisa memiliki akhir yang berbeda. Bagi mereka yang menyimpan Panasonic Q sejak dulu, konsol aneh ini ternyata menjadi investasi yang menguntungkan. Kisahnya menjadi salah satu yang paling aneh di industri game: lebih sukses sebagai barang kolektor di era 2020-an dibandingkan saat masih menjadi produk konsumen.

Kelangkaan ini juga berkaitan dengan alasan mengapa game GameCube masih mempertahankan nilainya dengan baik hingga hari ini. Dibandingkan konsol Nintendo lainnya, GameCube bukanlah penjual terbaik karena PS2 memiliki pemutar DVD bawaan yang tidak dimiliki GameCube. Tekanan pasar inilah yang melahirkan Panasonic Q, dan ironisnya, produk yang lahir dari tekanan tersebut kini justru menjadi primadona baru di kalangan kolektor.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.