Telset.id – Beredar file ISO Grand Theft Auto VI berukuran 113GB yang diklaim sebagai build game, namun ternyata hanya berisi virus 50KB yang dibungkus data sampah. Para gamer yang tidak sabar menunggu perilisan GTA VI menjadi sasaran empuk penyebaran malware ini.
Seorang pengguna X dengan akun @GTAGolden_ menyoroti file ISO GTA VI 113GB yang beredar di berbagai situs Torrent. Pengguna tersebut meminta pengikutnya untuk “take one for the team” guna memverifikasi apakah file tersebut merupakan build game yang valid. Namun, pengguna lain dengan akun @Aidas29506493 mengklaim telah melakukan reverse engineering dan memastikan bahwa file tersebut “sepenuhnya palsu dan penuh virus.”
Analisis lebih lanjut dari para peneliti internet menunjukkan bahwa file ISO besar tersebut sebagian besar berisi data sampah, dengan virus berukuran 50KB di dalamnya. “Bytecode yang didekompilasi secara harfiah berisi perintah untuk memasukkan seluruh drive C:\ ke dalam whitelist Windows Defender (powershell Add-MpPreference -ExclusionPath %SystemDrive%\) dan mematikan software keamanan (taskkill -f),” tulis salah satu pengguna dalam balasan. Mereka juga menambahkan, “Ini bukan 100 GB kode asli—ini hanya virus 50KB kecil yang diisi dengan 99,99% sampah kosong (secara harfiah nol tanpa akhir).”

Kebocoran GTA VI dan Aksi Cyberleek
Grand Theft Auto VI menjadi salah satu game paling dinantikan dalam sejarah, dengan Rockstar dijadwalkan merilis tampilan panjang di Netflix pada 27 Agustus mendatang. Namun, seseorang telah membocorkan gameplay GTA VI dan seluruh peta Leonidas, lokasi di mana game tersebut berlatar.
Pembocor yang menggunakan nama Cyberleek mengaku melakukan aksinya karena keputusan Rockstar untuk merilis penjualan awal salinan digital game tersebut, yang diklaim Cyberleek sebagai tindakan anti-gamer. Mereka mengancam akan terus mengungkap klip dan cuplikan gameplay asli hingga penerbit mengeluarkan permintaan maaf publik dan berjanji “menjadi lebih baik.”
Take-Two Interactive telah mengambil langkah untuk mengidentifikasi pembocor tersebut dengan meminta ID perangkat dari setiap anggota tiga server Discord dalam upaya menghentikan atau menuntut kebocoran. Namun, tampaknya akan memakan waktu sebelum perusahaan dapat mengidentifikasi orang atau orang-orang di balik Cyberleek, yang bisa menjadi bencana karena kebocoran sejauh ini terus berlanjut setiap hari.

Ancaman Malware di Balik Hype GTA VI
Hype seputar GTA VI, ditambah berita kebocoran dan bahkan build lengkap, membuat banyak gamer penasaran dan kemungkinan mencoba mencari salinan game secara online. Karena itu, oknum tidak bertanggung jawab mencoba memanfaatkan situasi dengan merilis ISO GTA VI palsu untuk menyebarkan malware.
Meskipun mengunduh software bajakan online bukanlah ide yang baik, melakukan torrent pada game yang belum dirilis 100 kali lebih buruk. Hal itu karena kemungkinan besar file tersebut hanyalah virus yang menyamar sebagai build game. Kejahatan siber semacam ini semakin marak, dan pengguna media sosial menjadi target utama penyebaran konten berbahaya. Fenomena ini serupa dengan kerugian deepfake yang mencapai triliunan rupiah, di mana media sosial menjadi sumber utama penyebaran konten berbahaya.
Hal terbaik yang dapat dilakukan penggemar GTA VI saat ini adalah menunggu dengan sabar perilisan game pada November dan hanya membelinya saat sudah tersedia untuk diunduh. Bahkan mungkin lebih bijak untuk menonton review terlebih dahulu sebelum membeli game AAA tersebut, sehingga Anda tahu apa yang diharapkan sebelum menghabiskan uang hasil jerih payah Anda.
Modus penyebaran malware melalui file palsu ini mengingatkan pada berbagai ancaman siber lain yang memanfaatkan teknologi AI. Seperti halnya kasus penyalahgunaan Grok oleh oknum tertentu, pelaku kejahatan siber terus mencari celah untuk mengeksploitasi pengguna internet yang lengah. Keamanan digital menjadi perhatian serius, dan platform AI seperti Hugging Face juga menghadapi tantangan serupa dalam melindungi penggunanya.
Para pengguna internet, terutama gamer yang menantikan GTA VI, harus lebih waspada terhadap file yang beredar di situs torrent. File ISO palsu berukuran besar dengan virus di dalamnya adalah taktik klasik yang digunakan penjahat siber untuk mencuri data atau merusak sistem. Dengan meningkatnya ancaman siber, penting bagi pengguna untuk hanya mengunduh game dari sumber resmi dan menunggu perilisan resmi daripada mengambil risiko dengan file bajakan yang bisa membahayakan perangkat mereka.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa di tengah antisipasi besar terhadap sebuah produk, pelaku kejahatan selalu siap memanfaatkan momen tersebut. Pengguna harus tetap waspada dan tidak mudah tergiur dengan file yang beredar, meskipun ukurannya besar dan mengklaim sebagai build game yang valid. Keamanan data pribadi jauh lebih berharga daripada mencoba mendapatkan akses awal ke game yang dinantikan.





Komentar
Belum ada komentar.