Masih ingatkah Anda dengan tahun 1995, ketika dunia gaming dikejutkan oleh sebuah perangkat berbentuk aneh yang memancarkan cahaya merah monokromatik? Virtual Boy, konsol portable tabletop yang sering dianggap sebagai “anak tiri” dalam sejarah panjang Nintendo, kini kembali menjadi perbincangan hangat. Bagi sebagian orang, perangkat ini adalah mimpi buruk visual, namun bagi yang lain, ia adalah artefak sejarah yang penuh inovasi dan keberanian.
Melompat ke Februari 2026, Nintendo secara mengejutkan memutuskan untuk membangkitkan kembali legenda tersebut. Melalui pengumuman resmi dari Nintendo UK, aplikasi Virtual Boy kini tersedia untuk diunduh di Nintendo Switch dan konsol penerusnya, Switch 2. Langkah ini merupakan bagian dari penawaran Nintendo Classics yang terus diperluas untuk memanjakan para penggemar loyal mereka yang merindukan sentuhan retro.
Namun, jangan terburu-buru membuka eShop dan berharap bisa langsung memainkannya begitu saja. Berbeda dengan emulator Game Boy atau SNES yang sudah ada sebelumnya, pengalaman Virtual Boy ini menuntut lebih dari sekadar unduhan digital. Ada prasyarat perangkat keras yang harus dipenuhi jika Anda ingin benar-benar merasakan sensasi tiga dimensi yang ditawarkan, sebuah langkah yang mungkin akan membuat dahi Anda berkerut atau justru tersenyum lebar karena antusiasme.
Eksperimen “Merah” yang Hidup Kembali
Virtual Boy dikenal sebagai konsol pertama yang mampu merender grafik 3D stereoskopik. Pada masanya, pemain harus menempelkan wajah ke facemask yang terpasang pada bipod, sebuah pengalaman yang jauh dari kata ergonomis jika dibandingkan dengan standar VR modern. Kini, Nintendo menghadirkan kembali pengalaman tersebut melalui layanan berlangganan Nintendo Switch Online + Expansion Pack. Ini adalah strategi cerdas untuk menambah nilai jual layanan mereka, mirip dengan bagaimana Nintendo Switch terus berinovasi dalam ekosistem digitalnya.
Meskipun konsol aslinya gagal total di pasaran—sebuah fakta yang diakui secara halus oleh banyak pihak—Nintendo memberikan kesempatan kedua bagi generasi yang melewatkan era 90-an. Ini adalah kesempatan langka untuk menjajal salah satu eksperimen paling aneh dalam sejarah perusahaan tersebut. Tentu saja, sensasi “masuk ke dimensi ketiga” dengan tampilan merah-hitam yang ikonik tetap menjadi daya tarik utamanya, seolah membawa Anda kembali ke masa lalu namun dengan teknologi yang lebih mumpuni.
Aksesoris Khusus: Replika Premium atau Kardus?
Inilah bagian yang paling menarik sekaligus menantang dompet Anda. Tidak seperti game retro lainnya yang bisa dimainkan langsung di layar TV atau handheld, emulator Virtual Boy ini mewajibkan penggunaan aksesoris khusus. Nintendo merilis add-on seharga $100 (sekitar Rp1,5 juta) yang secara estetika merupakan replika hampir sempurna dari konsol Virtual Boy asli. Perbedaan utamanya terletak pada fungsinya: alih-alih memiliki layar bawaan, alat ini memiliki slot untuk menyelipkan konsol Switch atau Switch 2 Anda.
Kabar baiknya, versi modern ini sudah nirkabel, menghilangkan keruwetan kabel yang ada pada versi orisinalnya. Namun, jika harga tersebut terasa terlalu curam untuk sebuah nostalgia yang mungkin hanya akan menjadi pajangan setelah musim panas berakhir, Nintendo menawarkan alternatif. Tersedia versi kardus seharga $25 (sekitar Rp390 ribu). Sayangnya, bagi Anda yang masih menyimpan headset Labo VR lama, perangkat tersebut tidak kompatibel di sini. Strategi penjualan aksesoris ini mengingatkan kita pada bagaimana game terlaris sering kali didukung oleh ekosistem merchandise yang kuat.
Daftar Game Peluncuran dan Masa Depan
Aplikasi Virtual Boy diluncurkan dengan deretan judul yang cukup solid untuk memulai petualangan merah Anda. Pengguna dapat langsung menikmati 3D Tetris, Galactic Pinball, Golf, The Mansion of Innsmouth, Red Alarm, Teleroboxer, dan tentu saja, Virtual Boy Wario Land. Judul-judul ini dipilih untuk memamerkan kemampuan stereoskopik unik yang menjadi ciri khas konsol tersebut.
Nintendo juga telah menjanjikan penambahan pustaka game di masa depan. Judul-judul seperti Mario Clash, Mario’s Tennis, dan Space Invaders Virtual Collection sudah masuk dalam daftar tunggu. Hal ini menunjukkan komitmen Nintendo untuk tidak sekadar merilis emulator “setengah hati”, melainkan sebuah platform kurasi sejarah yang serius. Bagi penggemar game klasik, ini sama menggembirakannya seperti saat mengetahui Super Mario 64 bisa dimainkan di platform modern.
Pada akhirnya, kehadiran Virtual Boy di tahun 2026 adalah bukti bahwa Nintendo tidak malu dengan masa lalunya, bahkan bagian yang kurang sukses sekalipun. Bagi Anda yang memiliki dana lebih dan rasa penasaran tinggi, ini adalah tiket emas untuk merasakan salah satu bab paling unik dalam sejarah video game.

