Telset.id â Lenovo akhirnya buka suara terkait laporan BIOS V42 yang bikin Legion Go mati total. Vendor asal China itu menegaskan bahwa pembaruan bermasalah tersebut sudah ditarik dari situs dukungan resminya, dan meminta pengguna yang terdampak untuk segera menghubungi layanan pelanggan.
Masalah ini mencuat setelah seorang Redditor memamerkan tagihan perbaikan hampir 300 dolar AS untuk handheld gaming PC mereka. Sejumlah laporan lain juga menyebutkan kerusakan serupa dengan biaya perbaikan yang tidak murah. Kini, Lenovo memberikan pernyataan resmi melalui direktur komunikasinya, Jeff Witt.
Pernyataan Resmi Lenovo soal BIOS V42
Dalam pernyataan yang diterima The Verge, Lenovo mengaku sadar bahwa sebagian perangkat Legion Go mengalami layar kosong saat instalasi BIOS versi V42. Perusahaan menegaskan bahwa BIOS V42 tidak didistribusikan melalui Windows Update atau Legion Space, dan update tersebut telah dihapus dari situs dukungannya sambil terus melakukan validasi.
Lenovo juga menyampaikan bahwa pengguna yang berhasil menyelesaikan update V42 tidak perlu mengambil tindakan lebih lanjut. Namun, bagi yang mengalami layar kosong saat instalasi, ada langkah yang bisa dicoba: tekan dan tahan tombol daya sekitar 10 detik, tunggu sekitar satu menit, lalu nyalakan kembali perangkat. Jika cara ini tidak berhasil, pengguna diminta menghubungi Lenovo Support.
Di forum resmi Lenovo, seorang pengguna dengan nama âDaniel_Legionâ yang mengaku karyawan Lenovo menyatakan bahwa perbaikan seharusnya gratis jika perangkat masih dalam garansi. Untuk perangkat di luar garansi, ia juga menyebut âseharusnya diperbaiki secara gratis, tetapi harap periksa hukum setempatâ.
Namun, akun Daniel_Legion tidak memiliki postingan lain yang terlihat di forum Lenovo. Pernyataan yang terdengar seperti âkami akan memperbaiki jika hukum mewajibkanâ tentu tidak terlalu meyakinkan. The Verge pun masih meminta konfirmasi dari Lenovo terkait keaslian pernyataan tersebut dan maknanya.
Perangkat yang Terdampak dan Proses Investigasi
Penting untuk dicatat bahwa tidak semua Legion Go rentan terhadap masalah ini. Hanya Legion Go 8APU1 generasi pertama yang terdampak, bukan Legion Go S atau Legion Go 2. Pengguna juga harus mengunduh BIOS V42 (N3CN42WW) langsung dari situs Lenovo selama sekitar dua bulan sebelum update tersebut ditarik.
Menariknya, tidak semua pengguna yang menginstal BIOS V42 mengalami masalah. Jurnalis The Verge, Sean Hollister, bahkan sengaja menginstal BIOS V42 pada unit review Legion Go miliknya. Setelah melewati urutan layar hitam, progress bar, dan peringatan yang berlangsung selama enam menit, perangkatnya berhasil booting normal. Ia bahkan bisa login ke Windows dengan mengetik PIN menggunakan kontrol gamepad, sesuatu yang tidak bisa dilakukan sebelum update.
Daniel_Legion juga mengungkapkan bahwa investigasi masih berlangsung. Tim di Eropa berhasil mereproduksi masalah ini pada tiga dari tiga perangkat yang diuji, tetapi tim lain tidak melihat masalah sama sekali. Ia menduga masalah ini terkait dengan komponen spesifik pada motherboard di batch tertentu, atau membutuhkan keadaan tertentu untuk muncul.
Menanggapi hal ini, The Verge menilai bahwa perusahaan seharusnya tidak perlu menunggu investigasi selesai untuk meyakinkan pelanggan. Sikap yang lebih baik adalah langsung mengatakan âjika kami yang menyebabkan, kami akan memperbaikinya, bahkan di luar garansiâ. Itulah yang dilakukan Framework saat menghadapi masalah BIOS yang merusak perangkat mereka.
Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah Lenovo akan memperpanjang garansi untuk menutup biaya perbaikan akibat BIOS V42. Yang jelas, pengguna yang terdampak disarankan untuk segera menghubungi dukungan resmi Lenovo. Sementara itu, Lenovo terus mengevaluasi dan memvalidasi pembaruan BIOS mendatang untuk Legion Go.
Bagi pengguna Legion Go di Indonesia, masalah ini menjadi pengingat penting untuk selalu berhati-hati saat menginstal pembaruan BIOS. Pastikan untuk membaca laporan pengguna lain sebelum memperbarui, dan selalu backup data penting. Kabar terbaru dari Lenovo ini juga menarik untuk disimak, mengingat perusahaan tersebut cukup aktif di pasar gaming tanah air lewat berbagai dukungan esports.
Jika kamu tertarik dengan produk Lenovo lainnya, ada beberapa laptop AI terbaru yang juga diluncurkan di Indonesia. Namun untuk urusan BIOS, sebaiknya tetap menunggu hasil investigasi dan pernyataan resmi selanjutnya dari Lenovo.





Komentar
Belum ada komentar.