Seseorang bermain Candy Crush di smartphone.

Karyawan King, Pengembang Candy Crush, Ancam Mogok Kerja 25 September 2026

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Staff King, pengembang Candy Crush Saga, berpotensi mogok kerja pada 25 September 2026
  • Pemberitahuan pemogokan dikirim serikat Unionen dan Sveriges Ingenjörer
  • Proposal CBA serikat ditolak manajemen King pada Agustus 2026
  • Pemogokan berlaku jika mediasi tak capai kesepakatan
  • King bagian dari Microsoft lewat akuisisi Activision Blizzard 2023 senilai US$68,7 miliar
  • Candy Crush Saga catat pendapatan US$875 juta sepanjang 2025
  • Pekerja Blizzard ratifikasi kontrak serikat pertama pekan ini

Telset.id – Staff di pengembang Candy Crush Saga, King, berpotensi melakukan mogok kerja pada 25 September 2026 setelah serikat pekerja Swedia Unionen dan Sveriges Ingenjörer mengirimkan pemberitahuan pemogokan. Langkah ini diambil setelah proposal perjanjian kerja bersama (collective bargaining agreement/CBA) yang diajukan serikat ditolak oleh manajemen studio pada Agustus 2026. Aksi ini menjadi tekanan langsung bagi King yang berada di bawah Microsoft, terutama karena Candy Crush Saga tercatat menghasilkan US$875 juta sepanjang 2025.

Pemberitahuan pemogokan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi kedua serikat. Unionen menegaskan bahwa anggotanya di King berhak mendapatkan kondisi kerja yang aman, hak bersuara di tempat kerja, dan aturan jelas yang berlaku untuk semua pihak. “Itulah sebabnya Unionen memberikan pemberitahuan tindakan pemogokan,” tulis Unionen dalam unggahan di LinkedIn. Sveriges Ingenjörer menyampaikan sikap serupa dalam pernyataannya sendiri.

Menurut keterangan serikat, pemogokan akan mulai berlaku pada 25 September jika anggota serikat dan manajemen King tidak mencapai kesepakatan melalui mediasi. King dianggap memicu jalur ini ketika menolak menerima proposal CBA yang diajukan, dengan alasan bahwa tunjangan yang sudah ada dinilai lebih baik bagi seluruh karyawan globalnya, termasuk yang berbasis di Swedia. Pemberitahuan pemogokan tidak selalu berarti aksi tersebut benar-benar berjalan, karena ancaman penghentian kerja sering kali cukup untuk membawa manajemen kembali ke meja perundingan.

King sendiri merupakan bagian dari Microsoft setelah raksasa teknologi itu mengakuisisi King melalui pembelian Activision Blizzard senilai US$68,7 miliar pada 2023. Posisi King dalam portofolio Microsoft tergolong strategis karena Candy Crush Saga menjadi salah satu penyumbang pendapatan game yang diandalkan. Angka US$875 juta yang dicatatkan Candy Crush Saga sepanjang 2025, sebagaimana dilaporkan Bloomberg, memperkuat posisi tersebut sekaligus menambah beban pada proses negosiasi kontrak yang sedang berjalan.

Negosiasi kontrak serikat di King bukan perkara baru. Para pengembang King telah berupaya merundingkan kontrak serikat selama bertahun-tahun, namun belum mencapai kesepakatan hingga proposal CBA mereka ditolak pada Agustus 2026. Kondisi ini membuat serikat pekerja menempuh jalur pemberitahuan pemogokan sebagai bentuk tekanan resmi terhadap manajemen studio.

Seseorang bermain Candy Crush di smartphone.

Tekanan pada negosiasi King juga datang dari perkembangan di unit lain Microsoft. Pekerja di Blizzard Entertainment meratifikasi kontrak serikat pertama mereka pada pekan yang sama, dengan memenangkan kenaikan upah, jadwal kerja hibrida, dan perlindungan “just cause”, di antara sejumlah tunjangan lain. Keberhasilan tersebut, ditambah peran King sebagai salah satu penyumbang pendapatan game yang terjamin bagi Microsoft, disebut semakin menambah tekanan pada negosiasi kontrak di King.

Dari sisi serikat pekerja, tuntutan yang diangkat menyangkut kondisi kerja yang aman, hak bersuara di tempat kerja, dan aturan yang berlaku jelas bagi semua karyawan. Unionen dan Sveriges Ingenjörer menempatkan isu-isu tersebut sebagai dasar pemberitahuan pemogokan. Sementara itu, posisi King merujuk pada tunjangan yang sudah berjalan dan berlaku bagi karyawan global, termasuk di Swedia.

Jika mediasi antara anggota serikat dan manajemen King tidak menghasilkan kesepakatan, pemogokan dijadwalkan mulai 25 September. Namun, karena pemberitahuan pemogokan tidak otomatis berarti aksi berjalan, hasil akhirnya tetap bergantung pada dinamika perundingan antara kedua pihak. Sejumlah pemberitaan teknologi juga menyoroti isu hak pekerja di sektor perangkat dan game, seperti yang dibahas dalam artikel tentang cacat Bluetooth Skullcandy dan ulasan Skullcandy Crusher 1080 ANC.

Bagi Microsoft, situasi ini menyentuh salah satu aset game yang paling stabil. King tidak hanya dikenal sebagai pengembang Candy Crush Saga, tetapi juga sebagai bagian dari struktur bisnis yang dibeli Microsoft melalui akuisisi Activision Blizzard. Karena itu, perkembangan negosiasi kontrak di King menjadi perhatian tidak hanya bagi karyawan dan serikat pekerja, tetapi juga bagi industri game secara lebih luas.

Hingga berita ini disusun, jalur yang tersisa adalah mediasi. Serikat pekerja telah menyampaikan tuntutannya, manajemen King telah menyampaikan alasannya menolak proposal CBA, dan tenggat 25 September menjadi penentu apakah ancaman pemogokan tersebut benar-benar dijalankan atau cukup menjadi tekanan agar negosiasi kembali berjalan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.