Telset.id – Valve akhirnya mengonfirmasi bahwa lampu merah (red light) pada Steam Machine yang kerap memicu kekhawatiran pengguna ternyata hanya bug pada sistem BIOS. Masalah ini menyebabkan indikator peringatan suhu menyala jauh sebelum komponen benar-benar berada dalam kondisi kritis.
Pengakuan ini muncul setelah seorang pengguna Reddit dengan nama Pure-Outcome-5977 membagikan tangkapan layar percakapannya dengan tim dukungan Valve. Dalam unggahan tersebut, pengguna melaporkan bahwa lampu merah peringatan menyala saat monitor sistem menunjukkan suhu CPU hanya 81°C dan GPU 71°C. Padahal, ambang batas peringatan yang seharusnya adalah 95°C untuk CPU dan 90°C untuk GPU.
Menanggapi laporan itu, Valve melalui perwakilan dukungannya mengakui adanya masalah pada BIOS saat ini. “Setelah berdiskusi dengan para insinyur kami, ada masalah yang diketahui pada BIOS saat ini yang menyebabkan lampu LED merah menyala jauh lebih awal dari yang seharusnya,” tulis perwakilan Valve dalam pesan yang diunggah oleh Pure-Outcome-5977.
Valve menegaskan bahwa meskipun lampu merah menyala, suhu operasional Steam Machine sebenarnya masih dalam batas normal. Perangkat akan mulai melakukan throttling performa saat suhu mencapai 100°C untuk CPU dan GPU, serta akan mati secara otomatis untuk melindungi diri jika suhu naik melebihi ambang tersebut.
Baca Juga:

## Perbaikan BIOS Segera Dirilis
Kabar baiknya, Valve memastikan bahwa masalah ini hanyalah gangguan sementara yang akan segera diperbaiki melalui pembaruan BIOS. Setelah pembaruan diterapkan, lampu merah peringatan hanya akan menyala ketika suhu CPU atau GPU mencapai 100°C, bukan lagi pada ambang 95/90°C seperti yang terjadi saat ini.
“Setelah pembaruan, peringatan lampu merah hanya akan terlihat setelah mencapai ambang batas 100/100°C untuk CPU/GPU, bukan 95/90°C seperti yang terjadi saat ini,” demikian kesimpulan pesan resmi dari dukungan Valve.
Perubahan ambang batas ini cukup signifikan mengingat konfigurasi hardware yang digunakan Steam Machine. Valve menggunakan CPU custom dengan TDP 30W yang di-tuning secara mobile, bukan prosesor desktop standar. Sebagai perbandingan, prosesor desktop seperti Ryzen 5 7500F memiliki TDP 65W dengan suhu operasional maksimum 95°C.
Dengan pengaturan khusus Valve, Steam Machine dikonfigurasi untuk melakukan throttling pada suhu 100°C dan mati otomatis pada suhu 105°C. Artinya, ambang batas baru untuk lampu merah di 100°C masih memberikan ruang aman sebelum perangkat benar-benar masuk ke mode proteksi.
## Bukan Pertama Kalinya
Menariknya, ini bukan kali pertama lampu merah pada Steam Machine menjadi sorotan media. Sebelumnya, perangkat ini sempat dikaitkan dengan fenomena yang dijuluki ‘Red Line of Death’ (RLOD), yang membuat banyak pengguna khawatir perangkat mereka mengalami kerusakan permanen.
Namun, Valve saat itu juga memberikan solusi resmi berupa prosedur reset CMOS yang cukup sederhana. Prosedur ini berhasil “menghidupkan kembali” Steam Machine yang terkena RLOD tanpa perlu perbaikan hardware yang rumit. Informasi lebih lanjut tentang prosedur ini bisa Anda temukan di artikel sebelumnya tentang solusi RLOD.

## Dampak bagi Pengguna
Bagi para pemilik Steam Machine, konfirmasi dari Valve ini tentu menjadi kabar melegakan. Lampu merah yang menyala lebih awal bukanlah indikasi kerusakan hardware atau overheating yang berbahaya. Perangkat tetap beroperasi dalam suhu normal dan aman digunakan.
Valve sendiri belum memberikan tanggal pasti kapan pembaruan BIOS akan dirilis. Namun, perusahaan menyebutkan bahwa perbaikan akan hadir “segera” (soon), yang seharusnya cukup memuaskan bagi sebagian besar pengguna yang mungkin merasa khawatir dengan indikasi lampu merah tersebut.
Satu hal yang perlu diingat, Valve juga telah merilis driver Windows resmi untuk Steam Machine, yang memungkinkan perangkat ini digunakan dengan sistem operasi selain SteamOS. Bagi pengguna yang tertarik menjajal driver Windows resmi, informasi lebih lanjut bisa didapatkan melalui kanal resmi Valve.
## Kesimpulan
Masalah lampu merah pada Steam Machine yang selama ini dikhawatirkan pengguna ternyata hanyalah bug pada BIOS yang menyebabkan indikator menyala terlalu dini. Valve telah mengonfirmasi masalah ini dan berjanji akan merilis pembaruan BIOS untuk memperbaikinya.
Setelah pembaruan diterapkan, ambang batas lampu merah akan dinaikkan dari 95/90°C menjadi 100/100°C untuk CPU/GPU, yang lebih sesuai dengan konfigurasi thermal perangkat. Dengan demikian, pengguna tidak perlu lagi khawatir berlebihan saat melihat lampu merah menyala saat sesi gaming yang panjang.
Bagi Anda yang penasaran bagaimana performa Steam Machine dibandingkan dengan perangkat lain, Anda bisa membaca ulasan tentang Mini PC AMD Ryzen AI Max+ 395 yang diklaim mampu mengalahkan SteamOS Valve, meskipun dengan harga yang jauh lebih tinggi.





Komentar
Belum ada komentar.