📑 Daftar Isi

Analis: Protes PS Plus Tak Akan Hentikan Sony Hentikan Disc 2028

Analis: Protes PS Plus Tak Akan Hentikan Sony Hentikan Disc 2028

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Keputusan Sony untuk menghentikan produksi disc fisik PlayStation pada 2028 memicu gelombang protes dari penggemar, termasuk aksi pembatalan massal langganan PS Plus. Namun, seorang analis industri game terkemuka menilai bahwa protes tersebut tidak akan mempengaruhi rencana raksasa teknologi asal Jepang itu.

Dr. Serkan Toto, CEO firma konsultan industri game Kantan Games, baru-baru ini memberikan pernyataan tegas kepada IGN mengenai aksi protes yang sedang berlangsung. Menurutnya, Sony tidak akan terpengaruh oleh gelombang ketidakpuasan ini. “Dari perspektif ekonomi, penjualan digital masuk akal, terutama bagi pemilik platform,” ujar Toto, menegaskan bahwa keuntungan finansial menjadi prioritas utama.

Keputusan Sony ini menjadi salah satu yang paling kontroversial dalam sejarah perusahaan. Tidak hanya penggemar yang kecewa, beberapa pengembang game terkenal seperti dari Baldur’s Gate 3 dan Animal Well juga menyuarakan kekecewaan mereka. Mereka menyatakan bahwa rilisan fisik menjadi alasan utama mereka ingin membuat game. Sebagai bentuk protes, pengguna batalkan langganan PS Plus secara massal untuk memberikan sinyal kepada Sony.

Protes Tidak Akan Mengubah Keputusan Sony

Dr. Toto memberikan analisis yang realistis mengenai dampak protes tersebut. Ia menyebutkan bahwa meskipun 500.000 dari 120 juta pelanggan PS Plus membatalkan langganan mereka, angka itu hanya mewakili 1% dari total basis pelanggan. Angka ini dianggap terlalu kecil untuk membuat Sony bergerak atau mengubah kebijakan digital-only mereka.

Lebih lanjut, Toto menjelaskan bahwa penjualan digital kini telah jauh melampaui penjualan fisik. Margin keuntungan dari penjualan digital terlalu besar untuk diabaikan oleh Sony. Data menunjukkan bahwa untuk game pihak ketiga, Sony mendapatkan potongan lisensi sekitar 15% dari penjualan fisik, sementara untuk penjualan digital, potongannya mencapai sekitar 30%. Untuk game eksklusif first-party, penjualan digital memberikan keuntungan 100% bagi Sony.

Langkah Sony ini juga didukung oleh pernyataan CEO Lords of the Fallen 2, Marek Tyminski. Ia mengatakan bahwa studio kecil kesulitan menutupi biaya produksi media fisik karena margin keuntungan yang tipis. Menurut Tyminski, studio mendapatkan sekitar $26 per unit untuk penjualan fisik, sementara untuk penjualan digital, studio bisa mendapatkan hingga $49 per unit.

Dr. Toto menambahkan bahwa margin keuntungan Sony saat ini terlalu lemah selama bertahun-tahun, sehingga mereka merasa harus bertindak. “Margin keuntungan mereka saat ini terlalu lemah selama bertahun-tahun, jadi mereka merasa harus bertindak,” tegas Toto. Kenaikan harga teknologi dan biaya produksi game yang terus meningkat membuat langkah ini sepertinya tidak terhindarkan.

Masa Depan Digital Console Gaming

Keputusan Sony ini didorong oleh kesuksesan GTA 6 yang menjadi game AAA besar pertama yang dirilis secara digital-only dengan harga $80. Langkah ini sepertinya memberi keberanian bagi banyak penerbit untuk melakukan hal yang sama. Sony akhirnya menjadi yang pertama menancapkan bendera digital-only di industri konsol.

Meskipun sebelumnya game seperti Alan Wake 2 gagal menjadi strictly digital setelah mendapat protes dari penggemar, situasi kini berbeda. GTA 6 dan Sony mungkin menjadi pionir masa depan konsol digital. Penghapusan film digital di PlayStation Store sebelumnya juga menunjukkan konsistensi Sony dalam bertransformasi ke ekosistem digital.

Keputusan Sony untuk menghentikan produksi disc fisik pada 2028 memang mengecewakan banyak pihak. Namun, dari perspektif finansial, keputusan ini masuk akal. Sony siap menghadapi badai PR dan akan melanjutkan rencana mereka seperti biasa. Industri game sepertinya harus bersiap menyambut era digital sepenuhnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.