📑 Daftar Isi

Valve Steam Machine dengan desain kompak diletakkan di atas meja

Valve Rilis Driver Windows Resmi untuk Steam Deck dan Steam Machine

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Valve merilis halaman Windows Resources untuk Steam Deck LCD, OLED, dan Steam Machine
  • Driver tersedia untuk APU, grafis, SD Card reader, Wi-Fi, Bluetooth, dan Audio
  • Valve tidak menyediakan dukungan resmi untuk Windows di perangkat keras mereka
  • Pengguna bertanggung jawab penuh atas instalasi dan dapat kembali ke SteamOS
  • Langkah ini memudahkan gamer yang membutuhkan Windows untuk gim dengan anti-cheat
  • SteamOS belum memiliki fitur dual-boot, Valve sedang mengerjakannya

Telset.id – Valve akhirnya merilis halaman sumber daya Windows resmi untuk perangkat keras Steam mereka, memberikan solusi bagi para gamer yang ingin mengganti SteamOS dengan Windows 11. Langkah ini memudahkan pemilik Steam Deck LCD, Steam Deck OLED, dan Steam Machine untuk menginstal sistem operasi Microsoft tanpa harus berburu driver di internet.

Halaman baru yang disebut Steam Hardware – Windows Resources ini menyediakan driver untuk berbagai komponen penting, termasuk APU, grafis, pembaca kartu SD, Wi-Fi, Bluetooth, dan Audio. Ketersediaan driver bervariasi tergantung pada perangkat keras Steam yang digunakan.

Keputusan Valve ini menjadi kabar baik bagi gamer yang merasa terbatas oleh kemampuan SteamOS. Banyak gim populer, terutama yang menggunakan aplikasi anti-cheat khusus, masih belum kompatibel dengan Linux. Oleh karena itu, menginstal Windows pada perangkat keras Steam menjadi satu-satunya cara untuk menikmati gim-gim tersebut.

a Steam Deck with Windows 11 on its screen

Meski demikian, Valve memberikan peringatan penting. Perusahaan menyatakan, “Kami menyediakan sumber daya ini apa adanya dan sayangnya tidak dapat menawarkan dukungan ‘Windows on Steam Hardware’. Jika Anda mengalami masalah dan perlu kembali ke SteamOS default, ikuti petunjuk pemulihan ini.” Pernyataan ini menegaskan bahwa pengguna bertanggung jawab penuh atas instalasi Windows mereka.

Ketiadaan dukungan resmi ini menjadi alasan utama Valve enggan memberikan subsidi pada Steam Machine. Karena pemilik dapat melakukan apa pun pada konsol PC ruang tamu mereka, menjual perangkat tidak secara otomatis menjamin Valve akan mendapatkan kembali diskon yang ditawarkan melalui penjualan gim. Hal ini menyebabkan harga Steam Machine yang relatif tinggi menjadi kerugian dibandingkan pesaing seperti PS5 atau Xbox.

Keunggulan SteamOS vs Kebutuhan Windows

Banyak gamer lebih memilih SteamOS daripada Windows, terutama karena sistem operasi Valve menawarkan lebih sedikit bloatware dibandingkan sistem Microsoft. Valve juga sedang mengerjakan SteamOS agar lebih kompatibel dengan rilis umum dan memungkinkan instalasi pada perangkat keras dengan CPU/GPU Intel dan GPU Nvidia.

Namun, karena banyak aplikasi anti-cheat yang masih belum kompatibel dengan Linux, menginstal Windows pada perangkat keras Steam menjadi solusi utama. Sayangnya, SteamOS saat ini belum memiliki kemampuan dual-boot. Fitur ini akan memberikan pengalaman terbaik bagi gamer: menggunakan Windows dengan konsekuensi performa untuk gim yang memerlukan aplikasi anti-cheat khusus, lalu beralih ke SteamOS untuk gim lainnya.

Valve mengonfirmasi bahwa mereka sedang mengerjakan kemampuan dual-boot ini, namun belum memberikan jadwal pasti kapan akan tersedia. Informasi ini penting bagi gamer yang menunggu fleksibilitas lebih dalam memilih sistem operasi.

Valve Steam Machine

Meskipun Steam Machine mendapat ulasan positif dari pengguna Steam Deck yang ingin upgrade ke perangkat lebih bertenaga, harganya yang tinggi membuatnya kurang kompetitif. Valve mengakui bahwa harga tersebut menjadi kendala utama di pasar.

Dengan dirilisnya driver Windows resmi ini, Valve memberikan fleksibilitas lebih kepada pengguna tanpa harus menyediakan dukungan penuh. Langkah ini menunjukkan komitmen Valve untuk tetap relevan di tengah persaingan konsol dan PC gaming.

Para gamer kini dapat menikmati gim favorit mereka yang membutuhkan anti-cheat di Windows, sambil tetap memiliki opsi untuk kembali ke SteamOS kapan saja. Ini adalah keseimbangan yang cerdas antara kebebasan pengguna dan keterbatasan teknis yang ada.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.