Telset.id β Genre turn-based RPG mengalami kebangkitan besar dalam dekade terakhir, dan sebagian dari kebangkitannya didorong oleh game-game dengan visual pixel art yang memukau. Meskipun banyak pengembang berlomba menghadirkan grafis realistis, sejumlah judul justru memilih kembali ke akar visual klasik dan berhasil menciptakan pengalaman bermain yang tak terlupakan. Bagi para penggemar JRPG, perpaduan gameplay modern dengan estetika retro ini menjadi daya tarik tersendiri.
Fenomena ini tidak hanya terjadi di pasar global, tetapi juga relevan bagi gamer Indonesia yang semakin aktif mencari game berkualitas. Platform seperti Steam dan konsol modern memudahkan akses ke judul-judul ini. Bagi pemilik Steam Deck, pengalaman memainkan JRPG pixel art modern menjadi lebih praktis dan fleksibel, baik di rumah maupun saat bepergian.
Berikut adalah lima game turn-based RPG modern dengan pixel art menakjubkan yang layak masuk daftar tunggu kamu.
Octopath Traveler: Pelopor Gaya HD-2D
Octopath Traveler dari Square Enix dirilis pada 2018 dan menjadi salah satu contoh terbaik genre ini. Game ini memperkenalkan gaya seni baru yang disebut HD-2D, di mana sprite pixel art 2D ditempatkan dalam dunia 3D yang memiliki kedalaman visual luar biasa. Pencahayaan dan bayangan yang diterapkan memberikan nuansa mewah, menjadikannya tampak seperti era baru pixel art.

Selain visualnya yang memukau, Octopath Traveler adalah turn-based RPG yang solid di jantungnya. Sistem combat-nya menampilkan kelemahan spesifik senjata dan elemen, serta mekanik break dan boost yang membuat pertarungan terasa cepat dan berdampak. Petualangan yang dipimpin delapan karakter utama dengan mekanik ini menciptakan gameplay loop yang sangat memuaskan.
Kesuksesan game ini melahirkan dua sekuel utama, yaitu Octopath Traveler 2 dan Octopath Traveler 0. Gaya HD-2D juga diadopsi ke berbagai rilis Square Enix lain seperti Triangle Strategy, Dragon Quest I & II HD-2D Remake, Star Ocean: The Second Story R, dan The Adventures of Elliot: The Millennium Tales. Gaya visual ini bahkan menginspirasi studio lain untuk menggunakan pendekatan serupa.
Baca Juga:
Chained Echoes: Homage untuk JRPG Era 90-an
Dirilis pada 2022, Chained Echoes adalah penghormatan untuk JRPG tahun 1990-an dengan turn-based combat, visual pixel art, dan mekanik gameplay yang hebat. Dikembangkan oleh Matthias Linda, RPG indie ini mungkin tidak memiliki kemewahan visual ala HD-2D, tetapi menonjol karena detail sprite dan dunia pixel art-nya yang luar biasa.

Dengan visual 16-bit, Chained Echoes mengikuti kisah sekelompok pahlawan yang semuanya bisa dianggap protagonis. Combat turn-based-nya terasa familiar bagi siapa pun yang pernah memainkan RPG era SNES, tetapi dilengkapi mekanik modern yang unik, termasuk overdrive meter dan Ultra Moves yang bisa dipilih saat bertarung. Gameplay loop-nya sangat memuaskan dan menjadi salah satu aspek yang paling dipuji dalam ulasan.
Game ini unggul dalam mereplikasi kehebatan RPG klasik 1990-an, tetapi terasa seperti judul modern yang menghindari kesalahan-kesalahan yang dibuat game klasik pada zamannya. Chained Echoes dengan mudah menjadi salah satu RPG terbaik 2022.
Rise of the Third Power: Permata Tersembunyi dari Stegosoft Games
Rise of the Third Power adalah salah satu turn-based RPG modern dengan pixel art yang paling kurang dikenal. Dikembangkan oleh Stegosoft Games, kreator Ara Fell, game ini merupakan ode untuk RPG klasik tahun 1990-an. Dirilis pada awal 2022, game ini mengikuti delapan pahlawan yang berlatar di dunia Rin, yang dilanda gejolak politik dan revolusi.

RPG indie ini membawa sentuhan modern pada gaya klasik yang menginspirasinya. Kamu bisa memainkan kedelapan pahlawan sekaligus tanpa perlu mengatur party sebelum bertarung. Ini memungkinkan kamu mencampur kemampuan dan mengeksploitasi kelemahan musuh secara langsung. Game ini juga menawarkan penyesuaian gear dan inventory agar loot terasa lebih bermakna dan permanen.
Dari segi visual, Rise of the Third Power tampil menawan dengan pixel art yang sangat detail, dipadukan dengan ilustrasi yang memukau baik di dalam maupun di luar pertarungan. Game ini memiliki status review 88% Positif di Steam, meskipun kurang dikenal dibanding judul lain di genre yang sama.
Cassette Beasts: Koleksi Monster dengan Sistem Fusion Unik
Salah satu game peniru PokΓ©mon terbaik dalam beberapa tahun terakhir adalah Cassette Beasts, meskipun judul seperti Palworld cenderung lebih populer. Dikembangkan oleh Bytten Studio, game ini dirilis pada 2023 dan mendapat sambutan luar biasa. RPG koleksi makhluk open-world ini memungkinkanmu menangkap monster berbeda dan menggunakannya dalam pertarungan turn-based.

Keunikan Cassette Beasts terletak pada sistem Fusion yang memungkinkanmu menggabungkan dua monster berbeda untuk menciptakan monster baru yang lebih kuat. Secara efektif, kamu adalah orang yang berubah menjadi monster yang kamu kumpulkan. Selain mekanik combat yang segar, eksplorasi open-world juga menjadi nilai jual karena memberikan lebih banyak kebebasan dibanding kebanyakan game sejenis.
Game ini memiliki grafis pixel art yang luar biasa dengan sprite 2D yang dibuat cermat dalam dunia pixel art 3D. Gaya ini mengingatkan pada HD-2D, tetapi memiliki identitasnya sendiri. Di Steam, Cassette Beasts memiliki status review 95% Positif dengan lebih dari 6000 ulasan, sebuah bukti kualitasnya di semua aspek.
Sea of Stars: Mahakarya dari Sabotage Studio
Sea of Stars adalah salah satu turn-based RPG modern terbaik dengan visual pixel art yang bisa kamu mainkan saat ini. Dikembangkan dan diterbitkan oleh Sabotage Studio, prekuel dari The Messenger ini pertama kali dirilis pada 2023 dan merupakan ode untuk RPG Square Enix terhebat sepanjang masa, yaitu Chrono Trigger.

Dengan karakter dan area pixel art yang penuh warna serta dirancang dengan baik, kualitas animasi game ini semakin meningkatkan daya tarik visualnya. Sea of Stars adalah mahakarya seni yang tidak pernah membuatmu bosan melihatnya. Lebih dari itu, game ini adalah turn-based RPG yang sangat baik di jantungnya, memberi penghormatan pada Chrono Trigger dengan mekanik modern yang membuatnya sangat menyenangkan.
Prompt real-time selama combat turn-based membuatnya terasa unik, sementara eksplorasi berbasis puzzle memberikan lapisan kompleksitas tambahan. Sea of Stars sudah menjadi salah satu turn-based RPG terbaik dekade ini dan akan terus menjadi favorit selama bertahun-tahun.
Bagi gamer yang ingin memperluas koleksi game, berbagai platform seperti Xbox Game Pass juga menawarkan opsi menarik. Sementara itu, pengguna Android bisa menantikan berbagai rilis baru yang dijadwalkan hadir, seperti yang dirangkum dalam daftar game Android paling dinanti.
Kelima game di atas membuktikan bahwa pixel art bukan sekadar nostalgia, melainkan medium artistik yang mampu menghadirkan pengalaman bermain modern yang mendalam dan memuaskan. Setiap judul menawarkan pendekatan uniknya sendiri, baik dari segi visual maupun mekanik gameplay, sehingga ada pilihan yang cocok untuk setiap selera penggemar JRPG.





Komentar
Belum ada komentar.