📑 Daftar Isi

Perbandingan Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G dan Samsung Galaxy A57 dengan spesifikasi lengkap

Perbandingan Redmi Note 15 Pro vs Galaxy A57: Mana Juaranya?

Terbit:
⏱️10 menit membaca
Penulis:User Generated Content
Bagikan:
Perbandingan antara Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G dan Samsung Galaxy A57 di tahun 2026 ibarat membandingkan seorang petinju kelas berat dengan atlet MMA—keduanya tangguh, tapi dengan pendekatan yang sangat berbeda. Dari sisi Display & Design, Redmi Note 15 Pro unggul dalam ukuran dengan layar AMOLED 6.83 inci, resolusi 1280 x 2772 piksel (447 ppi), dan peak brightness gila-gilaan 3200 nits yang bisa membuat mata perih. Namun, Samsung Galaxy A57 membalas dengan panel Super AMOLED+ 6.7 inci (1080 x 2340, 385 ppi) yang lebih kalibrasi warnanya, refresh rate 120Hz yang sama-sama mulus, dan yang paling penting: desain premium dengan frame aluminium dan glass back yang hanya 6.9mm tipis serta bobot 179 gram. Redmi terasa seperti bata dengan material plastik yang 'kretek-kretek', sementara Samsung memancarkan aura flagship sejati. Keduanya sama-sama dilindungi Gorilla Glass Victus 2 vs Victus+, tapi Redmi menang dengan sertifikasi IP68 yang lebih tinggi dari sekadar splash resistant milik Samsung—meski harus diakui, ketahanan jatuh 180 drops tanpa cacat itu mengesankan untuk kelas menengah. Memasuki ranah Performance, di sinilah jurang pemisah terlihat sangat jelas. Samsung Galaxy A57 ditenagai Exynos 1680 (4nm) dengan skor Antutu device 1.358.059 (CPU 502.983, GPU 365.357)—hampir dua kali lipat dari skor Redmi Note 15 Pro yang hanya 778.000 (CPU 340.631, GPU 156.582) dari MediaTek Dimensity 7400. Dalam istilah sederhana: Galaxy A57 bisa menjalankan Genshin Impact di setting tertinggi sambil merekam layar, sementara Redmi Note 15 Pro akan mulai tersendat dan mengeluarkan keringat dingin. GPU Mali-G615 MP2 milik Redmi jelas kalah jauh dari Xclipse 550 milik Samsung yang bahkan mendukung ray tracing. RAM LPDDR4X di Redmi juga terasa kuno dibandingkan LPDDR5 di Galaxy A57, dan storage UFS 2.2 vs UFS 3.1 membuat perbedaan kecepatan baca/tulis yang signifikan saat memuat game atau memindahkan file besar. Bagi pengguna yang hanya butuh media sosial dan browsing, Redmi masih cukup; tapi untuk performa jangka panjang, Samsung adalah pilihan yang jauh lebih aman. Dari sektor kamera, pertarungan ini menarik karena kedua ponsel punya filosofi berbeda. Redmi Note 15 Pro memasang sensor 200MP Samsung S5KHP3SP 1/1.4 inci dengan aperture ƒ/1.7 dan OIS—jumlah megapiksel yang menggiurkan untuk membual di grup WhatsApp. Namun, lensa ultrawide 8MP ƒ/2.8-nya terasa seperti 'anak tiri' yang kurang perhatian, dan tanpa lensa telefoto, zoom optik tidak tersedia. Samsung Galaxy A57 justru lebih bijak dengan kamera utama 50MP ƒ/1.8 (1/1.56 inci, 1.0µm, PDAF, OIS) yang lebih matang secara komputasional, ultrawide 12MP ƒ/2.2 yang lebih lebar dan tajam, plus makro 5MP yang—jujur saja—hanya pajangan. Dukungan video 4K@30fps dengan gyro-EIS di kedua ponsel, tapi Samsung unggul dengan fitur 10-bit HDR untuk selfie camera 12MP, sementara Redmi hanya punya 20MP yang biasa. Dalam kondisi low-light, OIS dan pixel binning Samsung lebih konsisten menghasilkan foto yang bersih, sedangkan Redmi cenderung over-sharpen. Baterai dan charging adalah medan perang di mana Redmi Note 15 Pro jelas menang telak. Kapasitas 6580 mAh dengan klaim runtime 61 jam adalah angka yang luar biasa—hampir setara power bank 10.000 mAh. Fast charging 45W memang terkesan 'pelan' untuk ukuran 2026, tapi dengan baterai sebesar itu, sekali cas bisa tahan dua hari. Samsung Galaxy A57 dengan 5000 mAh dan 45W wired charging memang lebih standar, tapi efisiensi chipset 4nm dan optimasi One UI 8.5 membuatnya mampu bertahan seharian penuh dengan pemakaian normal. Keduanya tidak mendukung wireless charging, jadi buat yang suka cas tanpa kabel, silakan cari di kelas flagship. Redmi juga punya reverse charging yang berguna untuk mengisi earbuds atau smartwatch—fitur yang tidak dimiliki Galaxy A57. Konektivitas dan software adalah area di mana Samsung kembali menunjukkan kelasnya. Galaxy A57 mendukung Bluetooth 6.0 dengan A2DP dan LE, Wi-Fi 6E dual-band, serta NFC (meski tergantung region), sementara Redmi Note 15 Pro hanya mentok di Bluetooth 5.4 dan Wi-Fi 6 (802.11ac). Keduanya sama-sama punya USB-C dan eSIM, tapi Samsung lebih fleksibel dengan dukungan hingga 2 eSIM aktif sekaligus. Dari sisi software, Samsung memberikan 6 tahun major Android upgrades (hingga Android 22) dengan One UI 8.5 yang dikenal bersih dan kaya fitur, sedangkan Xiaomi hanya berjanji 5 tahun update OS dengan HyperOS 2.0 yang kadang masih dihiasi bloatware. Ini adalah perbedaan yang krusial untuk umur pakai perangkat—Galaxy A57 akan tetap relevan hingga 2032, sementara Redmi Note 15 Pro 'pensiun' lebih cepat. Bagi yang peduli dengan keamanan jangka panjang dan update fitur, Samsung jelas pemenangnya. Kesimpulannya, jika Anda menginginkan ponsel dengan baterai super tahan lama dan layar paling terang di kelasnya, Redmi Note 15 Pro adalah pilihan yang menarik dengan harga lebih bersahabat. Namun, jika Anda menghargai performa mentah, desain premium, dukungan software jangka panjang, dan pengalaman kamera yang lebih konsisten, Samsung Galaxy A57 adalah investasi yang jauh lebih bijak. Dengan skor Antutu hampir dua kali lipat, build quality yang lebih baik, dan 6 tahun update, Galaxy A57 menawarkan nilai yang lebih baik per rupiah yang Anda keluarkan—terutama jika Anda berencana memakai ponsel ini lebih dari 3 tahun. Pilihan akhirnya kembali ke prioritas: apakah Anda butuh 'power bank berlayar' atau 'flagship sejati dengan harga menengah'?
778K
Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G

Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G

⚡Antutu: 778K
💾8GB / 512GB
📷200 MP + 8 MP
🏆 Pilihan Terbaik
Samsung Galaxy A57

Samsung Galaxy A57

💾[object Object] / 128GB
📷50 MP

Kelebihan dan Kekurangan

Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G

✅ Kelebihan
  • Baterai raksasa 6580 mAh yang bisa bertahan hingga 61 jam pemakaian—lebih mirip power bank daripada smartphone
  • Layar AMOLED 6.83 inci dengan refresh rate 120Hz dan peak brightness 3200 nits yang membuat layar lain terlihat redup
  • Kamera utama 200MP dengan sensor Samsung S5KHP3SP besar 1/1.4 inci dan OIS, siap mengabadikan kucing tetangga dengan detail bulu
  • Sertifikasi IP68 dan Corning Gorilla Glass Victus 2—tahan air, tahan debu, dan tahan banting (180 drops tanpa cacat)
  • Harga segmen menengah dengan spesifikasi flagship killer, plus 5 tahun update OS dari HyperOS 2.0
❌ Kekurangan
  • Chipset MediaTek Dimensity 7400 dengan skor Antutu 778.000 terasa seperti 'mesin mobil sport di badan sedan'—cukup, tapi tidak menggairahkan untuk gaming kelas berat
  • Menggunakan RAM LPDDR4X dan storage UFS 2.2 yang sudah 'jadul' di era LPDDR5 dan UFS 4.0, seperti memakai kaset di tengah era Spotify
  • Desain material plastik di harga yang mulai mendekati kelas menengah-atas—terasa agak 'kretek-kretek' saat diremas
  • Tidak ada audio jack 3.5mm—buat yang masih setia dengan earphone kabel, selamat berjuang dengan dongle
  • Kamera ultrawide hanya 8MP dengan aperture ƒ/2.8 yang kurang greget di kondisi minim cahaya

Samsung Galaxy A57

✅ Kelebihan
  • Chipset Exynos 1680 dengan skor Antutu device 1.358.059—jauh di atas Redmi Note 15 Pro, siap menangani gaming berat dan multitasking ekstrem
  • Desain premium dengan frame aluminium dan glass back Gorilla Glass Victus+, hanya 6.9mm tipis dan 179 gram—ramping dan ringan
  • Layar Super AMOLED+ 6.7 inci dengan refresh rate 120Hz dan peak brightness 1900 nits, plus HDR10+ untuk pengalaman menonton sinematik
  • Dukungan software hingga 6 major Android upgrades—investasi jangka panjang yang bikin perangkat ini awet sampai 2032
  • Kamera 50MP dengan OIS dan ultrawide 12MP yang solid, plus dukungan video 4K@30fps dengan gyro-EIS
  • Bluetooth 6.0 dan Wi-Fi 6E—konektivitas masa depan yang siap menghadapi era smart home
❌ Kekurangan
  • Baterai 5000 mAh terasa 'biasa saja' di tengah tren 6000-7000 mAh, meski dengan efisiensi chipset 4nm masih bisa bertahan seharian
  • Kamera makro 5MP yang terasa seperti 'hiasan'—mendingan dihapus saja daripada cuma jadi pajangan
  • Tidak ada slot microSD—buat yang suka menyimpan banyak file, pilihan storage 128GB mungkin bikin menyesal
  • NFC yang diklaim 'market/region dependent'—bikin was-was apakah e-wallet favoritmu bakal berfungsi
  • Harga jual yang lebih tinggi dari Redmi Note 15 Pro, sementara beberapa fitur seperti fast charging hanya 45W (bukan 120W)

Rekomendasi

Samsung Galaxy A57

Samsung Galaxy A57 adalah pemenang telak dalam perbandingan ini. Dengan skor Antutu 1.358.059 vs 778.000 (hampir dua kali lipat), Exynos 1680 memberikan performa yang jauh lebih siap untuk gaming berat, multitasking, dan kebutuhan 3-4 tahun ke depan. Desain premium dengan frame aluminium, glass back, dan ketipisan 6.9mm membuatnya terasa seperti flagship, bukan sekadar 'note'. Dukungan 6 tahun update Android adalah nilai jual terbesar—smartphone ini akan tetap relevan hingga 2032, sementara Redmi Note 15 Pro hanya mendapat 5 tahun. Kamera 50MP dengan OIS dan ultrawide 12MP lebih serbaguna dan konsisten dibandingkan sensor 200MP yang hanya unggul di jumlah megapiksel. Layar Super AMOLED+ dengan 1900 nits peak brightness memang kalah dari 3200 nits milik Redmi, tapi secara keseluruhan lebih seimbang dan nyaman. Satu-satunya kelemahan Galaxy A57 adalah baterai 5000 mAh yang lebih kecil, tapi efisiensi chipset 4nm dan optimasi One UI 8.5 yang baik membuatnya tetap mampu bertahan seharian penuh. Skor: 88/100.

Skor: 88/100

Perbandingan Spesifikasi

Spesifikasi
Xiaomi
Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G
Samsung
Samsung Galaxy A57
Type
AMOLED
Super AMOLED+, 120Hz, HDR10+, 1200 nits (HBM), 1900 nits (peak)
Density
447 ppi, Very high density
—
Diagonal
6.83",
6.7 inches, 110.2 cm2 (~88.8% screen-to-body ratio)
Resolution
1280 x 2772 px, FHD+
1080 x 2340 pixels, 19.5:9 ratio (~385 ppi density)
Aspect Ratio
20:9
—
Size
78.1 mm x 163.6 mm x 7.9 mm
—
Colors
BlackBlueGold
GrayNavy
Weight
204 g
179 g (6.31 oz)
Materials
Plastic
—
Repairability
Class A B C D E
—
Usable surface
86 %
—
Drop resistance
Class A B C D E, 180 drops without defects
—
Resistance certificates
IP68, Splash resistant
—
Protection
—
Corning Gorilla Glass Victus+, Mohs level 5
Build
—
Glass front (Gorilla Glass Victus+), aluminum frame, glass back (Gorilla Glass Victus+)
Dimensions
—
161.5 x 76.8 x 6.9 mm (6.36 x 3.02 x 0.27 in)
Others
Hole-punch Notch, 1920 Hz PWM, TÜV Rheinland Flicker-free Certified, 3840 Hz PWM, Refresh rate 120 Hz, Touch sampling rate 240 Hz, Touch sampling rate 480 Hz, Peak brightness - 3200 cd/m², 5000000:1 contrast ratio, TÜV Rheinland Eye Comfort Certification, HDR10+, Scratch resistant, Corning Gorilla Glass Victus 2, Multi-touch, Frameless, SGS Certified, TUV Rheinland Low Blue Light, Max brightness HBM - 1200 cd/m², DCI-P3, 12 Bits panel (10-bit +2-bit FRC), Dragontrail glass, Capacitive
—