πŸ“‘ Daftar Isi

Perbandingan spesifikasi Xiaomi Redmi 15C, Redmi A7 Pro, Infinix Hot 50 4G, Hot 50 Pro 4G, dan Infinix Hot 60i

Perbandingan HP Entry Level 2026: Redmi vs Infinix

Terbit:
⏱️10 menit membaca
Penulis:User Generated Content
Bagikan:
Pertarungan di kelas entry-level 2026 ini bagaikan adu telak antara lima kuda poni yang mencoba menjadi kuda balap. Xiaomi Redmi A7 Pro hadir dengan chipset Unisoc T8300 yang mencatat skor Antutu SoC tertinggi (287.761), mengungguli Dimensity 6300 pada Redmi 15C (264.289), Dimensity 6400 pada Infinix Hot 60i (berdasarkan skor device 369.418), dan Helio G100 pada dua seri Infinix Hot 50 (258.867). Secara praktis, Redmi A7 Pro akan terasa lebih responsif dalam multitasking dan gaming ringan, meskipun GPU Mali-G57 MC2 yang sama di semua perangkat berarti tidak ada lompatan besar untuk game berat. Namun, keunggulan ini sedikit ternoda oleh fast charging 15W yang terasa seperti mengisi bak mandi dengan sendok teh, terutama dengan baterai 6300 mAh yang besar. Dari sisi display, terjadi perpecahan yang menarik. Infinix Hot 50 Pro 4G menonjol dengan layar AMOLED 120Hz yang memukau, kecerahan puncak 1300 nits, dan kerapatan 392 ppi, jelas lebih unggul dari panel IPS LCD pada pesaingnya. Infinix Hot 50 4G juga menawarkan resolusi Full HD+ 1080p dengan 396 ppi, sementara Redmi 15C, Redmi A7 Pro, dan Hot 60i semuanya terjebak di resolusi HD+ 720p dengan kerapatan ~254 ppi. Pada layar 6.7-6.9 inci, perbedaan ini sangat terlihat; teks akan tampak kurang tajam dan pengalaman menonton video kurang imersif. Namun, layar AMOLED dan FHD+ tersebut datang dengan konsekuensi: tidak ada dukungan 5G pada kedua Infinix Hot 50, sebuah kekurangan yang semakin sulit diterima di tahun 2026 ketika jaringan 5G sudah menjadi standar di perkotaan. Beralih ke baterai, Redmi A7 Pro memimpin dengan kapasitas 6300 mAh, diikuti Redmi 15C dan Hot 60i dengan 6000 mAh, dan Hot 50 series dengan 5000 mAh. Untuk daya tahan, Redmi A7 Pro jelas juaranya, mampu bertahan hingga dua hari dengan penggunaan normal. Namun, ironisnya, pengisian dayanya adalah yang paling lambat (15W), sementara Redmi 15C dan Hot 50 Pro menawarkan 33W. Ini adalah trade-off yang aneh; Anda mendapatkan baterai raksasa tetapi harus bersabar saat mengisi ulang. Infinix Hot 60i dan Hot 50 series memiliki fitur bypass charging yang cerdas, yang memungkinkan daya langsung ke sistem saat gaming untuk mengurangi panas dan memperpanjang umur baterai, sebuah nilai tambah yang tidak dimiliki Xiaomi. Untuk kamera, tidak ada pemenang yang jelas. Semua perangkat mengandalkan kamera utama 50MP (kecuali Redmi A7 Pro dengan 32MP), dengan aperture bervariasi. Infinix Hot 50 4G dan Hot 60i memiliki aperture f/1.6 yang lebih baik untuk kondisi minim cahaya, sementara Redmi 15C dan Hot 50 Pro 4G memiliki f/1.8. Sayangnya, tidak ada yang menawarkan lensa ultrawide; lensa tambahan hanyalah sensor kedalaman atau auxiliary yang tidak berguna. Kamera selfie juga biasa saja, dengan Hot 60i menjadi yang terburuk (5MP) dan lainnya di 8MP. Hasilnya, semua perangkat ini akan menghasilkan foto yang cukup baik di siang hari, tetapi akan kesulitan di malam hari. Jangan berharap keajaiban di kelas harga ini. Software menjadi medan pertempuran lain yang krusial. Xiaomi Redmi A7 Pro menawarkan dukungan hingga 4 kali upgrade Android utama (Android 16 ke Android 20) dengan HyperOS 3, menjadikannya yang paling future-proof. Redmi 15C hanya mendapat 2 kali upgrade, sementara Infinix Hot 50 Pro 4G hanya 2 tahun upgrade OS dan 3 tahun security. Infinix Hot 50 4G dan Hot 60i bahkan tidak menyebutkan komitmen update, sebuah tanda bahaya untuk umur panjang perangkat. Di era di mana keamanan digital sangat penting, Redmi A7 Pro jelas unggul dan menawarkan ketenangan pikiran yang lebih baik. Terakhir, konektivitas. Redmi 15C dan Redmi A7 Pro mendukung 5G dengan band yang luas, sementara Infinix Hot 60i juga mendukung 5G SA/NSA. Kedua Infinix Hot 50 series tidak mendukung 5G, yang merupakan kelemahan signifikan. NFC hadir di Redmi 15C (bergantung region), kedua Infinix Hot 50, dan Hot 60i, tetapi tidak di Redmi A7 Pro. Untuk pembayaran contactless, ini bisa menjadi deal-breaker bagi sebagian orang. Semua perangkat memiliki USB-C, Bluetooth 5.4 (kecuali Hot 50 4G yang tidak spesifik), dan jack audio 3.5mm. Speaker stereo hadir di Redmi A7 Pro, Hot 50 Pro, dan Hot 60i, memberikan pengalaman audio yang lebih baik untuk menonton video atau bermain game.
Xiaomi Redmi 15C

Xiaomi Redmi 15C

Rp 2.349.000
Harga pasar
πŸ’Ύ[object Object] / 128GB
πŸ“·50 MP
πŸ† Pilihan Terbaik
Xiaomi Redmi A7 Pro

Xiaomi Redmi A7 Pro

Rp 1.849.000
Harga pasar
πŸ’Ύ[object Object] / 64GB
πŸ“·32 MP
Infinix Hot 50 4G

Infinix Hot 50 4G

πŸ’Ύ[object Object] / 128GB
πŸ“·50 MP
420K
Infinix Hot 50 Pro 4G

Infinix Hot 50 Pro 4G

⚑Antutu: 420K
πŸ’Ύ8GB / 256GB
πŸ“·50 MP + 0.8 MP + 2 MP
Infinix Hot 60i

Infinix Hot 60i

Rp 2.799.000
Harga pasar
πŸ’Ύ[object Object] / 128GB
πŸ“·50 MP

Kelebihan dan Kekurangan

Xiaomi Redmi 15C

βœ… Kelebihan
  • Baterai 6000 mAh dengan fast charging 33W (pengisian 50% dalam 28 menit) adalah yang tercepat di kelasnya
  • Chipset Dimensity 6300 (6nm) menawarkan efisiensi daya yang baik dan dukungan 5G yang luas
  • Layar 120Hz dengan kecerahan 810 nits (HBM) cukup terang untuk penggunaan outdoor
  • Dukungan software hingga 2 kali upgrade Android utama (Android 15 ke Android 17) dengan HyperOS 2
  • Memiliki NFC (bergantung region) dan FM radio, fitur yang jarang ada di kelas ini
  • Tersedia opsi RAM hingga 8GB dan storage hingga 256GB dengan slot microSD khusus
❌ Kekurangan
  • Resolusi layar hanya HD+ (720p) dengan kerapatan piksel 254 ppi, kurang tajam untuk ukuran 6.9 inci
  • Kamera utama 50MP hanya didukung lensa auxiliary, bukan ultrawide atau makro yang sebenarnya
  • Desain menggunakan material plastik dengan berat 211 gram, terasa berat dan kurang premium
  • Skor Antutu SoC (264.289) lebih rendah dibanding Redmi A7 Pro dan Infinix Hot 60i
  • Tidak ada sertifikasi ketahanan air atau debu (IP rating)

Xiaomi Redmi A7 Pro

βœ… Kelebihan
  • Chipset Unisoc T8300 (6nm) dengan skor Antutu SoC tertinggi (287.761) di antara semua pesaing
  • Baterai terbesar di kelasnya: 6300 mAh dengan daya tahan sangat lama
  • Dukungan software paling lama: hingga 4 kali upgrade Android utama (Android 16 ke Android 20) dengan HyperOS 3
  • Speaker stereo untuk pengalaman audio yang lebih imersif
  • Harga paling terjangkau (Rp1.849.000) dengan performa terbaik
  • Layar 120Hz dengan screen-to-body ratio 84.3% yang lebih baik
❌ Kekurangan
  • Fast charging hanya 15W, sangat lambat untuk baterai 6300 mAh (butuh waktu lama untuk penuh)
  • Kamera utama hanya 32MP tanpa fitur tambahan seperti HDR atau panorama
  • Tidak ada NFC, mengurangi fungsionalitas untuk pembayaran digital
  • Resolusi layar masih HD+ (720p) dengan kerapatan 254 ppi
  • Pilihan RAM terbatas maksimal 6GB, tidak ada opsi 8GB

Infinix Hot 50 4G

βœ… Kelebihan
  • Layar Full HD+ (1080 x 2460) dengan kerapatan 396 ppi, paling tajam di antara semua produk
  • Desain paling tipis (7.7mm) dan ringan (187 gram) dengan rasio layar-ke-body 86%
  • Kamera utama 50MP dengan aperture f/1.6 yang lebih besar dan dukungan video 1440p@30fps
  • Harga sangat kompetitif dengan varian RAM hingga 8GB dan storage 256GB
  • Fitur bypass charging yang memperpanjang umur baterai saat gaming
  • NFC tersedia untuk pembayaran digital
❌ Kekurangan
  • Tidak mendukung 5G, hanya 4G LTE (ketinggalan zaman di tahun 2026)
  • Baterai paling kecil (5000 mAh) dengan fast charging 18W yang standar
  • Software hanya Android 14 dengan XOS 14.5, tanpa jaminan upgrade yang jelas
  • Chipset Helio G100 (6nm) memiliki skor Antutu terendah (258.867) di antara pesaing
  • Tidak ada sertifikasi IP rating untuk ketahanan air/debu

Infinix Hot 50 Pro 4G

βœ… Kelebihan
  • Layar AMOLED 120Hz dengan kecerahan puncak 1300 nits, terbaik di kelas ini untuk kualitas visual
  • Fitur Always-On Display dan sertifikasi TÜV Rheinland Eye Comfort untuk kenyamanan mata
  • Fast charging 33W dengan baterai 5000 mAh dan fitur bypass charging
  • Dukungan NFC, Dolby Atmos, dan speaker stereo untuk pengalaman multimedia yang lebih baik
  • Sertifikasi IP54 untuk ketahanan terhadap debu dan percikan air
  • Skor Antutu device 420.000 (versi 10) yang cukup solid untuk kelas menengah
❌ Kekurangan
  • Tidak mendukung 5G, hanya 4G LTE (kurang future-proof)
  • Dukungan software hanya 2 tahun upgrade OS dan 3 tahun security, lebih pendek dari Redmi A7 Pro
  • Menggunakan storage eMMC 5.1 yang lebih lambat dibanding UFS pada pesaing
  • Kamera selfie 8MP tanpa fitur HDR atau video berkualitas tinggi
  • Harga tidak disebutkan, tapi spesifikasi mirip dengan Hot 50 4G dengan peningkatan layar

Infinix Hot 60i

βœ… Kelebihan
  • Chipset Dimensity 6400 (6nm) dengan CPU 2.5GHz, tercepat di antara semua pesaing (skor Antutu device 369.418)
  • Baterai 6000 mAh dengan fast charging 18W dan fitur bypass charging
  • Mendukung 5G SA/NSA dengan harga yang kompetitif
  • Kamera utama 50MP dengan aperture f/1.6 yang baik untuk kondisi low-light
  • Speaker stereo untuk audio yang lebih baik
  • NFC tersedia untuk pembayaran digital
❌ Kekurangan
  • Resolusi layar hanya HD+ (720p) dengan kerapatan 260 ppi, kurang tajam
  • RAM hanya 4GB tanpa opsi yang lebih tinggi, membatasi multitasking
  • Kamera selfie 5MP, kualitas terendah di antara semua produk
  • Fast charging 18W tergolong lambat untuk baterai 6000 mAh
  • Skor GPU Antutu device (23.882) sangat rendah, kurang ideal untuk gaming berat

Rekomendasi

Xiaomi Redmi A7 Pro

Xiaomi Redmi A7 Pro adalah pemenang yang jelas untuk kelas entry-level di tahun 2026. Dengan harga termurah (Rp1.849.000), ia menawarkan skor Antutu SoC tertinggi (287.761) berkat chipset Unisoc T8300, baterai terbesar (6300 mAh), dan dukungan software terlama (4 tahun upgrade Android). Meskipun fast charging 15W-nya lambat dan kameranya sederhana, kombinasi performa, daya tahan, dan umur software menjadikannya investasi paling cerdas untuk pengguna yang menginginkan HP murah yang awet. Kekurangan seperti kurangnya NFC dan layar HD+ bisa dimaafkan mengingat harga yang sangat agresif dan prioritas pada hal-hal yang benar-benar penting: performa dan baterai.

Skor: 85/100

Perbandingan Spesifikasi

Spesifikasi
Xiaomi
Xiaomi Redmi 15C
Xiaomi
Xiaomi Redmi A7 Pro
Infinix
Infinix Hot 50 4G
Infinix
Infinix Hot 50 Pro 4G
Infinix
Infinix Hot 60i
Type
IPS LCD, 120Hz, 810 nits (HBM)
IPS LCD, 120Hz, 800 nits (peak)
IPS LCD, 120Hz, 800 nits (typ)
AMOLED
IPS LCD, 120Hz, 560 nits (typ), 670 nits (HBM)
Diagonal
6.9 inches, 114.9 cm2 (~81.8% screen-to-body ratio)
6.9 inches, 114.9 cm2 (~84.3% screen-to-body ratio)
6.78 inches, 109.2 cm2 (~86.0% screen-to-body ratio)
6.78",
6.75 inches, 110.0 cm2 (~84.6% screen-to-body ratio)
Protection
Mohs level 6
β€”
β€”
β€”
β€”
Resolution
720 x 1600 pixels, 20:9 ratio (~254 ppi density)
720 x 1600 pixels, 20:9 ratio (~254 ppi density)
1080 x 2460 pixels (~396 ppi density)
1080 x 2436 px, FHD+
720 x 1600 pixels, 20:9 ratio (~260 ppi density)
Colors
BlackBlueGreenMintPurple
BlackBlueOrange
BlackGreenGreyTitanium
BlackGrayPurple
BlackBlueGreenPlumRed
Weight
211 g (7.44 oz)
210 g (7.41 oz)
187 g (6.60 oz)
190 g
199 g (7.02 oz)
Dimensions
173.2 x 81.1 x 8.2 mm (6.82 x 3.19 x 0.32 in)
171.5 x 79.5 x 8.2 mm (6.75 x 3.13 x 0.32 in)
167.9 x 75.6 x 7.7 mm (6.61 x 2.98 x 0.30 in)
β€”
167.4 x 77.7 x 8.1 mm (6.59 x 3.06 x 0.32 in)
Build
β€”
β€”
Glass front, plastic back, plastic frame
β€”
β€”
Density
β€”
β€”
β€”
392 ppi, High Density
β€”
Aspect Ratio
β€”
β€”
β€”
21:9
β€”
Size
β€”
β€”
β€”
76.4 mm x 167.0 mm x 7.4 mm
β€”
Materials
β€”
β€”
β€”
Plastic, Glass
β€”
Usable surface
β€”
β€”
β€”
84 %
β€”
Resistance certificates
β€”
β€”
β€”
IP54
β€”
Others
β€”
β€”
β€”
Hole-punch Notch, Refresh rate 120 Hz, Peak brightness - 1300 cd/m², Always-On Display, TÜV Rheinland Eye Comfort Certification, Scratch resistant, Corning Gorilla Glass, Multi-touch, Frameless, Brightnes 550 cd/m² (typ), DCI-P3, 10 Bits panel, 2.5D curved glass screen, Capacitive
β€”