
Tecno Pova 7 5G
Kelebihan dan Kekurangan
Tecno Pova 7 5G
- Layar IPS LCD 6.78 inci dengan refresh rate 144Hz dan kecerahan puncak 900 nits, sangat mulus untuk scrolling dan gaming.
- Baterai jumbo 6000 mAh dengan fast charging 45W dan dukungan wireless charging 30W, fitur yang sangat langka di kelas harga ini.
- Performa gaming solid berkat chipset Dimensity 7300 Ultra (4nm) dan skor Antutu V10 yang mengesankan (854.837).
- Sudah menjalankan Android 15 dengan HiOS 15, memberikan pengalaman software terbaru.
- Kamera utama 64MP dengan dual LED flash dan dukungan perekaman video 4K, cukup mumpuni untuk fotografi kasual.
- Konektivitas lengkap: WiFi 6, Bluetooth 5.3, NFC, dan Infrared blaster.
- Desain menggunakan material polikarbonat penuh, terasa kurang premium dibandingkan pesaing dengan frame logam atau kaca.
- Kamera ultrawide hanya 0.3MP yang pada praktiknya hanyalah sensor depth, tidak berguna untuk foto lebar.
- Tidak ada audio jack 3.5mm, bisa jadi masalah bagi pengguna yang masih setia dengan earphone kabel.
- Bobot 207 gram tergolong berat, mungkin kurang nyaman untuk penggunaan satu tangan dalam waktu lama.
- Skor DxOMark tidak tersedia, membuat sulit untuk membandingkan kualitas kamera secara objektif dengan kompetitor.
- Kebijakan update software tidak dijelaskan secara gamblang, hanya 'Android 15 HiOS 15' tanpa komitmen jangka panjang.
Infinix Hot 70 Pro
- Harga lebih terjangkau (Rp 2.399.000) dibandingkan Tecno, menjadikannya pilihan menarik di segmen entry-level.
- Desain lebih ramping dan modern dengan ketebalan hanya 7.9mm, serta pilihan warna yang lebih beragam.
- Kamera utama 50MP dengan aperture f/1.8 dan PDAF, ditambah kemampuan merekam video 1440p yang lebih tinggi dari Tecno.
- Baterai 6000 mAh dengan fast charging 45W yang diklaim mampu mengisi 50% dalam 25 menit, sangat cepat.
- Dukungan software lebih baik: Android 16 dengan XOS 16 dan janji hingga 3 kali pembaruan Android utama.
- Memiliki audio jack 3.5mm dan radio FM, fitur yang masih dicari banyak orang di negara berkembang.
- Performa cukup baik dengan chipset Dimensity 7100 (6nm) dan GPU Mali-G610 MC2 untuk gaming kelas menengah.
- Skor Antutu tidak tersedia, sehingga sulit untuk memverifikasi klaim performa dibandingkan Tecno secara langsung.
- Konektivitas WiFi hanya mendukung standar 802.11 a/b/g/n/ac (WiFi 5), tidak secepat Tecno yang sudah WiFi 6.
- Bluetooth 5.4 memang lebih baru, tapi dukungan codec audio seperti LDAC tidak disebutkan secara eksplisit.
- Navigasi hanya GPS, tidak ada dukungan Beidou atau Galileo seperti di Tecno, bisa memengaruhi akurasi di area tertentu.
- Belum dirilis (Coming soon - 2026), jadi ketersediaan dan ulasan pengguna nyata belum ada.
- Tidak ada dukungan wireless charging, fitur yang sudah ada di Tecno Pova 7 5G.
- Resolusi layar 1080 x 2344 pixels dengan rasio 20:9, sedikit lebih rendah dibandingkan Tecno (1080 x 2460) dalam hal ketajaman.
Rekomendasi
Tecno Pova 7 5G keluar sebagai pemenang karena menawarkan paket yang lebih lengkap dan 'masa depan' di kelas harganya. Meskipun lebih mahal sekitar Rp 800.000, Anda mendapatkan layar dengan refresh rate 144Hz yang sama, tapi dengan resolusi lebih tinggi (1080x2460 vs 1080x2344) dan perlindungan Gorilla Glass 7i yang lebih premium. Yang paling krusial, Tecno unggul dalam performa mentah dengan skor Antutu V10 yang sangat tinggi (854.837) berkat chipset Dimensity 7300 Ultra (4nm) yang lebih efisien, serta dukungan WiFi 6 dan wireless charging 30W yang sangat jarang ditemui di kelas ini. Baterai 6000 mAh-nya juga sama besar. Meskipun Infinix Hot 70 Pro menjanjikan update software lebih lama (3 tahun) dan kamera video 1440p, Tecno memberikan nilai lebih baik secara keseluruhan untuk pengguna yang menginginkan performa gaming maksimal dan fitur konektivitas terkini. Ini adalah pilihan yang lebih 'tahan banting' untuk 2-3 tahun ke depan.


