Mari kita jujur, membandingkan vivo Y12a dan Y12i di tahun 2026 seperti membandingkan dua model kereta uap di era kereta cepat. Keduanya ditenagai oleh chipset yang sama, Qualcomm Snapdragon 439 (12nm). Chipset ini adalah artefak museum yang menggunakan core Cortex-A53. Jika Anda mencoba menjalankan aplikasi modern hari ini, bersiaplah untuk menikmati slideshow, bukan pengalaman multitasking yang lancar. GPU Adreno 505 di dalamnya hanyalah hiasan yang tidak akan mampu menangani game ringan sekalipun dengan layak.
Dari sisi display, vivo Y12a sedikit unggul dengan layar 6.51 inci (720x1600 piksel) dibandingkan Y12i yang hanya 6.35 inci (720x1544 piksel). Keduanya memiliki densitas piksel di kisaran 268-270 ppi, yang artinya mata Anda akan dengan mudah melihat kotak-kotak piksel jika Anda memiliki penglihatan normal. Material bodi plastik dengan frame plastik adalah standar 'murah meriah' yang membuat perangkat ini terasa seperti mainan anak-anak daripada alat komunikasi.
Sektor konektivitas adalah tempat di mana kedua ponsel ini benar-benar menunjukkan umur mereka. Keduanya masih terjebak di era microUSB 2.0, sebuah dosa besar di tahun 2026. Anda harus membawa kabel khusus ke mana-mana karena dunia sudah beralih ke USB-C. vivo Y12a setidaknya lebih baik dengan dukungan Wi-Fi dual-band, sedangkan Y12i masih terjebak di 2.4GHz yang seringkali penuh sesak dan lambat di area publik.
Untuk urusan software, ini adalah pembeda utama. vivo Y12a hadir dengan Android 11, sedangkan Y12i membawa Android 9 (Pie). Menggunakan Android 9 di tahun 2026 adalah resep bencana keamanan. Tanpa patch keamanan terbaru, ponsel Anda hanyalah pintu terbuka bagi malware. Setidaknya, Android 11 pada Y12a masih memberikan sedikit ruang untuk kompatibilitas aplikasi dasar yang masih mendukung API versi tersebut.
Terakhir, kamera 13 MP pada kedua perangkat ini hanyalah sekadar 'ada'. Jangan berharap hasil foto yang tajam atau kemampuan low-light yang mumpuni. Keduanya mampu merekam video 1080p, namun dengan stabilisasi yang absen, hasil videonya akan terlihat seperti rekaman gempa bumi. Jika Anda mencari ponsel untuk penggunaan harian di tahun 2026, kedua perangkat ini hanyalah beban bagi produktivitas Anda.
Kelebihan dan Kekurangan
vivo Y12a
â
Kelebihan
- Software lebih baru (Android 11 vs Android 9)
- Dukungan dual-band Wi-Fi yang lebih stabil
- Slot microSD dedicated (tidak mengorbankan SIM 2)
â Kekurangan
- Masih menggunakan port microUSB yang sudah sangat ketinggalan zaman
- Performa chipset Snapdragon 439 sangat lambat untuk standar 2026
- Resolusi layar rendah (720p) pada bentang 6.51 inci
vivo Y12i
â
Kelebihan
- Desain bodi sedikit lebih ringkas
- Harga pasar yang seharusnya sudah sangat murah
â Kekurangan
- OS Android 9 yang sudah tidak relevan dan tidak aman
- Slot microSD hybrid (harus memilih antara kartu memori atau SIM 2)
- Bluetooth versi 4.0 yang sangat jadul dan boros daya
Rekomendasi
vivo Y12a
Meskipun keduanya adalah perangkat 'fosil' teknologi, vivo Y12a sedikit lebih bisa ditoleransi karena menjalankan Android 11. Menggunakan vivo Y12i di tahun 2026 adalah tindakan nekat karena dukungan keamanan Android 9 sudah lama mati total.
Skor: 45/100








