📑 Daftar Isi

Perbandingan smartphone POCO X8 Pro Max dan Motorola Edge 60 Pro berdampingan

Perbandingan POCO X8 Pro Max vs Motorola Edge 60 Pro 2026

Terbit:
⏱️8 menit membaca
Penulis:User Generated Content
Bagikan:
Dalam pertarungan dua ponsel mid-to-high-end di tahun 2026, POCO X8 Pro Max dan Motorola Edge 60 Pro menawarkan filosofi yang sangat berbeda. POCO hadir sebagai 'monster performa' dengan chipset MediaTek Dimensity 9500s (3nm) yang mencetak skor AnTuTu 3.080.000, sementara Motorola mengandalkan Dimensity 8350 Extreme (4nm) yang diperkirakan hanya mencapai sekitar 1.4-1.5 juta. Perbedaan ini sangat signifikan: POCO mampu menjalankan game berat seperti Genshin Impact atau Honkai: Star Rail di pengaturan tertinggi tanpa hambatan, sedangkan Motorola mungkin akan mulai tersendat pada frame rate tinggi. Layar POCO juga lebih besar (6.83 inci QHD+ vs 6.7 inci FHD+), dengan densitas 447 ppi dan kecerahan puncak 3500 nits yang membuatnya lebih unggul untuk konsumsi media di luar ruangan, meski keduanya sama-sama menggunakan panel AMOLED/P-OLED 120Hz. Dari segi daya tahan, POCO benar-benar 'cheat code'. Baterai 8500 mAh Si-Carbon-nya adalah yang terbesar di kelasnya, memberikan runtime hingga 80 jam dalam pemakaian normal—cukup untuk 2-3 hari tanpa mengisi daya. Motorola dengan 6000 mAh sebenarnya sudah sangat baik, tetapi tetap kalah telak. POCO juga mendukung fast charging 100W yang lebih cepat dari 90W Motorola, meski Motorola unggul dengan adanya wireless charging 15W yang tidak dimiliki POCO. Untuk pengguna yang sering bepergian atau malas mengisi daya, POCO adalah pilihan yang jauh lebih praktis. Namun, Motorola membalas di sektor fotografi. Sistem triple camera 50MP-nya jauh lebih serbaguna: lensa utama dengan OIS, lensa telephoto 3x optical zoom, dan ultrawide 120° dengan validasi warna Pantone menghasilkan foto yang lebih akurat, detail, dan fleksibel. Kamera selfie 50MP Motorola juga mampu merekam 4K, sesuatu yang tidak bisa dilakukan kamera selfie 20MP POCO. Jika Anda seorang content creator atau penggemar fotografi, Motorola jelas pemenangnya. POCO, dengan sensor utama 50MP dan ultrawide 8MP yang 'seadanya', hanya menghasilkan foto yang 'cukup' untuk media sosial. Desain dan konektivitas juga menjadi medan pertempuran. Motorola menang dalam portabilitas: bobot 186 gram dan ketebalan 8.2 mm dengan bahan eco leather terasa premium dan ringan, kontras dengan POCO yang 219 gram dan terasa seperti 'batu bata'. Namun, POCO unggul dalam ketahanan berkat sertifikasi IP68/IP69 dan ketahanan jatuh 180 kali, serta konektivitas masa depan seperti WiFi 7 dan Bluetooth 6.0. Motorola hanya memiliki WiFi 6E dan Bluetooth versi standar. Untuk pengguna yang menginginkan ponsel tahan banting dan siap untuk teknologi terbaru, POCO lebih unggul. Software menjadi pertimbangan jangka panjang. POCO menjanjikan 5 tahun update OS dan security dari Android 16, sedangkan Motorola hanya 3 tahun upgrade dari Android 15. Ini berarti POCO akan mendapatkan versi Android hingga 2029, sementara Motorola berhenti di 2028. Keduanya menawarkan antarmuka yang relatif bersih, tetapi POCO dengan HyperOS 3.X mungkin lebih kaya fitur, sementara Motorola dengan near-stock Android lebih minimalis. Bagi pengguna yang ingin ponsel awet hingga 5 tahun ke depan, POCO adalah pilihan yang lebih aman. Kesimpulannya, pilihan tergantung pada prioritas. Jika Anda seorang gamer hardcore, pengguna yang membutuhkan daya tahan baterai super, dan menginginkan investasi jangka panjang dengan konektivitas terbaru, POCO X8 Pro Max adalah jawabannya. Namun, jika Anda lebih mementingkan fotografi serbaguna, desain ringan dan premium, serta pengalaman software yang bersih, Motorola Edge 60 Pro adalah alternatif yang layak. Dengan harga yang hampir sama (POCO Rp 7.379.000 vs Motorola Rp 6.999.000), POCO menawarkan nilai lebih dalam hal performa dan baterai, sehingga layak menjadi rekomendasi utama dengan skor 85.
🏆 Pilihan Terbaik
3.1M
POCO X8 Pro Max

POCO X8 Pro Max

Rp 7.379.000
Harga pasar
Antutu: 3.1M
💾12GB / 256GB
📷50 MP + 8 MP
Motorola Edge 60 Pro

Motorola Edge 60 Pro

Rp 6.999.000
Harga pasar
💾[object Object] / 256GB
📷50 MP

Kelebihan dan Kekurangan

POCO X8 Pro Max

✅ Kelebihan
  • Baterai 8500 mAh raksasa dengan Si-Carbon, tahan hingga ~80 jam pemakaian normal, jauh di atas rata-rata flagship 2026.
  • Performa mentah gila-gilaan: Skor AnTuTu 3.08 juta berkat Dimensity 9500s 3nm, cocok untuk gaming berat dan multitasking ekstrem.
  • Layar AMOLED 6.83 inci QHD+ dengan kecerahan puncak 3500 nits dan PWM 3840 Hz, nyaman di mata dan luar biasa di luar ruangan.
  • Ketahanan IP68/IP69 dan sertifikasi drop resistance 180 jatuh tanpa cacat, bikin si 'kasar' ini jadi pilihan tangguh.
  • Dukungan software 5 tahun (OS + security) dari Android 16, menjanjikan umur pakai panjang dengan update terbaru.
  • Konektivitas super lengkap: WiFi 7, Bluetooth 6.0, eSIM, NFC, dan Infrared, siap untuk kebutuhan masa depan.
❌ Kekurangan
  • Kamera utama 'biasa aja' dengan sensor 50MP dan kamera ultrawide 8MP yang kurang kompetitif di kelasnya, hasil fotonya standar.
  • Bobot 219 gram terasa seperti membawa batu bata kecil di saku, kurang ergonomis untuk penggunaan satu tangan.
  • Desain material fiberglass dan aluminium terasa premium, tapi pilihan warna terbatas dan agak membosankan.
  • Kamera selfie 20MP dengan aperture f/2.2 kurang impresif, hasil foto selfie di low-light biasa saja.
  • Tidak ada audio jack 3.5mm dan radio FM, mungkin mengecewakan bagi audiophile yang suka kabel.

Motorola Edge 60 Pro

✅ Kelebihan
  • Kamera serbaguna dengan triple 50MP: wide (OIS), telephoto 3x optical zoom (OIS), dan ultrawide 120°, plus validasi warna Pantone untuk akurasi warna profesional.
  • Desain sangat ringan dan tipis: hanya 186 gram dan 8.2 mm, dengan bahan eco leather yang premium dan nyaman digenggam.
  • Layar P-OLED 6.7 inci dengan kecerahan puncak 4500 nits dan refresh rate 120Hz, sangat cerah dan responsif untuk konten HDR.
  • Baterai 6000 mAh dengan Si/C Li-Ion, ditambah fast charging 90W dan wireless charging 15W, memberikan fleksibilitas pengisian daya yang baik.
  • Kamera selfie 50MP yang sangat mumpuni, mampu merekam 4K, cocok untuk vlogger dan content creator.
  • Software Android 15 dengan jaminan 3 tahun upgrade, antarmuka near-stock yang bersih dan bebas bloatware.
❌ Kekurangan
  • Performa chipset Dimensity 8350 Extreme (4nm) kalah jauh dari Dimensity 9500s, skor AnTuTu diperkirakan di bawah 1.5 juta, kurang greget untuk gaming maksimal.
  • Baterai 6000 mAh lebih kecil dibanding POCO, dan daya tahan ~80 jam dari POCO membuat Motorola terlihat 'biasa saja' dalam hal stamina.
  • Layar hanya resolusi 1220 x 2712 piksel (kurang dari QHD+), densitas sedikit lebih rendah (444 vs 447 ppi), meski secara kasat mata hampir sama.
  • Tidak ada dukungan WiFi 7 (hanya WiFi 6E) dan Bluetooth versi tidak disebutkan, kalah canggih dalam konektivitas masa depan.
  • Harga peluncuran sekitar Rp 7 juta, cukup tinggi untuk spesifikasi yang tidak terlalu 'ekstrem' di sektor performa.
  • Dukungan software hanya 3 tahun, lebih pendek dari POCO yang 5 tahun, sehingga umur pakai jangka panjang kurang optimal.

Rekomendasi

POCO X8 Pro Max

POCO X8 Pro Max memenangkan perbandingan ini karena menawarkan proposisi nilai yang lebih kuat untuk pengguna yang menginginkan performa absolut dan daya tahan baterai luar biasa. Dengan skor AnTuTu 3.08 juta dari chipset Dimensity 9500s 3nm, ia menghancurkan Motorola Edge 60 Pro dalam tugas berat seperti gaming dan rendering. Baterai 8500 mAh Si-Carbon adalah monster yang mampu bertahan hingga 80 jam, jauh melampaui 6000 mAh milik Motorola. Ditambah lagi, layar QHD+ 6.83 inci dengan kecerahan 3500 nits, sertifikasi IP68/IP69, dan dukungan software 5 tahun menjadikannya investasi jangka panjang yang lebih baik. Meskipun kamera Motorola lebih unggul, POCO unggul dalam aspek-aspek krusial yang paling dicari oleh pengguna power-user. Skor akhir 85.

Skor: 85/100

Perbandingan Spesifikasi

Spesifikasi
POCO
POCO X8 Pro Max
Motorola
Motorola Edge 60 Pro
Type
AMOLED
P-OLED, 1B colors, 120Hz, 720Hz PWM, HDR10+, 4500 nits peak
Density
447 ppi, Very high density
Diagonal
6.83",
6.7 inches, 108.4 cm2 (~92.2% screen-to-body ratio)
Resolution
1280 x 2772 px, QHD
1220 x 2712 pixels, 20:9 ratio (~444 ppi density)
Aspect Ratio
19.5:9
Size
77.9 mm x 163.0 mm x 8.2 mm
Colors
BlackGreenWhite
Blue
Weight
219 g
186 g (6.56 oz)
Materials
Aluminium alloy, Fiberglass
Repairability
Class A B C D E
Usable surface
90 %
Drop resistance
Class A B C D E, 180 drops without defects
Resistance certificates
IP68, IP69
Protection
Corning Gorilla Glass 7i, Mohs level 4
Build
Glass front (Gorilla Glass 7i), plastic frame, silicone polymer (eco leather) back
Dimensions
160.7 x 73.1 x 8.2 mm (6.33 x 2.88 x 0.32 in)
Others
Hole-punch Notch, TÜV Rheinland Flicker-free Certified, 3840 Hz PWM, Refresh rate 120 Hz, Touch sampling rate 480 Hz, Peak brightness - 3500 cd/m², 8000000:1 contrast ratio, TÜV Rheinland Eye Comfort Certification, HDR10+, Dolby Vision, Scratch resistant, Multi-touch, Frameless, SGS Certified, TÜV Low Blue Light, DCI-P3, 12 Bits panel (10-bit +2-bit FRC), Capacitive