Kelebihan dan Kekurangan
vivo Y03
- Chipset MediaTek Helio G85 (12 nm) dengan skor AnTuTu SoC 178.306 (CPU 151.513 + GPU 26.793), jauh lebih bertenaga untuk gaming ringan dibanding rival
- Layar IPS LCD 6.56 inci 90Hz dengan kerapatan 269 ppi, sedikit lebih tajam dari Tecno
- Bodi lebih ringan (185 g) dan lebih tipis (8.4 mm) sehingga lebih nyaman digenggam
- Konektivitas jauh lebih lengkap: Wi-Fi dual-band a/b/g/n/ac, Bluetooth 5.0 dengan A2DP/LE, navigasi GPS+GALILEO+GLONASS+BDS+QZSS, NFC (sayangnya tidak ada)
- Dukungan microSDXC dedicated slot tanpa mengorbankan slot SIM kedua
- Harga jual kembali (resale value) vivo umumnya lebih stabil di pasar Indonesia
- Refresh rate hanya 90Hz, kalah dari 120Hz milik Tecno Spark Go 2
- Kamera selfie hanya 5 MP, kalah jauh dari 8 MP milik Tecno
- Android 14 dengan Funtouch 14 (rilis Maret 2024), sudah tertinggal satu generasi dari Android 15 milik Tecno
- Tidak ada NFC untuk pembayaran digital
- Kamera utama 13 MP f/2.2 tanpa HDR, aperture lebih kecil dari f/1.8 Tecno
- Tidak ada pemindai sidik jari, hanya mengandalkan accelerometer dan proximity
Tecno Spark Go 2
- Layar IPS LCD 6.67 inci dengan refresh rate 120Hz, lebih luas dan lebih halus untuk scrolling
- Kamera selfie 8 MP, lebih baik untuk video call dan selfie dibanding vivo
- Kamera utama 13 MP f/1.8 dengan PDAF dan HDR, aperture lebih besar sehingga lebih baik di kondisi low-light
- Android 15 dengan HIOS 15 (rilis Juni 2025), sistem operasi lebih baru
- Pemindai sidik jari side-mounted, fitur keamanan yang tidak dimiliki vivo Y03
- Speaker ganda (dual speakers) untuk pengalaman audio lebih baik
- Harga lebih terjangkau (Rp1.099.000) dan varian penyimpanan lebih banyak (hingga 256GB/4GB RAM)
- Dual-LED flash di kamera belakang dan depan
- Chipset Unisoc T7250 (12 nm) dengan GPU Mali-G57 MP1, performa jauh lebih lemah dari Helio G85
- Tidak ada data skor AnTuTu resmi, tapi secara spesifikasi jelas kalah dari Helio G85
- Konektivitas sangat minim: tidak ada detail Wi-Fi standard, Bluetooth hanya 'Yes' tanpa versi jelas, navigasi hanya GPS
- Tidak ada NFC
- Bobot tidak dicantumkan (kemungkinan lebih berat dari vivo)
- RAM dasar hanya 3 GB pada varian termurah, kurang untuk multitasking modern
- Tidak ada informasi lengkap soal band 4G (hanya 'LTE')
Rekomendasi
Meskipun Tecno Spark Go 2 menawarkan layar 120Hz dan Android 15 yang lebih baru, vivo Y03 unggul secara fundamental di area yang paling penting: performa. Chipset MediaTek Helio G85 dengan skor AnTuTu SoC 178.306 (CPU 151.513 + GPU 26.793) jauh melampaui Unisoc T7250 yang hanya mengandalkan Mali-G57 MP1. Untuk pengguna yang butuh smartphone tahan lama untuk gaming ringan, multitasking, dan penggunaan sehari-hari yang lancar, vivo Y03 adalah pilihan lebih bijak. Ditambah lagi, konektivitas vivo Y03 jauh lebih lengkap (Wi-Fi dual-band, Bluetooth 5.0, navigasi multi-satelit), bobot lebih ringan, dan ekosistem vivo di Indonesia lebih matang. Tecno hanya menang di refresh rate layar dan kamera selfie, yang bisa dibilang 'kosmetik' dibanding keunggulan performa dan konektivitas vivo.







