Kelebihan dan Kekurangan
Tecno Spark 50
- Chipset MediaTek Dimensity 6400 (6nm) yang lebih modern dan efisien dibanding pesaingnya, memberikan performa CPU dan GPU yang lebih baik untuk gaming ringan hingga menengah.
- Refresh rate 120Hz pada layar IPS LCD 6.78 inci, memberikan pengalaman scrolling dan animasi yang lebih mulus dibandingkan standar 60Hz atau 90Hz di kelasnya.
- Kapasitas baterai jumbo 6500 mAh dengan dukungan fast charging 45W, menjanjikan daya tahan sangat lama dan pengisian yang relatif cepat untuk ukuran baterai sebesar itu.
- Menjalankan Android 16 dengan HIOS 16 langsung dari kotak, menjadikannya salah satu yang pertama di kelas entry-level dengan versi OS terbaru.
- Pilihan RAM hingga 8GB dan penyimpanan internal hingga 256GB memberikan fleksibilitas bagi pengguna dengan kebutuhan multitasking atau penyimpanan file besar.
- Desain lebih ramping (8.2mm) dengan pilihan warna yang lebih bervariasi, memberikan kesan lebih premium dibanding pesaingnya yang polos.
- Resolusi layar masih HD+ (720 x 1576 piksel) dengan kerapatan piksel ~256 ppi, yang kurang tajam untuk menonton video atau membaca teks kecil jika dibandingkan dengan layar Full HD+.
- Kamera belakang hanya mengandalkan satu lensa 50 MP tanpa lensa ultrawide atau makro, sehingga kurang fleksibel untuk berbagai skenario pemotretan.
- Tidak dilengkapi NFC, sehingga tidak mendukung pembayaran contactless (seperti Google Pay) atau transfer data cepat antar perangkat.
- Speaker yang digunakan adalah speaker mono (tidak stereo), yang mengurangi pengalaman audio saat menonton video atau bermain game tanpa headset.
- Tidak ada sertifikasi ketahanan terhadap air dan debu (IP rating) yang disebutkan, meskipun vivo Y11d memiliki IP65, ini menjadi kekurangan relatif.
- Skor benchmark Antutu tidak disediakan, sehingga sulit untuk membandingkan performa mentahnya secara langsung dengan kompetitor secara transparan.
vivo Y11d
- Memiliki sertifikasi IP65 yang memberikan ketahanan terhadap percikan air dan debu, sebuah fitur yang sangat langka dan berharga di kelas harga ini.
- Skor Antutu v10 sebesar 252.597 yang jelas tertera memberikan gambaran transparan mengenai tingkat performanya, memudahkan konsumen untuk membandingkan.
- Layar memiliki sertifikasi TUV Rheinland Low Blue Light dan kecerahan puncak hingga 570 cd/m² (HBM), yang lebih nyaman di mata dan lebih mudah dilihat di bawah sinar matahari langsung.
- Dilengkapi dengan dual speaker (stereo) yang memberikan kualitas audio lebih imersif untuk menonton film atau bermain game.
- Konektivitas lebih lengkap dengan dukungan VoLTE, Wi-Fi Display, dan USB Host 2.0 (OTG), memberikan fleksibilitas lebih untuk koneksi perangkat lain.
- Baterai 6500 mAh yang sama besarnya dengan Tecno, namun dengan teknologi pengisian cepat 44W yang hanya sedikit lebih lambat dari Tecno.
- Desain dengan bahan plastik yang terasa kokoh dan memiliki sertifikasi ketahanan, serta pilihan warna hitam yang elegan.
- Chipset Unisoc Tiger T612 (12nm) sudah tergolong lawas dan kurang bertenaga dibandingkan Dimensity 6400 pada Tecno, terutama dalam hal efisiensi daya dan performa grafis (GPU Mali-G57 MP1 lebih rendah).
- Refresh rate layar hanya 90Hz, tidak semulus 120Hz yang ditawarkan Tecno Spark 50.
- Masih berjalan pada Android 14 dengan Funtouch OS 14, yang berarti tertinggal dua versi utama dari Android 16 yang dibawa Tecno.
- Kamera belakang ganda (50 MP + 0.1 MP) terkesan hanya untuk gimmick karena lensa keduanya tidak berfungsi signifikan, dan kamera selfie 5 MP-nya tajamnya sangat kurang.
- Tidak memiliki NFC, sama seperti Tecno, sehingga fitur pembayaran contactless tidak tersedia.
- Desain lebih tebal (8.4mm) dan berat (209g), serta hanya tersedia dalam satu pilihan warna yang kurang menarik.
- Pengisian daya 44W sedikit lebih lambat dari 45W milik Tecno, meskipun perbedaannya tidak signifikan secara praktis.
Rekomendasi
Tecno Spark 50 keluar sebagai pemenang yang jelas dalam perbandingan ini. Meskipun vivo Y11d menawarkan sertifikasi IP65 yang jarang ada dan speaker stereo, Tecno Spark 50 unggul dalam aspek-aspek yang lebih fundamental dan berdampak langsung pada pengalaman pengguna sehari-hari. Chipset MediaTek Dimensity 6400 (6nm) milik Tecno secara signifikan lebih modern dan efisien dibandingkan Unisoc T612 (12nm) milik vivo. Ini berarti performa CPU dan GPU yang lebih baik untuk gaming dan multitasking, serta manajemen daya yang lebih hemat. Layar 120Hz pada Tecno juga memberikan sensasi kesan lebih premium dan mulus dibandingkan 90Hz pada vivo, meskipun resolusi keduanya sama-sama HD+. Ditambah lagi, Tecno sudah menjalankan Android 16 terbaru, sementara vivo masih tertahan di Android 14. Untuk pengguna yang menginginkan performa terbaik, kelancaran visual, dan pembaruan software terlama, Tecno Spark 50 adalah pilihan yang jauh lebih logis di harga yang hanya berselisih sekitar Rp 500.000. Skor 85/100 mencerminkan dominasi Tecno dalam performa dan software, dengan pengurangan poin karena kurangnya NFC dan speaker stereo yang dimiliki lawannya.








