Dalam pertarungan kelas entry-level 2026 ini, kita membandingkan Xiaomi Poco C81 Pro melawan Motorola Moto G06 Power. Dari segi display, Poco C81 Pro unggul dengan ukuran layar 6.9 inch dan peak brightness 800 nits, tapi resolusi HD+ 720p dengan kerapatan 254 ppi membuat ketajaman gambar kurang memuaskan. Moto G06 Power sedikit lebih kecil di 6.88 inch dengan resolusi 720 x 1640 pixels (260 ppi), namun keunggulan proteksi Corning Gorilla Glass 3 membuatnya lebih tahan banting. Secara desain, Moto G06 Power tampil lebih premium dengan bahan silicone polymer back (eco leather) yang nyaman digenggam, sementara Poco C81 Pro masih setia dengan plastik polos yang terkesan murahan. Bobot Moto G06 Power memang lebih berat di 220 gram dibanding Poco C81 Pro yang 208 gram, tapi itu adalah trade-off yang wajar untuk baterai yang lebih besar.
Beralih ke performa, keduanya sama-sama menggunakan chipset 12nm yang sudah ketinggalan zaman di tahun 2026. Poco C81 Pro ditenagai Unisoc T7250 dengan CPU Octa-core (2x1.8 GHz Cortex-A75 & 6x1.6 GHz Cortex-A55) dan GPU Mali-G57 MP1, sementara Moto G06 Power menggunakan Mediatek Helio G81 Ultra dengan CPU Octa-core (2x2.0 GHz Cortex-A75 & 6x1.7 GHz Cortex-A55) dan GPU Mali-G52 MC2. Secara teori, Helio G81 Ultra menang tipis dalam hal clock speed CPU, tapi GPU Mali-G52 MC2 sebenarnya lebih lemah dari Mali-G57 MP1 dalam beberapa benchmark. Namun dalam penggunaan real-world, keduanya sama-sama hanya mampu menjalankan game berat di setting rendah. Untuk urusan RAM dan storage, Moto G06 Power menawarkan fleksibilitas lebih dengan varian hingga 8 GB RAM, sementara Poco C81 Pro mentok di 4 GB yang membuat multitasking terasa seperti berjalan di lumpur.
Sektor kamera adalah jurang pemisah yang sangat dalam. Poco C81 Pro hanya memiliki kamera utama 13 MP dengan aperture f/2.2 yang hasilnya bisa dibilang 'maksa banget untuk disebut kamera'. Sementara Moto G06 Power dibekali sensor 50 MP dengan aperture f/1.8 dan PDAF yang menghasilkan foto lebih detail, tajam, dan memiliki dynamic range lebih baik. Ini perbedaan yang signifikan, seperti membandingkan kamera jaman Nokia 3310 dengan kamera smartphone modern. Untuk selfie, keduanya sama-sama 8 MP, namun Poco C81 Pro sedikit lebih terang dengan aperture f/2.0 dibanding f/2.1 milik Moto G06 Power. Hasil akhirnya tetap sama: selfie yang cukup untuk kebutuhan medsos, tapi jangan berharap bisa memotret wajah artis dengan detail kulit yang sempurna.
Baterai adalah senjata andalan kedua produk ini. Poco C81 Pro unggul dengan kapasitas 6000 mAh dan dukungan reverse wired charging 7.5W, fitur yang jarang ada di kelas entry-level. Namun Moto G06 Power benar-benar gila dengan baterai 7000 mAh yang membuatnya bisa bertahan hampir dua hari untuk penggunaan normal. Sayangnya, fast charging 18W pada Moto G06 Power terasa seperti siput yang berlomba dengan kura-kura untuk mengisi baterai raksasanya, butuh waktu sekitar 2 jam lebih untuk mencapai 100%. Poco C81 Pro dengan 15W juga tidak lebih baik, seperti mengisi ulang ponsel dengan sedotan. Untuk urusan software, Xiaomi jelas unggul dengan Android 15 dan janji update hingga 4 major Android upgrades serta HyperOS 3, sementara Motorola cuma memberikan Android 15 polos tanpa kepastian update jangka panjang.
Dari sisi konektivitas, kedua ponsel ini sama-sama tidak mendukung 5G, sebuah kekurangan yang cukup memalukan di tahun 2026. Keduanya mendukung WiFi dual-band, Bluetooth, dan NFC (meski tergantung region). Poco C81 Pro masih menyediakan FM radio, sementara Moto G06 Power dengan tega membuang fitur tersebut. Speaker stereo pada Moto G06 Power jelas lebih unggul untuk pengalaman multimedia, sementara Poco C81 Pro hanya punya loudspeaker mono yang suaranya seperti terompet mainan. Kesimpulannya, jika kamu mencari ponsel dengan baterai paling awet, kamera lebih baik, dan desain premium, Moto G06 Power adalah pilihan yang tepat. Namun jika kamu mengutamakan update software jangka panjang dan fitur radio FM, Poco C81 Pro bisa jadi pertimbangan, asalkan kamu siap dengan performa dan kamera yang pas-pasan.
Kelebihan dan Kekurangan
Xiaomi Poco C81 Pro
โ
Kelebihan
- Baterai jumbo 6000 mAh dengan dukungan reverse wired charging 7.5W, bisa jadi power bank darurat untuk teman yang hp-nya sekarat
- Layar 6.9 inch IPS LCD 120Hz dengan peak brightness 800 nits, cukup lega untuk scrolling drama Korea sambil rebahan
- Software update support sampai 4 major Android upgrades dari Android 15, jarang ada di kelas entry-level
- Fitur NFC tersedia di beberapa region, berguna untuk mobile payment di era serba cashless
- Ada FM radio dan audio jack 3.5mm, cocok buat kamu yang masih setia dengan radio dan earphone kabel jadul
- Bobot 208 gram terasa solid dan kokoh di tangan, memberikan kesan premium meski bahan plastik
โ Kekurangan
- Chipset Unisoc T7250 (12nm) terasa seperti mesin jahit yang dipaksa jadi mesin balap, performanya pas-pasan untuk gaming
- Layar hanya resolusi HD+ 720p dengan kerapatan 254 ppi, kalau dilihat terlalu dekat kamu bisa menghitung pikselnya satu-satu
- Kamera utama cuma 13 MP, hasil fotonya seperti lukisan cat air yang luntur kena hujan
- Fast charging cuma 15W, mengisi baterai 6000 mAh seperti mengisi kolam renang dengan gayung
- Tidak mendukung 5G, di era 2026 ini rasanya seperti membeli mesin fax di tengah maraknya email
- GPU Mali-G57 MP1 yang lemah membuat game berat seperti PUBG Mobile harus di setting ke low dan 30fps
Motorola Moto G06 Power
โ
Kelebihan
- Baterai 7000 mAh adalah monster, bisa tahan dua hari bahkan untuk pengguna berat sekalipun, mungkin kamu bisa lupa letak charger di rumah
- Kamera utama 50 MP dengan aperture f/1.8 dan PDAF, hasil foto lebih tajam dan detail dibanding kompetitornya
- Desain belakang silicone polymer (eco leather) yang premium dan nyaman digenggam, tidak licin seperti sabun mandi
- Sudah dilindungi Corning Gorilla Glass 3 dengan Mohs level 4, lebih tahan terhadap goresan kunci atau koin di saku
- Speaker stereo memberikan pengalaman audio yang lebih immersive, cocok buat nonton YouTube sambil masak
- Opsi RAM hingga 8 GB untuk varian 256 GB, multitasking lebih lancar tanpa harus sering menutup aplikasi
โ Kekurangan
- Tidak ada radio FM, buat kamu yang suka dengerin siaran bola, ini adalah pengkhianatan kecil
- Fast charging 18W terbilang lambat untuk baterai 7000 mAh, seperti mengisi tangki mobil dengan selang air minum
- Chipset Helio G81 Ultra (12nm) masih kelas menengah bawah, jangan harap bisa main game dengan setting ultra
- Layar 6.88 inch HD+ dengan 260 ppi, masih kurang tajam untuk menikmati konten HDR atau video 4K
- Tidak ada dukungan 5G, membuat hp ini seperti dinosaurus di dunia yang sudah dikuasai kadal berteknologi
- Bobot 220 gram membuat hp ini terasa seperti membawa batu bata di saku celana
Rekomendasi
Motorola Moto G06 Power
Motorola Moto G06 Power keluar sebagai pemenang karena menawarkan paket yang lebih seimbang untuk kelas entry-level. Dengan kamera 50 MP yang jauh lebih unggul, baterai 7000 mAh yang lebih besar, desain eco leather premium, speaker stereo, dan opsi RAM hingga 8 GB, hp ini memberikan nilai lebih untuk setiap rupiah yang kamu keluarkan. Chipset Helio G81 Ultra juga sedikit lebih bertenaga dibanding Unisoc T7250 pada Poco C81 Pro. Satu-satunya kekalahan telak adalah tidak adanya radio FM dan dukungan update Android yang lebih singkat, tapi untuk penggunaan harian, Moto G06 Power jelas lebih unggul dan future-proof dalam hal hardware.
Skor: 82/100



