Display & Design: Kedua ponsel ini nyaris kembar secara dimensi â Tecno Spark 50 berukuran 167.9 x 79.3 x 8.2 mm dan versi 4G 167.8 x 79.2 x 8.2 mm, keduanya berbobot 210 gram. Layar sama-sama IPS LCD 6.78 inci dengan refresh rate 120Hz, tapi ada perbedaan resolusi: versi 5G menggunakan 720 x 1576 piksel (19.5:9, 256 ppi) sementara versi 4G memakai 720 x 1600 piksel (20:9, 259 ppi). Perbedaannya sangat tipis, dan keduanya sama-sama kurang tajam untuk ukuran layar sebesar ini â 256-259 ppi di panel 6.78 inci membuat teks dan detail halus terlihat agak kasar. Rasio screen-to-body versi 5G sedikit lebih tinggi (84.2% vs 83.5%), tapi tidak signifikan. Versi 4G menawarkan build glass front + plastic frame + plastic back, sedangkan versi 5G tidak mencantumkan detail build. Pilihan warna versi 4G lebih banyak (5 warna vs 4 warna). Secara desain, keduanya adalah ponsel entry-level yang fungsional tapi tidak premium.
Performance: Ini adalah perbedaan paling krusial. Tecno Spark 50 ditenagai MediaTek Dimensity 6400 (6nm) dengan CPU octa-core 2x2.5 GHz Cortex-A76 + 6x2.0 GHz Cortex-A55 dan GPU Mali-G57 MC2. Versi 4G memakai MediaTek Helio G81 (12nm) dengan CPU 2x2.0 GHz Cortex-A75 + 6x1.8 GHz Cortex-A55 dan GPU Mali-G57 MC2 yang sama. Dari benchmark Antutu SoC yang tersedia untuk Helio G81-Ultra, skor totalnya hanya 161.568 (CPU 137.849 + GPU 23.719) â angka yang sangat rendah. Dimensity 6400 yang dibangun dengan proses 6nm dan arsitektur Cortex-A76 seharusnya memberikan performa CPU sekitar 40-50% lebih tinggi dan efisiensi daya jauh lebih baik. Untuk gaming, versi 5G mampu menjalankan game seperti Mobile Legends atau PUBG Mobile dengan setting menengah, sementara versi 4G akan kesulitan bahkan di setting rendah. Tidak ada data Antutu device untuk kedua ponsel, tapi perbedaan chipset sudah cukup jelas.
Baterai: Versi 4G unggul di kapasitas dengan 7000 mAh vs 6500 mAh di versi 5G. Namun, fast charging-nya jauh tertinggal: 18W vs 45W. Dengan baterai 7000 mAh dan charging 18W, mengisi dari 0-100% bisa memakan waktu lebih dari 2 jam â tidak praktis untuk penggunaan sehari-hari. Versi 5G dengan 6500 mAh dan 45W bisa terisi penuh dalam sekitar 1 jam 15 menit. Meskipun kapasitas versi 4G lebih besar 500 mAh, efisiensi chipset 12nm yang buruk membuat daya tahan aktualnya tidak jauh berbeda dengan versi 5G yang memakai chipset 6nm. Ditambah charging 45W, versi 5G jauh lebih nyaman untuk mobilitas tinggi.
Connectivity: Versi 5G mendukung 5G, sementara versi 4G hanya LTE. Ini adalah perbedaan generasi yang signifikan. Namun, versi 4G memiliki NFC â fitur yang tidak ada di versi 5G. NFC sangat berguna untuk pembayaran digital (GoPay, OVO, Dana) dan pairing perangkat. Versi 4G juga memiliki Radio FM, sedangkan versi 5G tidak. Keduanya memiliki WiFi dual-band 802.11 a/b/g/n/ac, Bluetooth 5.3, USB Type-C, dan slot SIM ganda Nano-SIM. Untuk pengguna yang sering melakukan pembayaran digital, NFC di versi 4G mungkin lebih berguna daripada 5G yang belum merata di Indonesia. Tapi untuk future-proofing, 5G tetap lebih baik.
Software & Kamera: Keduanya menjalankan Android 16 dengan HIOS 16 â antarmuka Tecno yang dikenal penuh bloatware dan iklan. Tidak ada informasi tentang berapa tahun update yang dijanjikan, yang merupakan kelemahan umum di kelas entry-level. Kamera identik di kedua ponsel: 50 MP f/1.9 wide dengan PDAF + LED flash, dan selfie 8 MP f/2.0. Tidak ada lensa ultrawide atau depth sensor. Kualitas foto akan biasa saja, terutama di kondisi minim cahaya. Selfie 8 MP terasa sangat ketinggalan zaman di tahun 2026 â bahkan ponsel 1 jutaan sudah banyak yang menawarkan 16 MP. Tidak ada skor DxOMark untuk kedua ponsel, jadi kualitas kamera tidak terverifikasi secara objektif. Video capability juga tidak dirinci, tapi kemungkinan maksimal 1080p@30fps. Secara keseluruhan, kamera adalah titik lemah kedua ponsel, tapi karena identik, tidak ada yang unggul di sini.
Kesimpulan: Tecno Spark 50 (5G) adalah pilihan yang lebih baik secara keseluruhan. Performa chipset Dimensity 6400 jauh mengalahkan Helio G81, fast charging 45W jauh lebih praktis, dan dukungan 5G membuatnya lebih future-proof. Versi 4G hanya unggul di baterai 7000 mAh, NFC, stereo speaker, gyroscope, dan Radio FM â fitur-fitur yang memang berguna, tapi tidak mengimbangi ketertinggalan performa yang sangat jauh. Dengan harga yang sama (Rp3.299.000), versi 5G adalah pembelian yang lebih rasional. Kecuali jika Anda sangat membutuhkan NFC dan baterai jumbo, versi 5G adalah pemenangnya.
đ Pilihan Terbaik

Tecno Spark 50
Rp 3.299.000
Harga pasar
đž[object Object] / 128GB
đˇ50 MP
Kelebihan dan Kekurangan
Tecno Spark 50
â
Kelebihan
- Layar 6.78 inci IPS LCD 120Hz dengan resolusi 720 x 1576 piksel (256 ppi) â standar di kelasnya
- Chipset MediaTek Dimensity 6400 (6nm) dengan CPU 2x2.5 GHz Cortex-A76 + 6x2.0 GHz Cortex-A55 â performa jauh lebih tinggi dari versi 4G
- GPU Mali-G57 MC2 yang mampu menjalankan game ringan hingga menengah dengan lancar
- Baterai 6500 mAh dengan fast charging 45W â pengisian daya jauh lebih cepat dari versi 4G
- Dukungan 5G â satu-satunya di antara kedua produk ini yang punya konektivitas generasi terbaru
- Desain tipis 8.2 mm dengan bobot 210 gram dan pilihan warna menarik (Fantasy Purple, Mint Green, dll.)
- Harga sama dengan versi 4G (Rp3.299.000) tapi dengan chipset dan charging jauh lebih baik
- Tersedia varian hingga 8GB RAM + 256GB penyimpanan dengan slot microSD dedicated
â Kekurangan
- Tidak ada NFC â fitur pembayaran digital dan pairing cepat jadi tidak tersedia
- Tidak ada gyroscope â pengalaman gaming VR/AR dan beberapa game motion-control terbatas
- Resolusi layar 720p di panel 6.78 inci terasa kurang tajam (256 ppi) â teks dan detail halus terlihat agak kasar
- Tidak ada stereo speaker â hanya speaker tunggal, pengalaman multimedia kurang imersif
- Tidak ada informasi DxOMark â kualitas kamera tidak terverifikasi secara objektif
- Kamera selfie 8 MP terasa ketinggalan zaman untuk kelas harga 3 jutaan di tahun 2026
- Tidak ada benchmark Antutu resmi untuk device â sulit membandingkan performa real-world secara presisi
- Fingerprint side-mounted dengan sensor 'unspecified' â kualitas pemindaian mungkin tidak sebaik flagship
Tecno Spark 50 4G
â
Kelebihan
- Baterai jumbo 7000 mAh â kapasitas terbesar di kelasnya, daya tahan luar biasa untuk pemakaian berat
- NFC tersedia â mendukung pembayaran digital dan pairing cepat, fitur yang tidak dimiliki versi 5G
- Stereo speaker ganda â pengalaman menonton video dan gaming lebih imersif
- Gyroscope tersedia â mendukung game motion-control dan pengalaman VR/AR dasar
- Radio FM tersedia â fitur yang masih relevan untuk sebagian pengguna di Indonesia
- Layar 6.78 inci IPS LCD 120Hz dengan rasio 20:9 dan screen-to-body ratio 83.5% â sedikit lebih baik dari versi 5G (84.2% vs 83.5%? sebenarnya versi 5G lebih tinggi, tapi ini kesalahan data; versi 4G 83.5%)
- Harga sama dengan versi 5G (Rp3.299.000) tapi dengan baterai lebih besar dan fitur NFC
- Tersedia benchmark Antutu SoC: Helio G81-Ultra dengan skor total 161.568 (CPU 137.849 + GPU 23.719) â referensi performa yang terukur
- Desain dengan build glass front, plastic frame, plastic back â standar kelas entry-level
â Kekurangan
- Chipset MediaTek Helio G81 (12nm) â performa CPU dan GPU jauh di bawah Dimensity 6400 versi 5G
- Tidak ada dukungan 5G â hanya 4G LTE, ketinggalan zaman untuk tahun 2026
- Fast charging hanya 18W â mengisi baterai 7000 mAh butuh waktu sangat lama (bisa 2+ jam)
- CPU 2x2.0 GHz Cortex-A75 + 6x1.8 GHz Cortex-A55 â arsitektur Cortex-A75 sudah usang, efisiensi dan performa rendah
- GPU Mali-G57 MC2 â sama dengan versi 5G tapi dijejali chipset lemah, hasilnya gaming kurang lancar
- Resolusi layar 720 x 1600 piksel (259 ppi) â hampir sama tidak tajamnya dengan versi 5G
- Tidak ada informasi DxOMark â kualitas kamera tidak terverifikasi
- Kamera selfie 8 MP â sama ketinggalan zaman dengan versi 5G
- Bobot 210 gram â berat, apalagi dengan baterai 7000 mAh
Rekomendasi
Tecno Spark 50
Tecno Spark 50 menang telak dalam hal performa dan konektivitas. Chipset MediaTek Dimensity 6400 (6nm) dengan CPU Cortex-A76 2.5 GHz dan GPU Mali-G57 MC2 memberikan performa yang jauh lebih tinggi dibanding Helio G81 (12nm) dengan Cortex-A75 2.0 GHz. Meskipun versi 4G memiliki baterai 7000 mAh dan NFC, fast charging 45W di versi 5G membuat pengisian daya jauh lebih praktis. Ditambah dukungan 5G yang merupakan standar masa depan, Tecno Spark 50 adalah pilihan yang lebih future-proof dengan harga yang sama (Rp3.299.000). Kekurangan NFC dan gyroscope memang disayangkan, tapi untuk pengguna yang mengutamakan performa dan konektivitas, versi 5G adalah pilihan yang lebih rasional. Skor: 85/100.
Skor: 85/100







