
Samsung Galaxy A07
Kelebihan dan Kekurangan
Tecno Spark 20 Pro 5G
- Satu-satunya produk dengan konektivitas 5G di kelas harga ini โ nilai jual utama yang sulit ditandingi dua kompetitor
- Layar 6.78 inci 1080 x 2460 (396 ppi) dengan refresh rate 120Hz โ densitas piksel tertinggi di antara ketiganya, teks dan ikon terlihat jauh lebih tajam
- Kamera utama 108 MP f/1.8 dengan PDAF + sensor 1/1.67" โ resolusi dan ukuran sensor terbesar, cocok untuk cropping ekstrem dan low-light relatif lebih baik
- RAM 8 GB (varian tertinggi) dengan opsi storage 128/256 GB dan microSD dedicated โ paling lega untuk multitasking di kelas entry
- Stereo speaker ganda โ pengalaman media konsumsi lebih imersif dibanding dua kompetitor yang hanya single speaker
- Chipset Dimensity 6080 (6nm) dengan skor SoC Antutu 245.724 โ performa CPU/GPU kompetitif di segmennya
- Dukungan NFC โ memudahkan pembayaran digital dan pairing cepat
- Layar masih IPS LCD, bukan AMOLED โ kontras dan warna hitam kalah dari standar mid-range 2026
- Tidak ada jack audio 3.5mm โ ironis untuk HP entry yang biasanya menyasar pengguna audio kabel
- Baterai 5000 mAh dengan charging 33W โ kapasitas paling kecil di antara ketiganya, meski charging-nya paling cepat
- Rilis Juni 2024 โ sudah berumur 2+ tahun di Oktober 2026, dukungan software jangka panjang patut dipertanyakan (Tecno umumnya hanya 2 versi Android besar)
- Berat 200-201.5 gram dan bodi 8.3-8.5mm โ paling tebal dan berat, kurang nyaman untuk penggunaan satu tangan lama
- Kamera makro 2 MP hanya formalitas โ praktis tidak berguna
- Harga efektif Rp1.399.000 memang termurah, tapi RAM 8GB/128GB yang dijual di pasar bisa berbeda dari harga entry
Samsung Galaxy A07
- Baterai 6000 mAh โ kapasitas terbesar, kombinasi dengan chipset 6nm efisien menjanjikan daya tahan 2 hari pemakaian normal
- Komitmen software terbaik di kelas: Android 16 + One UI 8 dengan hingga 6 upgrade Android mayor โ jauh melampaui dua kompetitor
- Layar 6.7 inci 120Hz dengan brightness 650 nits typ / 800 nits HBM โ paling terang di antara ketiganya, lebih nyaman di luar ruangan
- Chipset Dimensity 6300 (6nm) dengan skor SoC Antutu 264.289 โ tertinggi di antara ketiganya, plus skor device total 533.135
- Jack audio 3.5mm tersedia โ nilai plus untuk pengguna audio kabel
- Dukungan navigasi lengkap: GPS, GALILEO, GLONASS, BDS, QZSS โ akurasi lokasi terbaik
- Build glass front + plastic back/frame, bobot 199 gram โ paling ringan dan tipis (8.2mm) di antara ketiganya
- Nilai jual Samsung: ekosistem, after-sales service luas, dan update keamanan reguler
- Resolusi layar hanya 720 x 1600 (262 ppi) โ paling rendah, teks terlihat kurang tajam dibanding Tecno, meski refresh rate 120Hz
- Tidak ada NFC โ fatal untuk pengguna yang butuh pembayaran digital/tap-to-pay
- Kamera utama 50 MP tanpa ultrawide, hanya lensa auxiliary โ fleksibilitas fotografi terbatas
- RAM dasar 4 GB (varian 64GB) โ paling kecil, berisiko lag saat multitasking; varian 6/128 baru lega
- microSD memakai slot SIM bersama (hybrid) โ tidak bisa pakai dual SIM + microSD sekaligus
- Charging 25W โ lebih lambat dari Tecno (33W), meski baterai lebih besar
- Harga efektif Rp2.199.000 โ paling mahal, tapi spesifikasi layar dan kamera di bawah Tecno
- Single speaker โ tidak ada stereo
Infinix Smart 20
- Harga efektif Rp1.999.000 โ di tengah, tapi menawarkan Android 16 + XOS 16 (paling baru di antara ketiganya secara versi OS)
- Layar 6.78 inci 120Hz dengan brightness 700 nits HBM โ cukup terang, refresh rate tinggi
- Baterai 5200 mAh dengan dukungan reverse wired charging 5W โ bisa jadi power bank darurat
- Desain paling tipis: 7.7mm โ paling ramping di antara ketiganya
- NFC tersedia โ nilai plus di kelas harga ini
- Jack audio 3.5mm + OTG โ fleksibel untuk aksesori
- microSD dedicated slot โ bisa dual SIM + microSD sekaligus
- Opsi warna paling variatif (4 warna)
- TIDAK ADA 5G โ hanya LTE, fatal di 2026 ketika 5G makin menyebar di kota besar
- Chipset Helio G81 Ultimate (12nm) โ proses manufaktur tertua, GPU Mali-G52 MC2, performa paling lemah di antara ketiganya; tidak ada skor Antutu yang tersedia tapi jelas di bawah dua kompetitor
- Kamera utama hanya 8 MP โ resolusi paling rendah, kualitas foto jelas paling buruk di kelas ini
- Layar 720 x 1576 (259 ppi) โ densitas piksel terendah, teks kurang tajam
- RAM hanya 4 GB di semua varian โ paling terbatas untuk multitasking modern
- Charging 15W โ paling lambat
- Single speaker, Bluetooth versi tidak jelas (hanya 'Yes') โ spesifikasi konektivitas paling tidak informatif
- Bobot tidak dicantumkan โ transparansi spesifikasi kurang
- Tidak ada skor Antutu device maupun SoC โ indikasi vendor kurang percaya diri dengan performa
Rekomendasi
Di segmen entry-level 2026, daya tahan dan umur pakai adalah segalanya. Samsung Galaxy A07 menang karena kombinasi baterai 6000 mAh (terbesar), chipset Dimensity 6300 dengan skor SoC Antutu tertinggi (264.289) dan device total 533.135, plus komitmen 6 upgrade Android mayor โ sesuatu yang tidak ditawarkan Tecno maupun Infinix. Ya, layarnya 720p dan tidak ada NFC, tapi untuk pengguna yang mencari HP tahan lama dengan software support panjang dan after-sales luas, A07 adalah pilihan paling rasional. Tecno Spark 20 Pro 5G memang menggoda dengan 5G, layar 1080p, dan kamera 108 MP di harga termurah, tapi usia produk yang sudah 2+ tahun dan dukungan software yang diragukan membuatnya kurang ideal untuk jangka panjang. Infinix Smart 20 jelas kalah di hampir semua lini kecuali harga dan desain tipis โ tanpa 5G dan dengan kamera 8 MP, produk ini sulit direkomendasikan di 2026.








