๐Ÿ“‘ Daftar Isi

Perbandingan tiga smartphone entry-level Tecno Spark 20 Pro 5G, Samsung Galaxy A07, dan Infinix Smart 20 tampak depan dan belakang

Tecno Spark 20 Pro 5G vs Samsung A07 vs Infinix Smart 20

Terbit:
โฑ๏ธ12 menit membaca
Penulis:User Generated Content
Bagikan:
Di ranah Display & Design, ketiganya bermain di teritori LCD 120Hz, tapi kualitasnya jauh berbeda. Tecno Spark 20 Pro 5G unggul telak dengan panel 6.78 inci 1080 x 2460 (396 ppi) โ€” densitas piksel tertinggi yang membuat teks dan ikon terlihat tajam, sesuatu yang langsung terasa saat scrolling. Samsung Galaxy A07 dan Infinix Smart 20 sama-sama terjebak di 720p (262 ppi dan 259 ppi), yang di layar 6.7-6.78 inci terasa cukup kasar, meski refresh rate 120Hz menyelamatkan kesan halus saat navigasi. Samsung menang di brightness (800 nits HBM) โ€” paling nyaman di bawah matahari. Dari sisi bodi, Infinix paling tipis (7.7mm), Samsung paling ringan (199g), sementara Tecno paling tebal dan berat (8.3-8.5mm, 200-201.5g). Semua memakai plastik di punggung, jadi tidak ada kejutan material di kelas ini. Connectivity adalah pembeda paling brutal. Tecno Spark 20 Pro 5G adalah satu-satunya yang mendukung 5G (SA/NSA) โ€” di Oktober 2026, ini bukan lagi kemewahan tapi kebutuhan di kota-kota besar. Samsung A07 juga 5G, tapi mengorbankan NFC โ€” keputusan yang menyakitkan untuk pengguna yang butuh tap-to-pay. Infinix Smart 20 justru tidak punya 5G sama sekali, hanya LTE, yang di 2026 terasa seperti membeli HP tahun 2022. Menariknya, Infinix dan Samsung sama-sama punya jack 3.5mm yang justru absen di Tecno โ€” ironis untuk HP entry yang biasanya menyasar pengguna audio kabel. Untuk navigasi, Samsung paling lengkap (GPS, GALILEO, GLONASS, BDS, QZSS), Tecno paling minimalis (GPS, GLONASS), Infinix hanya GPS. Baterai: Samsung A07 memimpin dengan 6000 mAh, disusul Infinix 5200 mAh, dan Tecno 5000 mAh. Tapi kecepatan charging berbanding terbalik โ€” Tecno 33W (tercepat), Samsung 25W, Infinix 15W (paling lambat). Kombinasi chipset 6nm efisien + 6000 mAh di Samsung menjanjikan daya tahan terbaik, mungkin 2 hari pemakaian normal. Infinix punya trik reverse wired charging 5W yang bisa jadi power bank darurat โ€” fitur niche tapi berguna. Tidak ada wireless charging di ketiganya, wajar di kelas ini. Performance adalah medan pertempuran chipset 6nm vs 12nm. Samsung A07 dan Tecno Spark 20 Pro 5G sama-sama memakai MediaTek 6nm (Dimensity 6300 vs 6080), dengan skor SoC Antutu 264.289 vs 245.724 โ€” Samsung unggul tipis ~7%. Skor device total Samsung 533.135 (CPU 221.188, GPU 43.825, MEM 118.387, UX 149.735) menunjukkan keseimbangan yang baik. Tecno dengan RAM 8 GB sebenarnya lebih lega untuk multitasking dibanding Samsung yang dasar 4 GB, tapi varian 6/128 Samsung menutup gap itu. Infinix Smart 20 jelas paling lemah: Helio G81 Ultimate 12nm dengan GPU Mali-G52 MC2 โ€” proses manufaktur tertua, dan tidak adanya skor Antutu yang dipublikasikan adalah red flag tersendiri. Untuk gaming, Tecno dan Samsung bisa main game kasual-medium di setting rendah-menengah; Infinix hanya cocok untuk game ringan. Software: Samsung A07 menang mutlak dengan Android 16 + One UI 8 dan komitmen hingga 6 upgrade Android mayor โ€” ini standar baru di kelas entry yang jarang ditandingi. Infinix Smart 20 menjalankan Android 16 + XOS 16 (versi OS paling baru), tapi dukungan jangka panjangnya tidak sejelas Samsung. Tecno Spark 20 Pro 5G paling tertinggal: Android 14, rilis Juni 2024, dan Tecno umumnya hanya memberikan 2 versi Android besar โ€” artinya di 2026 HP ini mungkin sudah mentok di Android 16. Untuk umur pakai 3-4 tahun, Samsung jelas pilihan paling aman. Kamera: Tecno Spark 20 Pro 5G menang telak secara hardware โ€” 108 MP f/1.8 sensor 1/1.67" dengan PDAF, plus video 1440p@30fps. Samsung A07 hanya 50 MP f/1.8 tanpa ultrawide (hanya lensa auxiliary), video 1080p@60fps. Infinix Smart 20 paling memprihatinkan: 8 MP f/2.0 โ€” resolusi yang bahkan terasa ketinggalan di 2020. Selfie: Tecno 8 MP dengan dual-LED flash dan video 1440p, Samsung 8 MP f/2.0 video 1080p, Infinix 8 MP video 1440p. Tidak ada skor DxOMark untuk ketiganya, tapi secara hardware jelas Tecno unggul untuk fotografi, disusul Samsung, dan Infinix jauh di belakang. Fitur AI kamera juga tidak menonjol di ketiganya โ€” wajar di kelas entry. Kesimpulan: tidak ada produk yang sempurna di sini. Tecno Spark 20 Pro 5G adalah juara spesifikasi kertas (5G, layar 1080p, kamera 108 MP, RAM 8 GB, charging 33W) tapi berumur dan software-nya diragukan. Samsung Galaxy A07 adalah juara realistis (baterai 6000 mAh, software 6 tahun, chipset terbaik) dengan kompromi layar 720p dan tanpa NFC. Infinix Smart 20 hanya menang di harga dan desain tipis โ€” sisanya kalah. Untuk pembelian di Oktober 2026, Samsung A07 adalah taruhan paling aman untuk umur pakai panjang, sementara Tecno cocok untuk yang prioritaskan 5G dan kamera di budget ketat, dan Infinix sebaiknya dihindari kecuali harga turun signifikan.
Tecno Spark 20 Pro 5G

Tecno Spark 20 Pro 5G

Rp 1.399.000
Harga pasar
๐Ÿ’พ[object Object] / 128GB
๐Ÿ“ท108 MP
๐Ÿ† Pilihan Terbaik
Samsung Galaxy A07

Samsung Galaxy A07

Rp 2.199.000
Harga pasar
๐Ÿ’พ[object Object] / 64GB
๐Ÿ“ท50 MP
Infinix Smart 20

Infinix Smart 20

Rp 1.999.000
Harga pasar
๐Ÿ’พ[object Object] / 64GB
๐Ÿ“ท8 MP

Kelebihan dan Kekurangan

Tecno Spark 20 Pro 5G

โœ… Kelebihan
  • Satu-satunya produk dengan konektivitas 5G di kelas harga ini โ€” nilai jual utama yang sulit ditandingi dua kompetitor
  • Layar 6.78 inci 1080 x 2460 (396 ppi) dengan refresh rate 120Hz โ€” densitas piksel tertinggi di antara ketiganya, teks dan ikon terlihat jauh lebih tajam
  • Kamera utama 108 MP f/1.8 dengan PDAF + sensor 1/1.67" โ€” resolusi dan ukuran sensor terbesar, cocok untuk cropping ekstrem dan low-light relatif lebih baik
  • RAM 8 GB (varian tertinggi) dengan opsi storage 128/256 GB dan microSD dedicated โ€” paling lega untuk multitasking di kelas entry
  • Stereo speaker ganda โ€” pengalaman media konsumsi lebih imersif dibanding dua kompetitor yang hanya single speaker
  • Chipset Dimensity 6080 (6nm) dengan skor SoC Antutu 245.724 โ€” performa CPU/GPU kompetitif di segmennya
  • Dukungan NFC โ€” memudahkan pembayaran digital dan pairing cepat
โŒ Kekurangan
  • Layar masih IPS LCD, bukan AMOLED โ€” kontras dan warna hitam kalah dari standar mid-range 2026
  • Tidak ada jack audio 3.5mm โ€” ironis untuk HP entry yang biasanya menyasar pengguna audio kabel
  • Baterai 5000 mAh dengan charging 33W โ€” kapasitas paling kecil di antara ketiganya, meski charging-nya paling cepat
  • Rilis Juni 2024 โ€” sudah berumur 2+ tahun di Oktober 2026, dukungan software jangka panjang patut dipertanyakan (Tecno umumnya hanya 2 versi Android besar)
  • Berat 200-201.5 gram dan bodi 8.3-8.5mm โ€” paling tebal dan berat, kurang nyaman untuk penggunaan satu tangan lama
  • Kamera makro 2 MP hanya formalitas โ€” praktis tidak berguna
  • Harga efektif Rp1.399.000 memang termurah, tapi RAM 8GB/128GB yang dijual di pasar bisa berbeda dari harga entry

Samsung Galaxy A07

โœ… Kelebihan
  • Baterai 6000 mAh โ€” kapasitas terbesar, kombinasi dengan chipset 6nm efisien menjanjikan daya tahan 2 hari pemakaian normal
  • Komitmen software terbaik di kelas: Android 16 + One UI 8 dengan hingga 6 upgrade Android mayor โ€” jauh melampaui dua kompetitor
  • Layar 6.7 inci 120Hz dengan brightness 650 nits typ / 800 nits HBM โ€” paling terang di antara ketiganya, lebih nyaman di luar ruangan
  • Chipset Dimensity 6300 (6nm) dengan skor SoC Antutu 264.289 โ€” tertinggi di antara ketiganya, plus skor device total 533.135
  • Jack audio 3.5mm tersedia โ€” nilai plus untuk pengguna audio kabel
  • Dukungan navigasi lengkap: GPS, GALILEO, GLONASS, BDS, QZSS โ€” akurasi lokasi terbaik
  • Build glass front + plastic back/frame, bobot 199 gram โ€” paling ringan dan tipis (8.2mm) di antara ketiganya
  • Nilai jual Samsung: ekosistem, after-sales service luas, dan update keamanan reguler
โŒ Kekurangan
  • Resolusi layar hanya 720 x 1600 (262 ppi) โ€” paling rendah, teks terlihat kurang tajam dibanding Tecno, meski refresh rate 120Hz
  • Tidak ada NFC โ€” fatal untuk pengguna yang butuh pembayaran digital/tap-to-pay
  • Kamera utama 50 MP tanpa ultrawide, hanya lensa auxiliary โ€” fleksibilitas fotografi terbatas
  • RAM dasar 4 GB (varian 64GB) โ€” paling kecil, berisiko lag saat multitasking; varian 6/128 baru lega
  • microSD memakai slot SIM bersama (hybrid) โ€” tidak bisa pakai dual SIM + microSD sekaligus
  • Charging 25W โ€” lebih lambat dari Tecno (33W), meski baterai lebih besar
  • Harga efektif Rp2.199.000 โ€” paling mahal, tapi spesifikasi layar dan kamera di bawah Tecno
  • Single speaker โ€” tidak ada stereo

Infinix Smart 20

โœ… Kelebihan
  • Harga efektif Rp1.999.000 โ€” di tengah, tapi menawarkan Android 16 + XOS 16 (paling baru di antara ketiganya secara versi OS)
  • Layar 6.78 inci 120Hz dengan brightness 700 nits HBM โ€” cukup terang, refresh rate tinggi
  • Baterai 5200 mAh dengan dukungan reverse wired charging 5W โ€” bisa jadi power bank darurat
  • Desain paling tipis: 7.7mm โ€” paling ramping di antara ketiganya
  • NFC tersedia โ€” nilai plus di kelas harga ini
  • Jack audio 3.5mm + OTG โ€” fleksibel untuk aksesori
  • microSD dedicated slot โ€” bisa dual SIM + microSD sekaligus
  • Opsi warna paling variatif (4 warna)
โŒ Kekurangan
  • TIDAK ADA 5G โ€” hanya LTE, fatal di 2026 ketika 5G makin menyebar di kota besar
  • Chipset Helio G81 Ultimate (12nm) โ€” proses manufaktur tertua, GPU Mali-G52 MC2, performa paling lemah di antara ketiganya; tidak ada skor Antutu yang tersedia tapi jelas di bawah dua kompetitor
  • Kamera utama hanya 8 MP โ€” resolusi paling rendah, kualitas foto jelas paling buruk di kelas ini
  • Layar 720 x 1576 (259 ppi) โ€” densitas piksel terendah, teks kurang tajam
  • RAM hanya 4 GB di semua varian โ€” paling terbatas untuk multitasking modern
  • Charging 15W โ€” paling lambat
  • Single speaker, Bluetooth versi tidak jelas (hanya 'Yes') โ€” spesifikasi konektivitas paling tidak informatif
  • Bobot tidak dicantumkan โ€” transparansi spesifikasi kurang
  • Tidak ada skor Antutu device maupun SoC โ€” indikasi vendor kurang percaya diri dengan performa

Rekomendasi

Samsung Galaxy A07

Di segmen entry-level 2026, daya tahan dan umur pakai adalah segalanya. Samsung Galaxy A07 menang karena kombinasi baterai 6000 mAh (terbesar), chipset Dimensity 6300 dengan skor SoC Antutu tertinggi (264.289) dan device total 533.135, plus komitmen 6 upgrade Android mayor โ€” sesuatu yang tidak ditawarkan Tecno maupun Infinix. Ya, layarnya 720p dan tidak ada NFC, tapi untuk pengguna yang mencari HP tahan lama dengan software support panjang dan after-sales luas, A07 adalah pilihan paling rasional. Tecno Spark 20 Pro 5G memang menggoda dengan 5G, layar 1080p, dan kamera 108 MP di harga termurah, tapi usia produk yang sudah 2+ tahun dan dukungan software yang diragukan membuatnya kurang ideal untuk jangka panjang. Infinix Smart 20 jelas kalah di hampir semua lini kecuali harga dan desain tipis โ€” tanpa 5G dan dengan kamera 8 MP, produk ini sulit direkomendasikan di 2026.

Skor: 78/100

Perbandingan Spesifikasi

Spesifikasi
Tecno
Tecno Spark 20 Pro 5G
Samsung
Samsung Galaxy A07
Infinix
Infinix Smart 20
Type
IPS LCD, 120Hz
PLS LCD, 120Hz, 650 nits (typ), 800 nits (HBM)
IPS LCD, 120Hz, 700 nits (HBM)
Diagonal
6.78 inches, 109.2 cm2 (~85.0% screen-to-body ratio)
6.7 inches, 108.4 cm2 (~83.6% screen-to-body ratio)
6.78 inches, 109.5 cm2 (~82.9% screen-to-body ratio)
Resolution
1080 x 2460 pixels (~396 ppi density)
720 x 1600 pixels, 20:9 ratio (~262 ppi density)
720 x 1576 pixels, 19.5:9 ratio (~259 ppi density)
Colors
BlackGreenWhite
BlackViolet
BlackBlueOrangeTitanium
Weight
200 g or 201.5 g (7.05 oz)
199 g (7.02 oz)
-
Dimensions
168.5 x 76.2 x 8.3 mm or 8.5 mm
167.4 x 77.4 x 8.2 mm (6.59 x 3.05 x 0.32 in)
167.7 x 78.8 x 7.7 mm (6.60 x 3.10 x 0.30 in)
Build
โ€”
Glass front, plastic back, plastic frame
Glass front, plastic back, plastic frame