๐Ÿ“‘ Daftar Isi

Perbandingan POCO X8 Pro Max, vivo iQOO 16, dan ZTE nubia RedMagic 9S Pro+ tampak depan dan belakang

POCO X8 Pro Max vs iQOO 16 vs RedMagic 9S Pro+: Review 2026

Terbit:
โฑ๏ธ12 menit membaca
Penulis:User Generated Content
Bagikan:
Dari sisi Display & Design, ketiganya memakai AMOLED, tapi kualitasnya bertingkat. iQOO 16 unggul jelas dengan panel 6.85 inci 1440x3168 (508 ppi), refresh rate 165Hz, Dolby Vision, HDR10+, PWM 3300Hz, dan peak brightness 10.000 nits (HBM 2800 nits) โ€” angka yang bahkan membuat flagship Samsung berkeringat. POCO X8 Pro Max menyusul dengan 6.83 inci 1280x2772 (447 ppi) 120Hz, peak 3500 nits, PWM 3840Hz, Dolby Vision, dan HDR10+ โ€” panel kelas flagship di harga menengah, plus sertifikasi IP68/IP69 dan drop resistance Class A yang tidak dimiliki dua kompetitor. RedMagic 9S Pro+ paling tertinggal: 6.8 inci 1116x2480 (~400 ppi), 120Hz, peak hanya 1600 nits, meski dilindungi Gorilla Glass 5. Bobot: POCO 219g, iQOO 222.5-229.8g, RedMagic 229g โ€” ketiganya bukan ponsel ringan, jadi jangan harap nyaman dipakai satu tangan sambil rebahan. Performance adalah medan pertempuran yang tidak seimbang. iQOO 16 dengan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 (2nm) mencetak Antutu SoC 2.197.801 (CPU 1.014.450 + GPU 1.183.351) โ€” raja absolut. POCO X8 Pro Max dengan Dimensity 9500s (3nm) mencetak Antutu device 2.635.919 (CPU 814.951 + GPU 871.886), sedikit di bawah iQOO di skor SoC (1.852.350) tapi tetap sangat kuat untuk harga Rp8,5 juta. RedMagic 9S Pro+ dengan Snapdragon 8 Gen 3 (4nm) hanya mencetak SoC 1.372.529 โ€” tertinggal ~60% dari iQOO dan ~35% dari POCO. Untuk gaming, RedMagic punya keunggulan fisik (trigger, fan internal, audio jack, 24GB RAM), tapi secara angka benchmark ia sudah ketinggalan dua generasi. iQOO 16 adalah pilihan terbaik untuk gaming + fotografi + produktivitas, sementara POCO adalah sweet spot performa-per-rupiyah. Baterai dan charging menunjukkan filosofi berbeda. POCO X8 Pro Max menang kapasitas dengan 8500 mAh Si-Carbon, runtime ~80 jam, 100W wired, 1000 siklus, plus reverse charging โ€” ini ponsel untuk orang yang benci charger. iQOO 16 mendekat dengan 8400 mAh Si/C, 100W wired + 40W wireless + bypass charging โ€” kombinasi paling lengkap karena ada wireless yang tidak dimiliki POCO. RedMagic 9S Pro+ paling tertinggal: 5500 mAh (2900-3000 mAh lebih kecil), tapi menang di kecepatan charging 165W (0-100% dalam 16 menit). Untuk daya tahan harian, POCO dan iQOO jelas lebih unggul; RedMagic hanya cocok untuk sesi gaming intens dengan akses stopkontak. Kamera adalah pembeda paling tajam. iQOO 16 menang telak: triple 50MP (wide 1/1.3" OIS + periscope 85mm 3x OIS + ultrawide 15mm AF), video 8K@30fps dan 4K@60fps gyro-EIS, selfie 32MP dengan video 4K@60fps โ€” ini konfigurasi flagship sejati. POCO X8 Pro Max hanya dual 50MP OIS + 8MP ultrawide, selfie 20MP tanpa AF โ€” cukup untuk casual tapi bukan untuk fotografi serius. RedMagic 9S Pro+ punya 50MP wide OIS + 50MP ultrawide + auxiliary, tapi selfie 16MP under-display adalah kompromi besar (kualitas UDC selalu di bawah punch-hole). Tidak ada DxOMark resmi di data, tapi secara hardware jelas iQOO > RedMagic > POCO untuk fotografi, dan iQOO > POCO > RedMagic untuk selfie. Connectivity dan Software: iQOO 16 paling modern dengan USB 3.2, WiFi 7, Bluetooth 6.0, aptX Lossless, LHDC 5, eSIM, dan Android 17 + OriginOS 7 (rilis September 2026). POCO X8 Pro Max juga sangat lengkap: WiFi 7, Bluetooth 6.0, eSIM, Infrared, NFC, tapi OS Android 16 HyperOS 3.X dengan janji update 5+5 tahun โ€” paling jelas dan paling panjang. RedMagic 9S Pro+ paling tertinggal: Bluetooth 5.2, WiFi 6e/7 tri-band, Android 14 + RedMagic OS 9.5 (2 tahun lebih tua), NFC region-dependent, dan dukungan update tidak dijelaskan. Untuk pengguna jangka panjang, POCO menang di janji update, iQOO menang di kebaruan OS, RedMagic paling berisiko. Kesimpulan: tidak ada pemenang mutlak karena ketiganya menyasar segmen berbeda. iQOO 16 adalah flagship lengkap dengan kamera terbaik, performa tertinggi, dan software terbaru โ€” pemenang overall dengan skor 88, asalkan harganya masuk akal dan Anda tidak keberatan dengan bobot 229 gram serta ketiadaan rating IP resmi. POCO X8 Pro Max adalah juara value (skor subjektif ~85) dengan baterai 8500 mAh, layar QHD, IP69, dan update 5 tahun di harga Rp8,5 juta โ€” pilihan paling rasional untuk mayoritas pengguna. RedMagic 9S Pro+ (skor ~72) hanya untuk gamer hardcore yang menginginkan trigger fisik, audio jack, dan charging 165W, dengan kompromi besar di chipset 2 generasi belakang, kamera selfie buruk, dan software usang. Pilih sesuai kebutuhan, bukan sesuai hype.
3.1M
POCO X8 Pro Max

POCO X8 Pro Max

Rp 8.499.000
Harga pasar
โšกAntutu: 3.1M
๐Ÿ’พ12GB / 256GB
๐Ÿ“ท50 MP + 8 MP
๐Ÿ† Pilihan Terbaik
vivo iQOO 16

vivo iQOO 16

๐Ÿ’พ[object Object] / 256GB
๐Ÿ“ท50 MP
ZTE nubia RedMagic 9S Pro+

ZTE nubia RedMagic 9S Pro+

๐Ÿ’พ[object Object] / 512GB
๐Ÿ“ท50 MP

Kelebihan dan Kekurangan

POCO X8 Pro Max

โœ… Kelebihan
  • Baterai Si-Carbon 8500 mAh dengan fast charging 100W โ€” kapasitas terbesar di kelasnya, runtime ~80 jam, dan 1000 siklus pengisian (jauh di atas rata-rata 800 siklus)
  • Layar AMOLED 6.83" QHD (1280x2772) 120Hz dengan peak brightness 3500 nits, Dolby Vision, HDR10+, PWM 3840Hz โ€” kombinasi panel kelas flagship di harga menengah
  • Sertifikasi IP68 + IP69 dan drop resistance Class A (180 drops) โ€” durabilitas fisik paling serius di antara ketiganya
  • Chipset Dimensity 9500s 3nm dengan Antutu device 2.635.919 โ€” performa nyata sangat tinggi untuk harga Rp8,5 juta
  • Dukungan software 5 tahun OS + 5 tahun security update โ€” janji update terpanjang di antara ketiga produk
  • Fitur lengkap: NFC, eSIM, Infrared, WiFi 7, Bluetooth 6.0, stereo speaker, Ultrasonic proximity virtual
  • Harga paling masuk akal: Rp8.499.000 untuk 12GB/256GB โ€” value proposition brutal
โŒ Kekurangan
  • Kamera hanya dual (50MP OIS + 8MP ultrawide) โ€” tidak ada telephoto, ultrawide 8MP terasa murahan untuk 2026
  • Selfie 20MP tanpa autofocus dan tanpa spesifikasi sensor yang jelas โ€” medioker untuk video call dan konten kreator
  • Bobot 219 gram dan dimensi 163 x 77.9 x 8.2 mm โ€” cukup berat dan bongsor untuk penggunaan satu tangan
  • Tidak ada audio jack 3.5mm dan tidak ada FM radio โ€” minor tapi tetap mengurangi fleksibilitas
  • Material fiberglass + aluminium alloy โ€” build quality oke, tapi bukan premium glass-back seperti kompetitor
  • Tidak ada wireless charging meski baterai besar โ€” kompetitor di harga mirip mulai menawarkan ini
  • Skor Antutu device (2.635.919) lebih rendah dari klaim Antutu SoC (1.852.350 soc) โ€” ada gap optimasi thermal/software

vivo iQOO 16

โœ… Kelebihan
  • Chipset Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 (2nm) โ€” SoC total Antutu 2.197.801, CPU 1.014.450, GPU 1.183.351: performa tertinggi di antara ketiganya
  • Kamera triple 50MP semua: wide 1/1.3" OIS + periscope telephoto 85mm 3x OIS + ultrawide 15mm AF โ€” paling serba bisa dan paling serius secara fotografi
  • Video 8K@30fps + 4K@60fps gyro-EIS โ€” kapabilitas video tertinggi di kelas ini
  • Selfie 32MP dengan video 4K@60fps โ€” jauh lebih baik dari POCO dan RedMagic untuk content creator
  • Layar AMOLED 6.85" 1440x3168 (508 ppi) 165Hz, Dolby Vision, HDR10+, peak 10.000 nits (HBM 2800 nits) โ€” panel terbaik secara spesifikasi di antara ketiganya
  • Baterai Si/C 8400 mAh dengan 100W wired + 40W wireless + bypass charging โ€” kombinasi charging terlengkap
  • Android 17 + OriginOS 7 โ€” OS paling baru di antara ketiganya (rilis September 2026)
  • USB Type-C 3.2, WiFi 7, Bluetooth 6.0, aptX Lossless, LHDC 5, eSIM โ€” konektivitas paling lengkap dan modern
  • Fingerprint ultrasonic under-display โ€” lebih cepat dan akurat dari optical
โŒ Kekurangan
  • Harga belum tersedia (effectivePrice null) โ€” kemungkinan besar paling mahal di antara ketiganya mengingat spesifikasi flagship
  • Bobot 222.5โ€“229.8 gram โ€” paling berat bersama RedMagic, tidak nyaman untuk penggunaan lama satu tangan
  • Tidak ada audio jack 3.5mm โ€” meski wajar untuk flagship, gamer mungkin protes
  • Tidak ada rating IP resmi yang disebutkan โ€” flagship 2026 tanpa IP rating resmi itu... janggal
  • Tidak ada data Antutu device total (hanya SoC) โ€” sulit memverifikasi performa real-world setelah thermal throttling
  • OriginOS 7 dikenal agresif dalam manajemen background app โ€” bisa mengganggu notifikasi
  • Tidak ada informasi harga dan ketersediaan global yang jelas โ€” potensi jadi paper launch

ZTE nubia RedMagic 9S Pro+

โœ… Kelebihan
  • Fast charging 165W wired โ€” 0-100% dalam 16 menit, tercepat di antara ketiganya
  • RAM hingga 24GB dan storage hingga 1TB โ€” kapasitas tertinggi untuk multitasking ekstrem dan gaming
  • Layar AMOLED 6.8" 120Hz dengan Gorilla Glass 5 โ€” proteksi layar paling jelas disebutkan
  • Audio jack 3.5mm masih ada โ€” langka di 2026, nilai plus untuk gamer
  • Tombol trigger gaming fisik dan cooling system aktif (built-in fan) โ€” pengalaman gaming khusus yang tidak dimiliki kompetitor
  • Build premium: glass front + aluminium frame + glass back
  • Harga bekas/refurbished biasanya lebih murah karena sudah rilis 2024 โ€” value untuk gaming
  • USB Type-C 3.2 Gen 2 dengan DisplayPort dan accessory connector โ€” fleksibilitas konektivitas gaming
โŒ Kekurangan
  • Chipset Snapdragon 8 Gen 3 (4nm) โ€” SoC total Antutu hanya 1.372.529, tertinggal ~60% dari iQOO 16 dan ~35% dari POCO X8 Pro Max
  • Baterai 5500 mAh โ€” kapasitas terkecil, tertinggal 2900-3000 mAh dari dua kompetitor
  • Kamera selfie 16MP under-display โ€” kualitas foto selfie jelas paling buruk karena teknologi UDC mengorbankan kualitas
  • Tidak ada telephoto โ€” hanya wide 50MP + ultrawide 50MP + lensa auxiliary
  • Android 14 + RedMagic OS 9.5 โ€” OS paling usang, dan dukungan update tidak dijelaskan (kemungkinan pendek)
  • Bobot 229 gram dan tebal 8.9 mm โ€” paling berat dan paling tebal
  • Refresh rate 120Hz dan peak brightness 1600 nits โ€” paling rendah di antara ketiganya
  • Resolusi layar 1116x2480 (~400 ppi) โ€” paling rendah, meski masih tajam
  • WiFi hanya tri-band 6e/7, Bluetooth 5.2 โ€” paling ketinggalan di antara ketiganya
  • NFC market/region dependent โ€” tidak semua unit punya NFC
  • Sudah rilis Juli 2024 โ€” 2 tahun lebih tua dari kompetitor, software support berisiko habis

Rekomendasi

vivo iQOO 16

iQOO 16 menang bukan karena harga (yang belum diumumkan), tapi karena secara teknis ini adalah smartphone paling lengkap dan paling seimbang di antara ketiganya. Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 2nm dengan Antutu SoC 2.197.801 adalah chipset tercepat, dikombinasikan dengan kamera triple 50MP (wide + periscope telephoto 3x + ultrawide) yang tidak dimiliki dua kompetitor, selfie 32MP dengan video 4K@60fps, layar 1440x3168 165Hz dengan peak 10.000 nits, baterai 8400 mAh dengan 100W wired + 40W wireless, serta Android 17 + OriginOS 7 sebagai OS terbaru. Satu-satunya kelemahan serius adalah tidak adanya rating IP resmi dan bobot 222-229 gram. Namun jika kita bicara 'flagship lengkap 2026', iQOO 16 adalah jawabannya. POCO X8 Pro Max tetap juara value (Rp8,5 juta untuk baterai 8500 mAh + layar QHD + IP69), sementara RedMagic 9S Pro+ hanya relevan untuk gamer hardcore yang menginginkan trigger fisik, audio jack, dan charging 165W โ€” dengan kompromi besar di performa chipset (2 generasi di belakang) dan software.

Skor: 88/100

Perbandingan Spesifikasi

Spesifikasi
POCO
POCO X8 Pro Max
vivo
vivo iQOO 16
ZTE
ZTE nubia RedMagic 9S Pro+
Type
AMOLED
AMOLED, 1B colors, 165Hz, 3300Hz PWM, Dolby Vision, HDR10+, HDR Vivid, 2800 nits (HBM), 10000 nits (peak)*
AMOLED, 1B colors, 120Hz, 1600 nits (peak)
Density
447 ppi, Very high density
โ€”
โ€”
Diagonal
6.83",
6.85 inches, 114.0 cm2 (~90.5% screen-to-body ratio)
6.8 inches, 111.6 cm2 (~89.1% screen-to-body ratio)
Resolution
1280 x 2772 px, QHD
1440 x 3168 pixels (~508 ppi density)
1116 x 2480 pixels, 20:9 ratio (~400 ppi density)
Aspect Ratio
19.5:9
โ€”
โ€”
Size
77.9 mm x 163.0 mm x 8.2 mm
โ€”
โ€”
Colors
BlackGreenWhite
BlueSilver
Black
Weight
219 g
222.5/ 227.9/ 229.8 g (8.11 oz)
229 g (8.08 oz)
Materials
Aluminium alloy, Fiberglass
โ€”
โ€”
Repairability
Class A B C D E
โ€”
โ€”
Usable surface
90 %
โ€”
โ€”
Drop resistance
Class A B C D E, 180 drops without defects
โ€”
โ€”
Resistance certificates
IP68, IP69
โ€”
โ€”
Build
โ€”
Glass front, aluminum frame, glass-fiber reinforced plastic back or glass back
Glass front (Gorilla Glass 5), aluminum frame, glass back
Dimensions
โ€”
163.8 x 76.9 x 8.3 mm or 8.6 mm
164 x 76.4 x 8.9 mm (6.46 x 3.01 x 0.35 in)
Protection
โ€”
โ€”
Corning Gorilla Glass 5
Others
Hole-punch Notch, TรœV Rheinland Flicker-free Certified, 3840 Hz PWM, Refresh rate 120 Hz, Touch sampling rate 480 Hz, Peak brightness - 3500 cd/mยฒ, 8000000:1 contrast ratio, TรœV Rheinland Eye Comfort Certification, HDR10+, Dolby Vision, Scratch resistant, Multi-touch, Frameless, SGS Certified, TรœV Low Blue Light, DCI-P3, 12 Bits panel (10-bit +2-bit FRC), Capacitive
โ€”
โ€”