Membandingkan trio Samsung ini seperti memilih antara mobil operasional, mobil keluarga, dan mobil hemat bahan bakar. Galaxy A35 jelas memenangkan sektor performa dengan chipset Exynos 1380 yang mencatatkan skor Antutu 762.433, jauh meninggalkan A17 dengan 599.292 poin dan A25 yang sudah mulai ngos-ngosan. Jika Anda seorang gamer kasual atau multitasker, perbedaan skor GPU antara A35 (87.986) dan A17 (42.956) akan terasa sangat nyata saat menjalankan aplikasi berat.
Dari sisi display, Samsung benar-benar ingin Anda membeli A35 dengan memberikan panel Super AMOLED 120Hz dan proteksi Victus+. A25 memang memberikan 120Hz, namun build-nya masih plastik. A17 mencoba tampil estetik dengan bodi tipis 7.5mm dan material glass-fiber, namun mereka 'menyunat' refresh rate menjadi hanya 90Hz—sebuah langkah mundur yang cukup aneh di tahun 2026. Anda mungkin akan merasa layar A17 sedikit kurang 'licin' dibanding saudaranya.
Sektor kamera menunjukkan dominasi A35 dengan skor DxOMark 104, berkat pemrosesan gambar yang lebih matang dan aperture yang dioptimalkan. Meskipun ketiganya membawa sensor utama 50MP, A35 unggul dalam rentang dinamis dan performa minim cahaya. A25 dan A17 masih bisa diandalkan untuk media sosial, namun jangan berharap banyak untuk fotografi malam hari yang detail karena keterbatasan ISP pada chipset yang lebih rendah.
Konektivitas dan software menjadi pembeda strategis. A17 hadir dengan Android 15 dan janji 6 tahun update, menjadikannya pilihan bagi mereka yang enggan ganti ponsel hingga akhir dekade ini. Namun, A35 dan A17 kompak menghilangkan jack audio 3.5mm, memaksa Anda beralih ke TWS—sebuah tren yang mungkin membuat pengguna setia A25 enggan melakukan upgrade. Secara keseluruhan, A35 adalah 'sweet spot' yang menawarkan performa dan build quality paling premium dibandingkan dua lainnya.
Kelebihan dan Kekurangan
Samsung Galaxy A25
✅ Kelebihan
- Layar Super AMOLED 120Hz yang memanjakan mata
- Masih menyediakan jack audio 3.5mm
- Dukungan update software hingga 4 generasi
❌ Kekurangan
- Chipset Exynos 1280 terasa uzur di tahun 2026
- Desain bodi plastik yang terasa murah
- Absennya proteksi layar premium
Samsung Galaxy A35
✅ Kelebihan
- Skor DxOMark display 143, salah satu yang terbaik di kelasnya
- Build quality premium dengan Gorilla Glass Victus+
- Performa paling stabil berkat Exynos 1380 (Antutu 762k)
❌ Kekurangan
- Menghilangkan lubang jack audio 3.5mm
- Bobot 209g cukup berat untuk penggunaan satu tangan
- Harga biasanya lebih tinggi dibandingkan seri A1x/A2x
Samsung Galaxy A17
✅ Kelebihan
- Software paling futuristik dengan Android 15 dan dukungan 6 tahun update
- Proteksi layar Gorilla Glass Victus
- Bodi tipis 7.5mm dengan material fiber-glass
❌ Kekurangan
- Layar hanya 90Hz, tertinggal dari kompetitor internalnya
- Performa GPU paling lemah (Mali-G68 MP2)
- Tidak ada jack audio
Rekomendasi
Samsung Galaxy A35
Galaxy A35 adalah pilihan paling masuk akal di tahun 2026. Dengan skor Antutu 762.433 dan kualitas layar yang sudah diuji oleh DxOMark (skor 143), perangkat ini menawarkan keseimbangan terbaik antara performa, build quality (Gorilla Glass Victus+), dan durabilitas software.
Skor: 88/100





