Dalam membandingkan Samsung Galaxy A25 dan A35, kita melihat perbedaan kelas yang cukup mencolok meski keduanya berada di seri A. Galaxy A35 unggul telak dari sisi performa berkat chipset Exynos 1380 yang mencetak skor AnTuTu 762.433, hampir tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan total SoC Exynos 1280 pada A25 yang hanya di angka 279.887. Perbedaan GPU Mali-G68 MP5 pada A35 memberikan stabilitas gaming yang jauh lebih baik, membuat A25 terlihat seperti ponsel untuk pengguna yang hanya ingin 'bisa buka aplikasi' tanpa ekspektasi multitasking berat.
Dari sisi desain dan layar, A35 tampil lebih dewasa dengan penggunaan Gorilla Glass Victus+ pada sisi depan dan belakang, memberikan perlindungan yang jauh lebih baik dibandingkan A25 yang masih mengandalkan frame dan back cover plastik. Walaupun keduanya sama-sama menggunakan panel Super AMOLED 120Hz 1000 nits, A35 memiliki skor DxOMark Display sebesar 143, menunjukkan kalibrasi yang lebih superior. Namun, A25 memberikan sedikit nostalgia dengan menyertakan jack audio 3.5mm, sebuah fitur yang seringkali dihilangkan demi estetika 'minimalis' yang sebenarnya hanya upaya produsen untuk memaksa kita membeli earbud nirkabel.
Sektor kamera menjadi pembeda lainnya, di mana A35 mendapatkan skor kamera DxOMark 104, melampaui A25 yang bertengger di skor 92. Kamera utama 50MP pada A35 didukung oleh sensor yang lebih besar (1/1.96" vs 1/2.76" pada A25), yang secara praktis berarti kemampuan menangkap cahaya lebih baik dan noise lebih minim saat kondisi low-light. A35 juga sudah mendukung Wi-Fi 6, sebuah standar konektivitas yang krusial untuk era 2026, sementara A25 masih terjebak di Wi-Fi 5 yang mulai terasa usang.
Beralih ke manajemen daya, kedua perangkat dibekali baterai 5000 mAh dan charging 25W yang jujur saja, terasa seperti lelucon di tahun 2026. Sementara kompetitor lain sudah bermain di angka 67W ke atas, Samsung tetap setia dengan kecepatan pengisian daya 'kura-kura' ini. Namun, A35 sedikit lebih unggul dalam efisiensi sistem berkat optimasi Exynos 1380, yang dibuktikan dengan skor baterai DxOMark 101. Secara keseluruhan, A35 adalah perangkat yang lebih matang, sedangkan A25 adalah pilihan budget yang akan membuat Anda menyesal dalam setahun karena keterbatasan performa.
Kelebihan dan Kekurangan
Samsung Galaxy A25
✅ Kelebihan
- Layar Super AMOLED 120Hz yang tajam
- Masih menyertakan jack audio 3.5mm (fitur langka di 2026)
- Dukungan update software jangka panjang
❌ Kekurangan
- Build material plastik terasa murah
- Performa chipset Exynos 1280 mulai tertinggal
- Tidak ada proteksi Gorilla Glass yang mumpuni
Samsung Galaxy A35
✅ Kelebihan
- Build quality premium dengan Gorilla Glass Victus+
- Performa Exynos 1380 yang jauh lebih bertenaga (Skor AnTuTu ~762k)
- Fingerprint under-display yang lebih modern
❌ Kekurangan
- Absennya jack audio 3.5mm
- Bobot lebih berat (209g)
- Masih menggunakan charging 25W yang lambat untuk standar 2026
Rekomendasi
Samsung Galaxy A35
Galaxy A35 unggul mutlak dalam performa (AnTuTu 762k vs A25 yang bahkan tak mencapai 300k di level SoC), kualitas build yang lebih tangguh dengan Victus+, serta dukungan Wi-Fi 6. Meskipun kehilangan jack audio, peningkatan performa dan durabilitas jauh lebih berharga untuk penggunaan jangka panjang.
Skor: 88/100



