Dari sisi Display & Design, perbedaan keduanya bak langit dan bumi. Galaxy A17 membawa panel Super AMOLED 6.7 inci beresolusi 1080 x 2340 (385 ppi) dengan refresh rate 90Hz dan proteksi Corning Gorilla Glass Victus โ kombinasi yang biasanya ditemukan di ponsel kelas menengah atas. Galaxy A05 hanya bermodal PLS LCD 720 x 1600 dengan densitas 262 ppi dan tanpa refresh rate tinggi. Secara praktis, teks di A05 akan terlihat kurang tajam, warna kurang vivid, dan scrolling terasa kurang mulus. Bobot keduanya mirip (192g vs 195g), tapi A17 lebih tipis (7.5mm vs 8.8mm) dan terasa lebih premium dengan material glass-fiber reinforced plastic.
Untuk Connectivity, Galaxy A17 unggul telak: dukungan 5G Sub-6 lengkap, NFC (region dependent), Bluetooth 5.3, eSIM, dan port USB-C 2.0. Galaxy A05 sama sekali tidak memiliki 5G dan NFC โ di tahun 2026, ini bukan lagi kekurangan kecil, melainkan keterbatasan fungsional serius. Wi-Fi keduanya setara (802.11ac dual-band), tapi A05 kalah di navigasi (tanpa QZSS) dan tidak jelas mendukung FM radio atau tidak.
Baterai keduanya identik secara kapasitas: 5000 mAh dengan fast charging 25W wired. Tidak ada wireless charging di keduanya โ wajar untuk kelas harga ini. Daya tahan real-world akan mirip, tapi A17 dengan layar AMOLED dan chipset 5nm lebih efisien, sehingga kemungkinan besar bertahan lebih lama per siklus charge dibanding A05 yang boros daya dengan chipset 12nm dan LCD.
Performance adalah jurang terbesar: Galaxy A17 ditenagai Exynos 1330 (5nm) dengan skor AnTuTu total 608.174 (CPU 248.088, GPU 42.913), sementara Galaxy A05 memakai Helio G85 (12nm) dengan skor SoC hanya 178.306 (CPU 151.513, GPU 26.793). Artinya A17 sekitar 3.4x lebih cepat secara keseluruhan. Untuk gaming, A17 bisa menangani game seperti Mobile Legends atau PUBG Mobile di setting medium dengan frame stabil, sedangkan A05 akan kesulitan bahkan di setting low. RAM A17 tersedia hingga 8GB, sementara A05 maksimal 6GB โ dan varian dasar A05 hanya 3GB yang menyiksa untuk multitasking modern.
Software menjadi pembeda krusial jangka panjang: Galaxy A17 hadir dengan Android 15 dan janji 6 major upgrade (hingga Android 21), sementara Galaxy A05 sudah stuck di Android 13 dengan hanya 2 major update โ yang artinya siklus updatenya sudah berakhir. Dalam konteks Oktober 2026, membeli A05 berarti membeli perangkat yang sudah tidak akan menerima pembaruan keamanan signifikan ke depannya. Ini adalah faktor yang sering diabaikan tapi sangat penting untuk nilai jangka panjang.
Kamera: Galaxy A17 memiliki triple camera 50MP (wide, OIS) + 5MP ultrawide + 2MP macro, selfie 13MP. Galaxy A05 hanya dual 50MP + auxiliary lens (yang pada praktiknya hanya lensa depth), selfie 8MP. Keberadaan OIS di A17 adalah nilai tambah besar untuk foto low-light dan video stabil โ sesuatu yang tidak dimiliki A05. Namun keduanya sama-sama terbatas di video: A17 maksimal 1080p@30fps, A05 1080p@30/60fps (A05 sedikit unggul di frame rate video, tapi tanpa stabilisasi). Tidak ada DxOMark score tersedia untuk keduanya, tapi secara hardware A17 jelas lebih superior. Kesimpulannya: Galaxy A17 adalah pilihan yang jauh lebih rasional untuk investasi 2026, sementara Galaxy A05 hanya masuk akal jika budget benar-benar terbatas dan kebutuhan penggunaan sangat minimal.
๐ Pilihan Terbaik

Samsung Galaxy A17
Rp 4.299.000
Harga pasar
๐พ[object Object] / 128GB
๐ท50 MP
Kelebihan dan Kekurangan
Samsung Galaxy A17
โ
Kelebihan
- Layar Super AMOLED 6.7 inci 90Hz dengan proteksi Gorilla Glass Victus โ kelas premium di segmen menengah bawah
- Chipset Exynos 1330 (5nm) dengan skor AnTuTu ~608.174, jauh lebih bertenaga dari lawan
- Dukungan software jangka panjang: Android 15 + 6 major upgrade One UI 7 (hingga Android 21)
- Konektivitas 5G lengkap, NFC, Bluetooth 5.3, dan dukungan eSIM
- Kamera utama 50MP dengan OIS โ fitur yang langka di harga ini
- Desain relatif tipis (7.5mm) dengan build glass-fiber reinforced plastic
โ Kekurangan
- Harga Rp 4.299.000 terbilang mahal untuk spesifikasi kelas entry-level
- Kamera ultrawide 5MP dan macro 2MP terasa seperti pelengkap pemanis
- Rekaman video maksimal hanya 1080p@30fps โ tidak ada 4K sama sekali
- Tidak ada jack audio 3.5mm โ menyusahkan pengguna headphone kabel
- Fast charging 25W tergolong standar, tanpa wireless charging
- RAM dasar hanya 4GB pada beberapa varian โ kurang ideal untuk multitasking
Samsung Galaxy A05
โ
Kelebihan
- Harga jauh lebih terjangkau โ opsi hemat untuk pengguna budget ketat
- Baterai 5000 mAh dengan charging 25W, setara kelasnya
- Masih menyediakan jack audio 3.5mm โ kabar baik untuk pengguna headphone kabel
- Layar 6.7 inci luas untuk konsumsi konten
- Slot microSDXC dedicated (tidak berbagai dengan SIM)
โ Kekurangan
- Layar PLS LCD 720p dengan densitas hanya 262 ppi โ tajam-tajamnya tidak, pecah-pecahnya iya
- Chipset MediaTek Helio G85 (12nm) dengan skor AnTuTu SoC hanya ~178.306 โ sangat lambat untuk standar 2026
- Tidak ada 5G sama sekali โ sudah ketinggalan zaman di 2026
- Tanpa NFC โ tidak bisa tap-to-pay atau akses fitur NFC lainnya
- Kamera hanya dual 50MP + lensa auxiliary (lensa hiasan), selfie 8MP minim fitur
- Software hanya 2 major update dari Android 13 โ sudah berakhir siklus updatenya
- Build plastik polos tanpa proteksi layar khusus, bobot 195g terasa berat untuk spesifikasinya
Rekomendasi
Samsung Galaxy A17
Meskipun harga Galaxy A17 (Rp 4.299.000) jauh lebih tinggi dari Galaxy A05, selisih tersebut sepadan dengan lompatan kualitas yang sangat signifikan: layar Super AMOLED 90Hz vs LCD 720p, chipset Exynos 1330 5nm dengan skor AnTuTu 3.4x lebih tinggi (608.174 vs ~178.306), dukungan 5G + NFC, OIS pada kamera utama, dan komitmen update software hingga 6 major upgrade (vs 2). Galaxy A05 pada 2026 sudah ketinggalan zaman secara teknologi โ tanpa 5G, tanpa NFC, dan siklus update software-nya sudah habis. Galaxy A17 adalah pilihan yang jauh lebih future-proof dan layak untuk investasi jangka panjang.
Skor: 78/100







