Dalam membedah trio perangkat kelas entry-level ini, kita melihat pertempuran antara performa mentah melawan fitur pelengkap. Samsung Galaxy A07 4G mendominasi sektor dapur pacu dengan skor Antutu v10 mencapai 416.900 berkat Helio G99, sebuah peningkatan signifikan dibandingkan Oppo A3x (253.200) dan Tecno Spark 20 (222.000). Implikasinya jelas: Samsung akan memberikan pengalaman multitasking dan gaming ringan yang jauh lebih mulus tanpa stuttering yang berarti dibandingkan dua kompetitornya yang masih terjebak di chipset lawas.
Dari sisi display, ketiganya kompak bermain di resolusi HD+ (720p). Sangat disayangkan di tahun 2026 ini kita masih harus menatap layar dengan densitas piksel rendah di angka 262-269 ppi. Tecno Spark 20 menawarkan refresh rate 90Hz yang sedikit membantu visual menjadi lebih fluid, namun tetap tidak bisa menutupi kualitas panel yang biasa saja. Oppo A3x sedikit lebih baik dengan menyertakan sertifikasi militer MIL-STD-810H, sebuah fitur 'anti-teledor' bagi pengguna yang sering menjatuhkan ponsel.
Sektor konektivitas dan baterai menunjukkan kompromi yang aneh. Tecno Spark 20 adalah satu-satunya yang ramah bagi pengguna dompet digital berkat adanya NFC, sementara Samsung A07 justru absen fitur ini. Di sisi lain, Oppo A3x menunjukkan keunggulan teknis dengan dukungan WiFi 6 dan pengisian daya 45W, yang secara praktis memangkas waktu tunggu pengisian baterai 5100 mAh-nya jauh lebih cepat dibanding Samsung (25W) atau Tecno.
Kamera menjadi titik paling kontras. Tecno Spark 20 mencoba memikat dengan angka 32MP pada kamera selfie, meski sensor utama 50MP-nya tidak didukung OIS. Oppo A3x, ironisnya, hanya memberikan kamera utama 8MP namun dengan fitur OIS yang jarang ditemukan di kelasnya. Samsung mengambil jalan tengah dengan sensor 50MP yang lebih andal untuk penggunaan harian, meski tanpa fitur stabilisasi optik yang memadai.
Secara software, Samsung memberikan ketenangan pikiran dengan komitmen update OS 2 tahun dan keamanan 3 tahun, jauh melampaui Oppo A3x yang hanya menjanjikan 1 tahun update OS. Mengingat Android 15 sudah menjadi standar, pilihan Samsung adalah investasi jangka panjang yang lebih masuk akal. Singkatnya, jika Anda mengutamakan kecepatan prosesor dan umur panjang software, pilih Samsung; jika Anda butuh durabilitas fisik, pilih Oppo; dan jika Anda hanya butuh NFC untuk bayar tol, silakan lirik Tecno.
๐ Pilihan Terbaik
417K
Samsung Galaxy A07 4G
โกAntutu: 417K
๐พ4GB / 64GB
๐ท50 MP + 2 MP
222K
Tecno Spark 20
Rp 1.499.000
Harga pasar
โกAntutu: 222K
๐พ8GB / 128GB
๐ท50 MP + 0.3 MP
253K
Oppo A3x 4G
Rp 1.499.000
Launch price
โกAntutu: 253K
๐พ4GB / 64GB
๐ท8 MP + 0.3 MP
Kelebihan dan Kekurangan
Samsung Galaxy A07 4G
โ
Kelebihan
- Performa chipset Helio G99 paling unggul di kelasnya (Antutu 416.900)
- Dukungan update software lebih panjang (2 tahun OS, 3 tahun keamanan)
- Sistem keamanan sidik jari di samping yang responsif
โ Kekurangan
- Layar masih menggunakan panel PLS dengan resolusi HD+ standar
- Tidak ada NFC, fitur yang sudah jadi standar di 2026
- Masih menggunakan storage tipe eMMC 5.1 yang lambat
Tecno Spark 20
โ
Kelebihan
- Kapasitas RAM 8GB dan Storage 128GB yang melimpah
- Sudah dilengkapi NFC untuk pembayaran digital
- Kamera selfie 32MP untuk hasil foto wajah yang tajam
โ Kekurangan
- Performa Helio G85 sudah sangat usang (Antutu hanya 222.000)
- Layar HD+ dengan densitas piksel rendah (269 ppi)
- Chipset 12nm yang tidak efisien daya
Oppo A3x 4G
โ
Kelebihan
- Ketahanan luar biasa dengan sertifikasi MIL-STD-810H dan IP54
- Fast charging paling ngebut (45W) untuk baterai 5100 mAh
- Sudah mendukung WiFi 6 dan speaker stereo
โ Kekurangan
- Kamera utama hanya 8MP, sangat tertinggal di era 2026
- Performa Snapdragon 6s Gen1 masih medioker
- RAM hanya 4GB, sangat terbatas untuk multitasking modern
Rekomendasi
Samsung Galaxy A07 4G
Meskipun minim fitur 'gimmick' seperti NFC, Samsung menang telak di sektor performa inti dengan Helio G99 yang jauh meninggalkan rivalnya. Dukungan software jangka panjang juga membuat investasi ini lebih logis dibandingkan produk lain yang sudah terasa 'kedaluwarsa' dari sisi sistem operasi.
Skor: 85/100






