Dalam perbandingan performa, POCO X8 Pro Max mendominasi dengan skor Antutu v11 mencapai 3.085.998, mengungguli Xiaomi 15T Pro (2.821.344) dan POCO F7 (2.301.000). Penggunaan chipset MediaTek Dimensity 9500s pada X8 Pro Max dan 9400+ pada 15T Pro menunjukkan dominasi MediaTek di tahun 2026, sementara Snapdragon 8s Gen4 pada F7 lebih fokus pada efisiensi termal dengan fabrikasi 4nm. X8 Pro Max juga hadir dengan GPU Mali G1 Ultra yang sangat mumpuni untuk beban kerja grafis berat.
Sektor baterai menjadi pembeda paling kontras. POCO X8 Pro Max membawa kapasitas masif 8500 mAh dengan teknologi Si-Carbon, yang secara praktis memberikan ketahanan jauh di atas Xiaomi 15T Pro (5500 mAh) dan POCO F7 (6500 mAh). Meski ketiganya mendukung pengisian daya cepat (90W-100W), kapasitas X8 Pro Max membuat pengisian daya harian menjadi opsi opsional, bukan keharusan yang menyiksa.
Di sisi display, ketiga ponsel menggunakan panel AMOLED 6,83 inci dengan resolusi QHD, namun POCO X8 Pro Max memimpin dengan kecerahan puncak 3500 nits dan kedalaman warna 12-bit. Xiaomi 15T Pro memberikan kompensasi melalui refresh rate 144Hz yang lebih fluid untuk gamer kompetitif dibandingkan 120Hz pada seri POCO. Desain ketiganya sudah menggunakan proteksi IP68, namun X8 Pro Max sedikit lebih unggul dengan sertifikasi IP69 yang lebih tahan terhadap semprotan air bertekanan tinggi.
Kamera adalah titik lemah bagi seri POCO. Baik X8 Pro Max maupun F7 terjebak dengan sensor ultrawide 8MP yang terasa seperti sisa gudang. Sebaliknya, Xiaomi 15T Pro lebih unggul dengan konfigurasi lensa telephoto 50MP yang menawarkan zoom optik jauh lebih baik untuk fotografi jarak jauh. Jika fotografi adalah prioritas, 15T Pro adalah satu-satunya pilihan rasional di sini.
Dari sisi software, POCO F7 memberikan komitmen jangka panjang dengan 6 tahun update keamanan, mengalahkan 5 tahun pada dua produk lainnya. Meski ketiganya menjalankan HyperOS 2.X/3.X berbasis Android 15/16, dukungan F7 menunjukkan bahwa POCO mulai serius menargetkan pengguna yang ingin menggunakan perangkatnya hingga hampir satu dekade. Secara keseluruhan, X8 Pro Max adalah perangkat untuk mereka yang menginginkan performa murni dan durabilitas, sementara 15T Pro adalah opsi paling seimbang untuk kreativitas.
Kelebihan dan Kekurangan
Xiaomi 15T Pro
✅ Kelebihan
- Layar 144Hz yang sangat responsif untuk gaming
- Sistem pendingin 3D IceLoop yang efisien
- Kamera telephoto 50MP yang jarang ada di kelasnya
- Dukungan software hingga 5 tahun
❌ Kekurangan
- Kapasitas baterai paling kecil di antara ketiganya
- Material aluminium terasa standar
- Tidak ada jack audio
POCO X8 Pro Max
✅ Kelebihan
- Baterai monster 8500 mAh dengan 100W charging
- Performa Antutu tertinggi (3,08 juta poin)
- Layar AMOLED 12-bit dengan kecerahan 3500 nits
- Sertifikasi ketahanan IP69
❌ Kekurangan
- Kamera ultrawide hanya 8MP, terasa sangat 'budget'
- Bobot paling berat (219g)
- Desain fokus pada fungsi, kurang estetis
POCO F7
✅ Kelebihan
- Snapdragon 8s Gen4 yang efisien dan powerful
- Sistem pendingin ultra-large 6000mm²
- Dukungan update keamanan hingga 6 tahun
- Keseimbangan fitur dan harga yang baik
❌ Kekurangan
- Kamera ultrawide 8MP yang medioker
- Kecerahan layar puncak lebih rendah dibanding X8 Pro Max
- Masih menggunakan proses fabrikasi 4nm (dibanding 3nm pada kompetitor)
Rekomendasi
POCO X8 Pro Max
Meskipun dari segi kamera tidak menonjol, POCO X8 Pro Max adalah monster daya tahan baterai dengan kapasitas 8500 mAh dan performa chipset Dimensity 9500s yang memecahkan rekor benchmark. Bagi power user yang tidak ingin pusing dengan charger, ini adalah pilihan mutlak.
Skor: 92/100






