
POCO X8 Pro
Kelebihan dan Kekurangan
POCO X8 Pro
- Layar AMOLED 6.59 inci QHD (1268 x 2756 px) dengan densitas 460 ppi, refresh rate 120Hz LTPO, touch sampling 480Hz, dan peak brightness 3500 nits โ kombinasi panel kelas flagship di harga menengah
- Sertifikasi IP68 + IP69 dan klaim tahan 270 kali jatuh (Drop resistance Class A) โ durabilitas di atas rata-rata kompetitor
- Chipset MediaTek Dimensity 8500 Elite (4nm) dengan skor Antutu 11 sebesar 2.285.536 โ performa mentah tertinggi di kelasnya pada perbandingan ini
- Baterai Si-Carbon 6500 mAh dengan fast charging 100W dan klaim 1000 siklus pengisian โ daya tahan jangka panjang yang serius
- Software support 5 tahun OS + 5 tahun security update (Android 16, HyperOS 3.X) โ komitmen update terpanjang di segmennya
- Konektivitas lengkap: WiFi 6, Bluetooth 6.0, NFC, Infrared, GPS dual-band (L1+L5) multi-konstelasi
- RAM LPDDR5X + storage UFS 4.1 โ kombinasi memori tercepat di kelas harga ini
- Kamera ultrawide hanya 8 MP dengan aperture f/2.2 โ kualitas foto ultrawide jelas di bawah standar kompetitor yang sudah 50 MP
- Selfie camera 20 MP tanpa informasi sensor yang jelas โ terdengar 'seadanya' untuk kelas harga 4,8 juta
- Tidak ada jack audio 3.5mm dan tidak ada radio FM โ minor tapi tetap mengganggu bagi sebagian pengguna
- Bobot 204 gram dengan dimensi 8.2mm โ agak tebal dan berat untuk ukuran layar 6.59 inci
- Harga efektif Rp 4.799.000 untuk varian 8/512GB โ kompetitor sekelas menawarkan chipset Snapdragon 8s Gen 4 dengan harga yang tidak jauh berbeda
- Tidak ada informasi DxOMark resmi โ sulit menilai kualitas kamera secara objektif tanpa data benchmark independen
vivo iQOO Neo 10
- Chipset Qualcomm Snapdragon 8s Gen 4 (4nm) dengan skor SoC Antutu 1.416.433 (CPU 650.093 + GPU 766.340) โ GPU Adreno 825 jelas lebih kuat untuk gaming dibanding Mali-G720 MC8
- Baterai jumbo 7000 mAh Si/C dengan fast charging 120W โ 50% dalam 15 menit, 100% dalam 36 menit, plus bypass charging untuk gaming
- Layar AMOLED 6.78 inci 144Hz dengan 4320Hz PWM dimming dan peak brightness 4400 nits โ refresh rate dan proteksi mata lebih tinggi
- Kamera utama 50 MP f/1.8 dengan OIS + ultrawide 8 MP, selfie 32 MP โ selfie camera jelas lebih tinggi resolusi dari POCO
- Dukungan WiFi 7 dan Bluetooth 5.4 โ konektivitas nirkabel generasi terbaru
- Varian RAM hingga 16GB + storage 512GB โ fleksibilitas konfigurasi lebih luas
- Video 4K@60fps dengan gyro-EIS + OIS di kamera utama maupun selfie โ stabilisasi video lebih mumpuni
- Build quality: plastic back dan plastic frame โ terasa murahan dibanding metal/glass di POCO X8 Pro, dan tidak ada rating IP resmi
- Software support hanya 3 major Android upgrades (Android 15, Funtouch 15) โ jauh di bawah 5 tahun milik POCO
- USB Type-C 2.0 โ transfer data lambat, tidak ada USB 3.x untuk kelas harga ini
- Bobot 206 gram dan dimensi 8.1mm โ sedikit lebih berat, meski layar lebih besar
- Tidak ada informasi harga efektif (null) โ sulit menilai value for money secara langsung
- Tidak ada Infrared dan tidak ada informasi NFC lengkap di beberapa region โ fitur smart home terbatas
- Skor Antutu device total tidak tersedia โ hanya SoC score, sehingga perbandingan performa real-world kurang lengkap
Rekomendasi
Meski POCO X8 Pro menang di build quality (IP68/IP69, metal+glass), durabilitas, dan software support 5 tahun, iQOO Neo 10 unggul di tiga area yang paling terasa di penggunaan sehari-hari: performa gaming (Snapdragon 8s Gen 4 + Adreno 825 dengan GPU score 766.340 vs 636.090 milik POCO โ selisih ~20%), daya tahan baterai (7000 mAh vs 6500 mAh, plus charging 120W yang mengisi penuh dalam 36 menit), dan layar (6.78 inci 144Hz vs 6.59 inci 120Hz). Untuk pengguna yang mengutamakan performa dan baterai โ dua hal yang paling sering jadi keluhan di segmen ini โ iQOO Neo 10 adalah pilihan lebih rasional. Namun jika prioritas Anda adalah durabilitas, update jangka panjang, dan build premium, POCO X8 Pro tetap pilihan solid. Rekomendasi ini condong ke iQOO karena pada Oktober 2026, Snapdragon 8s Gen 4 masih menjadi tolok ukur performa kelas menengah-atas yang lebih matang secara driver dan optimasi game.







