๐Ÿ“‘ Daftar Isi

Perbandingan smartphone POCO X8 Pro dan vivo iQOO Neo 10 dengan spesifikasi layar AMOLED dan chipset Dimensity 8500 Elite vs Snapdragon 8s Gen 4

POCO X8 Pro vs iQOO Neo 10: Duel Sengit Kelas Menengah 2026

Terbit:
โฑ๏ธ11 menit membaca
Penulis:User Generated Content
Bagikan:
Dari sisi Display & Design, keduanya sama-sama mengusung panel AMOLED, tapi karakternya berbeda. POCO X8 Pro memakai layar 6.59 inci QHD (1268 x 2756 px, 460 ppi) dengan LTPO 120Hz, touch sampling 480Hz, dan peak brightness 3500 nits โ€” panelnya padat, tajam, dan efisien berkat LTPO. iQOO Neo 10 membalas dengan layar 6.78 inci (1260 x 2800 px, ~453 ppi) 144Hz, PWM dimming 4320Hz, dan peak brightness 4400 nits. Secara angka, iQOO unggul di refresh rate dan proteksi mata (PWM lebih tinggi), sementara POCO unggul di densitas piksel dan efisiensi LTPO. Tapi yang paling mencolok adalah build quality: POCO memakai glass + metal frame dengan rating IP68/IP69 dan klaim tahan 270 kali jatuh, sedangkan iQOO Neo 10 masih plastic back + plastic frame tanpa rating IP resmi. Ini bukan sekadar spec sheet โ€” ini beda kelas rasa di tangan dan ketahanan jangka panjang. Bobot keduanya mirip (204g vs 206g), jadi tidak ada yang benar-benar 'ringan' di sini. Di sektor Performance, perbandingan jadi lebih tegas. POCO X8 Pro membawa MediaTek Dimensity 8500 Elite (4nm) dengan skor Antutu 11 device 2.285.536 (CPU 586.268, GPU 636.090, MEM 322.007, UX 437.668). iQOO Neo 10 memakai Snapdragon 8s Gen 4 (4nm) dengan skor SoC 1.416.433 (CPU 650.093, GPU 766.340). Perhatikan: skor device total POCO lebih tinggi, tapi itu karena Antutu 11 device score mencakup MEM dan UX yang tidak tersedia untuk iQOO. Jika dibandingkan apple-to-apple di level SoC, CPU iQOO unggul ~11% (650K vs 586K) dan GPU unggul ~20% (766K vs 636K). Untuk gaming โ€” terutama game berat dengan frame rate tinggi โ€” Adreno 825 di iQOO jelas lebih diuntungkan, ditambah layar 144Hz yang match dengan GPU tersebut. POCO menang di RAM type (LPDDR5X) dan storage (UFS 4.1), tapi iQOO menawarkan opsi hingga 16GB/512GB. Secara praktis: POCO lebih baik untuk multitasking dan storage cepat, iQOO lebih baik untuk gaming dan rendering grafis. Baterai adalah medan tempur yang menarik. POCO X8 Pro membawa 6500 mAh Si-Carbon dengan 100W fast charging, klaim 1000 siklus, dan runtime ~66 jam. iQOO Neo 10 membawa 7000 mAh Si/C dengan 120W wired, 100W PD/PPS, plus bypass charging โ€” 50% dalam 15 menit, 100% dalam 36 menit. Di atas kertas, iQOO unggul kapasitas (+500 mAh) dan kecepatan charging (+20W). Tapi POCO punya keunggulan yang jarang dibahas: klaim 1000 siklus pengisian dan rating efisiensi baterai (A, GA, G, A) yang menunjukkan daya tahan jangka panjang lebih terukur. Untuk pengguna yang sering gaming, bypass charging di iQOO adalah fitur pembeda yang nyata โ€” mengurangi panas dan memperpanjang umur baterai saat main game sambil dicas. Secara keseluruhan, iQOO sedikit lebih unggul di sisi baterai untuk penggunaan intensif. Kamera adalah titik lemah relatif kedua perangkat, tapi dengan karakter berbeda. POCO X8 Pro: main 50 MP Sony IMX882 f/1.5 dengan OIS + ultrawide 8 MP f/2.2, selfie 20 MP f/2.2. Fitur kamera lengkap (Night Mode, LAF, 4K video, slow motion 120fps). iQOO Neo 10: main 50 MP f/1.8 OIS + ultrawide 8 MP f/2.2, selfie 32 MP f/2.5, video 4K@60fps dengan gyro-EIS + OIS. Secara hardware, POCO unggul di aperture main camera (f/1.5 vs f/1.8 โ€” lebih banyak cahaya masuk) dan sensor IMX882 yang sudah terbukti. iQOO unggul di selfie (32 MP vs 20 MP) dan video 4K@60fps dengan stabilisasi ganda. Tidak ada skor DxOMark untuk keduanya, jadi penilaian objektif terbatas โ€” tapi secara praktis, POCO lebih baik untuk foto low-light, iQOO lebih baik untuk vlog dan selfie. Connectivity dan Software: POCO X8 Pro menang telak di software support (5 tahun OS + 5 tahun security, Android 16 HyperOS 3.X) versus iQOO Neo 10 (3 major upgrades, Android 15 Funtouch 15). Ini bukan perbedaan kecil โ€” 5 tahun vs 3 tahun berarti POCO masih dapat update saat iQOO sudah berhenti. Di connectivity, POCO punya WiFi 6, BT 6.0, NFC, Infrared, GPS dual-band multi-konstelasi, dan USB OTG. iQOO punya WiFi 7 (unggul di sini), BT 5.4, NFC, tapi USB Type-C 2.0 (lambat) dan tanpa Infrared. Jadi POCO lebih lengkap secara fitur, iQOO lebih modern di WiFi. Untuk pengguna yang memakai smartphone >3 tahun, keunggulan software POCO ini sangat signifikan. Kesimpulan akhir: tidak ada pemenang mutlak โ€” ini adalah pertukaran klasik antara 'build & longevity' (POCO) versus 'raw performance & battery' (iQOO). Jika Anda seorang gamer, content creator selfie/vlog, atau pengguna berat yang butuh baterai jumbo dan charging super cepat, iQOO Neo 10 adalah pilihan lebih tepat. Jika Anda mengutamakan durabilitas (IP68/IP69), build premium, dan update 5 tahun โ€” plus foto low-light lebih baik โ€” POCO X8 Pro adalah jawabannya. Pada harga efektif Rp 4.799.000 (POCO, 8/512GB) versus iQOO yang harga efektifnya tidak tersedia, value for money keduanya kompetitif, tapi POCO sedikit lebih 'aman' untuk jangka panjang berkat software support dan durabilitas.
2.3M
POCO X8 Pro

POCO X8 Pro

Rp 4.799.000
Launch price
โšกAntutu: 2.3M
๐Ÿ’พ8GB / 512GB
๐Ÿ“ท50 MP + 8 MP
๐Ÿ† Pilihan Terbaik
vivo iQOO Neo 10

vivo iQOO Neo 10

๐Ÿ’พ[object Object] / 128GB
๐Ÿ“ท50 MP

Kelebihan dan Kekurangan

POCO X8 Pro

โœ… Kelebihan
  • Layar AMOLED 6.59 inci QHD (1268 x 2756 px) dengan densitas 460 ppi, refresh rate 120Hz LTPO, touch sampling 480Hz, dan peak brightness 3500 nits โ€” kombinasi panel kelas flagship di harga menengah
  • Sertifikasi IP68 + IP69 dan klaim tahan 270 kali jatuh (Drop resistance Class A) โ€” durabilitas di atas rata-rata kompetitor
  • Chipset MediaTek Dimensity 8500 Elite (4nm) dengan skor Antutu 11 sebesar 2.285.536 โ€” performa mentah tertinggi di kelasnya pada perbandingan ini
  • Baterai Si-Carbon 6500 mAh dengan fast charging 100W dan klaim 1000 siklus pengisian โ€” daya tahan jangka panjang yang serius
  • Software support 5 tahun OS + 5 tahun security update (Android 16, HyperOS 3.X) โ€” komitmen update terpanjang di segmennya
  • Konektivitas lengkap: WiFi 6, Bluetooth 6.0, NFC, Infrared, GPS dual-band (L1+L5) multi-konstelasi
  • RAM LPDDR5X + storage UFS 4.1 โ€” kombinasi memori tercepat di kelas harga ini
โŒ Kekurangan
  • Kamera ultrawide hanya 8 MP dengan aperture f/2.2 โ€” kualitas foto ultrawide jelas di bawah standar kompetitor yang sudah 50 MP
  • Selfie camera 20 MP tanpa informasi sensor yang jelas โ€” terdengar 'seadanya' untuk kelas harga 4,8 juta
  • Tidak ada jack audio 3.5mm dan tidak ada radio FM โ€” minor tapi tetap mengganggu bagi sebagian pengguna
  • Bobot 204 gram dengan dimensi 8.2mm โ€” agak tebal dan berat untuk ukuran layar 6.59 inci
  • Harga efektif Rp 4.799.000 untuk varian 8/512GB โ€” kompetitor sekelas menawarkan chipset Snapdragon 8s Gen 4 dengan harga yang tidak jauh berbeda
  • Tidak ada informasi DxOMark resmi โ€” sulit menilai kualitas kamera secara objektif tanpa data benchmark independen

vivo iQOO Neo 10

โœ… Kelebihan
  • Chipset Qualcomm Snapdragon 8s Gen 4 (4nm) dengan skor SoC Antutu 1.416.433 (CPU 650.093 + GPU 766.340) โ€” GPU Adreno 825 jelas lebih kuat untuk gaming dibanding Mali-G720 MC8
  • Baterai jumbo 7000 mAh Si/C dengan fast charging 120W โ€” 50% dalam 15 menit, 100% dalam 36 menit, plus bypass charging untuk gaming
  • Layar AMOLED 6.78 inci 144Hz dengan 4320Hz PWM dimming dan peak brightness 4400 nits โ€” refresh rate dan proteksi mata lebih tinggi
  • Kamera utama 50 MP f/1.8 dengan OIS + ultrawide 8 MP, selfie 32 MP โ€” selfie camera jelas lebih tinggi resolusi dari POCO
  • Dukungan WiFi 7 dan Bluetooth 5.4 โ€” konektivitas nirkabel generasi terbaru
  • Varian RAM hingga 16GB + storage 512GB โ€” fleksibilitas konfigurasi lebih luas
  • Video 4K@60fps dengan gyro-EIS + OIS di kamera utama maupun selfie โ€” stabilisasi video lebih mumpuni
โŒ Kekurangan
  • Build quality: plastic back dan plastic frame โ€” terasa murahan dibanding metal/glass di POCO X8 Pro, dan tidak ada rating IP resmi
  • Software support hanya 3 major Android upgrades (Android 15, Funtouch 15) โ€” jauh di bawah 5 tahun milik POCO
  • USB Type-C 2.0 โ€” transfer data lambat, tidak ada USB 3.x untuk kelas harga ini
  • Bobot 206 gram dan dimensi 8.1mm โ€” sedikit lebih berat, meski layar lebih besar
  • Tidak ada informasi harga efektif (null) โ€” sulit menilai value for money secara langsung
  • Tidak ada Infrared dan tidak ada informasi NFC lengkap di beberapa region โ€” fitur smart home terbatas
  • Skor Antutu device total tidak tersedia โ€” hanya SoC score, sehingga perbandingan performa real-world kurang lengkap

Rekomendasi

vivo iQOO Neo 10

Meski POCO X8 Pro menang di build quality (IP68/IP69, metal+glass), durabilitas, dan software support 5 tahun, iQOO Neo 10 unggul di tiga area yang paling terasa di penggunaan sehari-hari: performa gaming (Snapdragon 8s Gen 4 + Adreno 825 dengan GPU score 766.340 vs 636.090 milik POCO โ€” selisih ~20%), daya tahan baterai (7000 mAh vs 6500 mAh, plus charging 120W yang mengisi penuh dalam 36 menit), dan layar (6.78 inci 144Hz vs 6.59 inci 120Hz). Untuk pengguna yang mengutamakan performa dan baterai โ€” dua hal yang paling sering jadi keluhan di segmen ini โ€” iQOO Neo 10 adalah pilihan lebih rasional. Namun jika prioritas Anda adalah durabilitas, update jangka panjang, dan build premium, POCO X8 Pro tetap pilihan solid. Rekomendasi ini condong ke iQOO karena pada Oktober 2026, Snapdragon 8s Gen 4 masih menjadi tolok ukur performa kelas menengah-atas yang lebih matang secara driver dan optimasi game.

Skor: 84/100

Perbandingan Spesifikasi

Spesifikasi
POCO
POCO X8 Pro
vivo
vivo iQOO Neo 10
Type
AMOLED
AMOLED, 1B colors, 144Hz, 4320Hz PWM, HDR, 2000 nits (HBM), 4400 nits (peak)
Density
460 ppi, Very high density
โ€”
Diagonal
6.59",
6.78 inches, 111.0 cm2 (~89.3% screen-to-body ratio)
Resolution
1268 x 2756 px, QHD
1260 x 2800 pixels, 20:9 ratio (~453 ppi density)
Aspect Ratio
19.5:9
โ€”
Size
75.2 mm x 157.5 mm x 8.2 mm
โ€”
Colors
BlackCyanRedWhite
BlackOrangeRedTitanium
Weight
204 g
206 g (7.27 oz)
Materials
Glass, Metal
โ€”
Repairability
Class A B C D E
โ€”
Usable surface
89 %
โ€”
Drop resistance
Class A B C D E, 270 drops without defects
โ€”
Resistance certificates
IP68, IP69
โ€”
Protection
โ€”
Shield Glass
Build
โ€”
Glass front, plastic back, plastic frame
Dimensions
โ€”
163.7 x 75.9 x 8.1 mm (6.44 x 2.99 x 0.32 in)
Others
Hole-punch Notch, TรœV Rheinland Flicker-free Certified, 3840 Hz PWM, Refresh rate 120 Hz, Touch sampling rate 480 Hz, Peak brightness - 3500 cd/mยฒ, 8000000:1 contrast ratio, TรœV Rheinland Eye Comfort Certification, HDR10+, Dolby Vision, Scratch resistant, Multi-touch, Frameless, LTPO (Low Temperature PolySilicon oxide), SGS Certified, TรœV Low Blue Light, DCI-P3, 12 Bits panel (10-bit +2-bit FRC), Capacitive
โ€”