Memasuki pertengahan tahun 2026, pertarungan antara POCO X8 Pro Max dan Motorola Edge 60 Fusion menyajikan kontras yang sangat menggelitik. Dari segi Display & Design, POCO menawarkan panel AMOLED 6.83 inci beresolusi QHD (1280 x 2772 piksel) dengan kedalaman warna 12-bit yang luar biasa memanjakan mata. Motorola membalas dengan layar P-OLED 6.67 inci beresolusi 1.5K (1220 x 2712 piksel) yang secara ajaib mengklaim kecerahan puncak hingga 4500 nits. Namun secara ergonomis, Motorola adalah pemenang bagi jemari Anda; bobotnya yang hanya 177.5 gram dengan bodi kulit vegan terasa sangat premium dan nyaman digenggam, berbanding terbalik dengan POCO yang memiliki berat 219 gram akibat material fiberglass dan baterai raksasanya.
Berbicara tentang Performa, perbandingan ini beralih menjadi pembantaian sepihak. POCO X8 Pro Max ditenagai oleh MediaTek Dimensity 9500s (fabrikasi 3nm) dengan konfigurasi core ultra-modern berkecepatan hingga 3.73 GHz, menghasilkan skor AnTuTu v11 yang menembus angka fantastis 3.085.999. Sementara itu, Motorola Edge 60 Fusion hanya mengandalkan Dimensity 7300 atau 7400 (4nm) yang kinerjanya ibarat siput yang dipaksa balapan dengan cheetah. POCO juga unggul telak dengan RAM 12GB dan storage UFS 4.1 sebesar 512GB, sedangkan Motorola masih menawarkan varian dasar 128GB, meskipun untungnya Motorola masih berbaik hati menyertakan slot microSDXC.
Di sektor daya, POCO X8 Pro Max membawa inovasi baterai Silicon-Carbon berkapasitas 8500 mAh dengan fast charging 100W. Ini bukan lagi sekadar baterai ponsel, melainkan power bank berjalan yang kebetulan bisa dipakai menelepon, dengan daya tahan aktif hingga 80 jam. Motorola dengan baterai 5200 mAh dan pengisian 68W sebenarnya sudah cukup untuk kebutuhan harian, tetapi tentu saja terlihat sangat 'minimalis' di hadapan kapasitas monster milik POCO. Anehnya, kedua pabrikan ini kompak menunjukkan sifat pelit mereka dengan tetap menggunakan port USB Type-C 2.0 di tahun 2026—sebuah ironi teknologi di mana Anda bisa mengunduh file 5G dengan cepat, tetapi butuh waktu seharian untuk memindahkannya ke laptop via kabel.
Untuk urusan fotografi, Motorola Edge 60 Fusion justru menunjukkan taringnya dengan konfigurasi yang lebih dewasa. Kamera ultrawide 13 MP milik Motorola sudah mendukung Autofocus untuk foto makro, mendampingi kamera utama 50 MP (sensor 1/1.56"). POCO, meski memiliki kamera utama 50 MP bersensor Sony LYT-600 yang andal dengan aperture f/1.5, sayangnya mengabaikan kamera sekunder dengan hanya menyematkan lensa ultrawide 8 MP tanpa autofokus. Kamera selfie Motorola yang beresolusi 32 MP juga mampu merekam video hingga resolusi 4K, mengungguli kamera depan 20 MP milik POCO yang biasa-biasa saja. Di sisi software, POCO kembali memimpin dengan Android 16 berbalut HyperOS 3.X dan komitmen update 5 tahun, mengungguli Motorola yang baru menggunakan Android 15 dengan jaminan 3 kali update OS.
Kelebihan dan Kekurangan
POCO X8 Pro Max
✅ Kelebihan
- Kapasitas baterai raksasa 8500 mAh dengan teknologi Silicon-Carbon, bisa bertahan hingga 3 hari penggunaan normal.
- Performa monster dari MediaTek Dimensity 9500s (3nm) dengan skor AnTuTu v11 menembus 3 juta poin, siap melibas game terberat di tahun 2026 tanpa keringat.
- Dukungan konektivitas masa depan dengan Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6.0.
- Layar AMOLED QHD 12-bit yang luar biasa tajam dengan PWM Dimming 3840 Hz yang sangat bersahabat bagi mata sensitif.
- Sertifikasi ketahanan ekstrem IP68 dan IP69, ditambah ketahanan jatuh Class A.
- Dukungan pembaruan software yang panjang hingga 5 tahun (Android 16 hingga Android 21).
❌ Kekurangan
- Bobotnya mencapai 219 gram, cukup tebal dan siap membuat pergelangan tangan Anda berolahraga setiap hari.
- Kamera ultrawide hanya 8 MP, terasa sangat timpang dan pelit untuk sebuah ponsel berlabel 'Pro Max'.
- Masih menggunakan port USB 2.0 di tahun 2026, sebuah keputusan pelit yang membuat transfer data via kabel terasa seperti zaman purba.
Motorola Edge 60 Fusion
✅ Kelebihan
- Desain sangat ergonomis, tipis, dan ringan (hanya sekitar 177.5 gram) dengan bodi belakang kulit vegan yang stylish.
- Sektor kamera lebih seimbang dengan ultrawide 13 MP yang dilengkapi Autofocus (bisa makro) dan kamera selfie 32 MP yang mendukung video 4K.
- Masih menyediakan slot microSDXC untuk ekspansi penyimpanan, fitur langka yang mulai punah.
- Layar P-OLED dengan kecerahan puncak teoritis hingga 4500 nits, sangat mumpuni di bawah terik matahari.
❌ Kekurangan
- Performa chipset Dimensity 7300/7400 terasa sangat medioker dan tertinggal jauh jika disandingkan dengan POCO.
- Baterai hanya 5200 mAh dengan pengisian daya 68W, tergolong standar untuk standar tahun 2026.
- Dukungan update software hanya 3 tahun, kalah panjang dibanding kompetitornya.
- Ketersediaan NFC dan beberapa fitur lainnya masih bergantung pada wilayah pemasaran.
Rekomendasi
POCO X8 Pro Max
Meskipun bobotnya mirip batu bata dan kamera ultrawide-nya sangat menyedihkan, POCO X8 Pro Max adalah pemenang mutlak dalam hal value-for-money di tahun 2026. Dengan harga peluncuran sekitar €470, Anda mendapatkan chipset flagship Dimensity 9500s yang performanya di luar nalar, baterai silikon-karbon 8500 mAh yang membuat Anda lupa letak charger, serta dukungan update OS 5 tahun hingga Android 21. Motorola Edge 60 Fusion memang lebih cantik dan ringan, tetapi spesifikasi hardware-nya tampak seperti ponsel dari dua generasi lalu jika ditaruh di sebelah monster POCO ini.
Skor: 88/100








