Kelebihan dan Kekurangan
POCO M6 Pro
- Layar AMOLED 120Hz dengan kecerahan puncak 1800 nits dan PWM 1920Hz yang ramah mata, plus refresh rate tinggi untuk scrolling mulus
- Konfigurasi RAM 12GB + Storage 512GB UFS 2.2 yang sangat lega untuk multitasking berat dan penyimpanan konten besar
- Baterai 5000mAh dengan fast charging 67W yang mengisi daya jauh lebih cepat daripada kompetitor di kelasnya
- Kamera utama 64MP dengan sensor Omnivision OV64B dan OIS, plus dukungan video 4K yang jarang ada di kelas menengah
- Sertifikasi IP54 (tahan percikan air) dan Corning Gorilla Glass 5 di depan, memberikan ketahanan fisik lebih baik
- Lengkap dengan NFC, Infrared blaster, FM Radio, dan audio jack 3.5mm untuk kebutuhan konektivitas sehari-hari
- Chipset MediaTek Helio G99 Ultra tidak mendukung jaringan 5G, sebuah kekurangan fatal di era 2026 ketika 5G sudah jadi standar
- Skor Antutu 551.784 (device total) kalah jauh dari kompetitor yang sudah memakai chipset dengan modem 5G terintegrasi
- GPU Mali-G57 MC2 hanya menghasilkan skor 45.635, kurang mumpuni untuk gaming berat dengan grafis ultra dalam jangka panjang
- Kebijakan update software hanya 2 tahun OS dan 2 tahun security patch, sangat singkat dan membuat perangkat cepat usang
- Bluetooth 5.2, bukan 5.3 atau lebih baru, yang sedikit mengecewakan untuk perangkat rilis 2024
- Speaker stereo dengan Dolby Atmos, tapi tanpa dukungan Hi-Res Audio wireless yang optimal untuk audiophile
Xiaomi Poco M7 Pro 5G
- Dukungan jaringan 5G lengkap (band 1, 2, 3, 5, 7, 8, 12, 20, 26, 28, 38, 40, 41, 48, 66, 77, 78) yang siap untuk masa depan
- Chipset MediaTek Dimensity 7025 Ultra (6nm) dengan skor Antutu SoC 310.293, jauh lebih bertenaga dan efisien untuk gaming
- Kamera utama 50MP dengan aperture besar f/1.5 dan OIS, yang memungkinkan hasil foto lebih terang dan stabil dalam kondisi minim cahaya
- Layar AMOLED 120Hz dengan kecerahan puncak 2100 nits, HDR10+, dan Dolby Vision (di India) yang superior untuk konten streaming
- Baterai 5110mAh dengan fast charging 45W, kapasitas lebih besar daripada POCO M6 Pro
- Kebijakan update software yang lebih baik: hingga 2 (internasional) atau 4 (Eropa) upgrade Android utama, memberikan umur pakai lebih panjang
- Desain menggunakan plastic back dan plastic frame, terasa kurang premium dibandingkan pesaing yang menggunakan kaca atau metal
- Kamera ultrawide dan makro tidak tersedia, hanya mengandalkan dual kamera utama, sehingga kurang fleksibel untuk fotografi lanskap
- Video recording terbatas pada 1080p@30fps, tidak mendukung 4K, sebuah kemunduran signifikan dibandingkan POCO M6 Pro
- Kecerahan layar dengan PWM 960Hz lebih rendah dari M6 Pro, yang bisa menyebabkan mata cepat lelah bagi pengguna sensitif
- Tidak ada sertifikasi ketahanan air (IP rating) yang jelas, membuatnya lebih rentan terhadap cipratan air atau debu
- NFC masih bergantung pada pasar/region, jadi tidak pasti tersedia di semua varian yang dijual
Rekomendasi
Poco M7 Pro 5G adalah pemenang yang jelas untuk tahun 2026 karena menawarkan masa depan yang lebih relevan. Dukungan 5G adalah fitur wajib yang tidak dimiliki M6 Pro, membuat M6 Pro seperti membeli HP dari era pra-5G. Chipset Dimensity 7025 Ultra juga jauh lebih bertenaga (skor SoC 310.293 vs 252.310) dan efisien, menjanjikan performa gaming yang lebih baik dan manajemen daya yang lebih hemat. Meskipun M6 Pro menang dalam hal kecepatan charging (67W vs 45W) dan kemampuan video 4K, keunggulan M7 Pro dalam hal konektivitas, performa, update software (hingga 4 tahun di Eropa), dan kamera utama dengan aperture f/1.5 yang lebih terang adalah nilai jual yang jauh lebih penting. Di tahun 2026, membeli smartphone tanpa 5G adalah keputusan yang sulit dibenarkan, kecuali Anda sangat membatasi budget dan tidak peduli dengan kecepatan internet masa depan. M7 Pro 5G adalah investasi yang lebih bijak untuk jangka panjang.








