📑 Daftar Isi

Dua bus listrik otonom WeRide beroperasi tanpa pengemudi di area Bandara Zürich sebagai bagian uji coba Level 4

Zürich Airport Uji Bus Listrik Otonom Level 4 Tanpa Pengemudi

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Bandara Zürich operasikan dua bus listrik otonom Level 4 tanpa pengemudi dan pemantau keselamatan di kabin
  • Dikembangkan bersama WeRide asal Tiongkok, proyek berjalan sejak Maret 2025 secara bertahap
  • Uji tanpa penumpang berlangsung sekitar empat pekan sebelum karyawan boleh menggunakan shuttle
  • Beroperasi sebagai shuttle karyawan di rute terbatas, tidak melintasi taksi dan runway pesawat
  • Melibatkan Swissport dan Krummen Kerzers, masing-masing menyediakan pemantau operasi jarak jauh

Telset.id – Bandara Zürich resmi mengoperasikan dua bus listrik otonom sepenuhnya di area bandara, dan yang membedakannya dari proyek serupa di Eropa: kendaraan ini berjalan tanpa pengemudi maupun pemantau keselamatan manusia di dalam kabin. Langkah ini menempatkan Zürich sebagai salah satu bandara pertama di Eropa yang menguji otonomi Level 4 di lingkungan operasional nyata. Proyek ini dikembangkan bersama WeRide, pengembang kendaraan otonom asal Tiongkok, dan telah berjalan sejak Maret 2025 melalui pendekatan bertahap untuk memenuhi regulasi ketat, persyaratan keselamatan, serta kondisi teknis yang diminta Uni Eropa bagi otonomi Level 4.

Keselamatan tetap menjadi alasan utama mengapa uji coba ini tidak langsung melibatkan penumpang. “Safety was and remains our top priority at all times,” ujar Raphaël Glaesener, Senior Innovation Manager Zurich Airport Ltd. “That is why the first Level 4 trips will once again be carried out without passengers. However, we expect that after around four weeks of test operation, employees will be able to use the now fully automated shuttle.” Artinya, setelah sekitar empat pekan masa uji tanpa penumpang, karyawan bandara baru akan diizinkan menaiki shuttle yang kini sepenuhnya otomatis tersebut.

Dengan seluruh persyaratan regulasi dan keselamatan terpenuhi, shuttle otonom Zürich kini diizinkan beroperasi tanpa pengemudi maupun pemantau keselamatan di dalam kendaraan. Meski begitu, pengawasan jarak jauh tetap dilakukan untuk keperluan teleoperasi manusia bila diperlukan, pada tingkat yang “corresponds to the targeted automation level, Level 4.” Lampu kendaraan menyala, tetapi tidak ada siapa pun di balik kemudi.

Kelayakan Operasional dan Kebutuhan Tenaga Kerja

Pencapaian ini dipandang sebagai fondasi penting bagi operasional bandara ke depan. “We are very pleased with this achievement,” jelas Coralie Klaus Boecker, Head of the ZRH Innovation Hub di Flughafen Zürich AG. “The gradual automation of vehicles can make an important contribution for airports given the emerging shortage of skilled workers. For us, it was therefore essential to lay the necessary groundwork early on. In doing so, we are creating the conditions, not only for ourselves but also for our partners, for the safe deployment of automated vehicles at the airport.”

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa otomatisasi bertahap dinilai relevan untuk menjawab potensi kekurangan tenaga kerja terampil di lingkungan bandara. Zürich memilih menyiapkan dasar-dasar teknis dan regulasi sejak awal, bukan menunggu tekanan operasional datang. Pendekatan ini juga disiapkan untuk mitra bandara yang ingin mengadopsi kendaraan otonom dengan aman. Pembahasan soal kesiapan manusia menghadapi otomatisasi sendiri pernah mencuat dalam diskusi lain, seperti pandangan bahwa AI Tak Punya Selera untuk sepenuhnya menggantikan peran manusia.

Kedua bus listrik otonom ini merupakan bagian dari program percontohan yang lebih besar untuk mendukung elektrifikasi dan dekarbonisasi operasional standar di seluruh bandara. Fungsinya sebagai shuttle karyawan, beroperasi pada rute yang telah ditentukan dan tidak melintasi area taksi maupun landasan pacu pesawat. Karyawan dari perusahaan mitra Swissport dan Krummen Kerzers terlibat dalam program ini, dan masing-masing perusahaan menyediakan pemantau operasi jarak jauhnya sendiri.

Rute Terbatas dan Pengawasan Jarak Jauh

Meski berstatus otonom Level 4, operasional shuttle ini tetap dibatasi pada rute tertutup di area bandara. Tidak ada penyeberangan dengan jalur taksi pesawat atau runway, sehingga risiko interaksi dengan pergerakan pesawat dapat ditekan. Pengawasan jarak jauh atau remote monitoring menjadi lapisan pengaman tambahan ketika kendaraan membutuhkan intervensi manusia, misalnya dalam situasi tak terduga di area operasional.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa adopsi kendaraan otonom di lingkungan bandara tidak serta-merta menghapus peran manusia. Sebaliknya, peran tersebut bergeser dari pengemudi di kabin menjadi operator jarak jauh yang memantau beberapa kendaraan sekaligus. Model ini sejalan dengan pola pengembangan teknologi otonom lain yang menempatkan manusia sebagai pengawas, bukan pengendali utama. Bahkan dalam proyek ambisius seperti penerbangan komersial, pendekatan bertahap dan pengujian berlapis tetap menjadi standar, seperti terlihat pada upaya yang sempat menuai kegagalan peluncuran roket milik Richard Branson.

Untuk konteks Eropa, Zürich bukan satu-satunya bandara yang mengeksplorasi otomatisasi, tetapi klaim tanpa pengemudi dan tanpa pemantau keselamatan di dalam kabin membuat posisinya berbeda. Regulasi Uni Eropa mensyaratkan pemenuhan syarat keselamatan dan teknis yang panjang sebelum sebuah kendaraan boleh beroperasi pada Level 4. Karena itu, fase uji tanpa penumpang selama sekitar empat pekan menjadi tahap krusial sebelum karyawan diizinkan menggunakan shuttle tersebut.

Proyek ini juga menyoroti bagaimana bandara mulai memandang elektrifikasi dan otomatisasi sebagai satu paket solusi operasional, bukan dua agenda terpisah. Bus listrik otonom menawarkan kombinasi pengurangan emisi dari sisi kendaraan dan efisiensi tenaga kerja dari sisi pengoperasian. Dukungan mitra seperti Swissport dan Krummen Kerzers menunjukkan bahwa implementasi semacam ini melibatkan ekosistem, bukan hanya satu operator bandara.

Ke depan, keberhasilan fase uji tanpa penumpang akan menentukan seberapa cepat karyawan bisa memanfaatkan shuttle ini secara rutin. Jika empat pekan uji berjalan sesuai rencana, Zürich akan memiliki bukti operasional bahwa otonomi Level 4 dapat dijalankan di lingkungan bandara yang padat aturan. Bagi bandara lain di Eropa, langkah Zürich menjadi acuan soal bagaimana menyiapkan fondasi regulasi, teknis, dan keselamatan sejak awal, sebelum teknologi otonom benar-benar menjadi kebutuhan operasional harian.

Sumber dan gambar: Zürich Airport, via Electrive.

[IMAGE_PLACEHOLDER]
Zurich Airport has reached a significant milestone with its pilot project for automated driving. As one of the first airports in Europe, two shuttle buses are now operating fully automated on the airport premises, with no safety driver on board. Monitoring is carried out from a remote cockpit. The first fully automated trips took place beginning of September.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.