📑 Daftar Isi

Xiaomi Titan Alloy 2.0 material aluminium daur ulang untuk sasis mobil listrik

Xiaomi Titan Alloy 2.0: Aluminium Daur Ulang Tekan Emisi 93%

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Xiaomi Auto luncurkan Titan Alloy 2.0 dengan 100% aluminium daur ulang untuk komponen struktural otomotif.
  • Material ini tekan emisi karbon 93% dibanding aluminium primer tradisional, dengan nilai 1,1 kgCO₂e/kg.
  • Auditor IVL Swedish Environmental Research Institute verifikasi metrik rendah karbon.
  • Material terdaftar di sistem EPD internasional, produksi melalui enam langkah khusus.
  • Kurangi emisi karbon 800 kg per kendaraan, antisipasi CBAM Uni Eropa.
  • Proyeksi produksi 550.000 kendaraan per tahun, kurangi 450.000 ton CO₂ per tahun.
  • Data Mei 2026: Xiaomi SU7 24.023 unit, YU7 8.736 unit.

Telset.id – Xiaomi Auto resmi meluncurkan material manufaktur terbaru bernama Titan Alloy 2.0, yang menggunakan 100% aluminium daur ulang untuk komponen struktural otomotif. Langkah ini memangkas emisi karbon hingga 93% dibandingkan produksi aluminium primer tradisional, sekaligus menjadi strategi untuk mengantisipasi kebijakan perdagangan Eropa.

Material ini merupakan yang pertama di China yang menggunakan paduan daur ulang penuh pada komponen sasis belakang hasil cetakan terintegrasi (integrated die-cast) yang diproduksi massal. Teknologi ini menghilangkan ketergantungan pada logam murni (virgin metal) di area struktural keamanan kendaraan dengan tekanan tinggi.

Paduan khusus ini mencatat nilai emisi karbon bersertifikat sebesar 1,1 kgCO₂e/kg. Angka ini mewakili pengurangan 93% dalam emisi karbon manufaktur dibandingkan aluminium primer tradisional. Auditor independen dari IVL Swedish Environmental Research Institute telah memverifikasi metrik rendah karbon ini. Material struktural tersebut juga telah terdaftar secara resmi dalam sistem EPD internasional.

Proses produksi Titan Alloy 2.0 melibatkan rangkaian manufaktur enam langkah khusus. Bahan baku melewati fase pra-pemrosesan lima tahap, diikuti peleburan dan penyesuaian komposisi. Hasil ingot paduan kemudian langsung diumpankan ke jalur perakitan gigacasting otomatis untuk memastikan performa mekanis, diverifikasi melalui diagnostik sinar-X internal. Sebuah komite verifikasi teknis yang diorganisir oleh China Machinery Industry Federation telah memvalidasi integritas struktural hasil cetakan tersebut.

Xiaomi Titan Alloy 2.0 untuk sasis mobil listrik

Transisi manufaktur ini terjadi bersamaan dengan ekspansi portofolio yang lebih luas, termasuk desain yang sebelumnya bocor untuk mobil sport listrik dua pintu.

Dampak Lingkungan dan Regulasi

Penggunaan material struktural rendah karbon ini mengurangi emisi karbon sekitar 800 kg per kendaraan. Optimasi lingkungan ini secara langsung mengubah profil karbon mobil yang memasuki pasar internasional. Uni Eropa saat ini menerapkan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) untuk mengenakan pajak pada kendaraan impor berdasarkan metrik lingkungan siklus hidup.

Jejak kepatuhan ini mengubah posisi regulasi varian ekspor masa depan seperti Xiaomi YU7 GT electric SUV. Dengan kata lain, Xiaomi tidak hanya bersaing dalam hal performa atau harga, tetapi juga dalam kepatuhan terhadap regulasi lingkungan global yang semakin ketat.

Proyeksi Produksi dan Volume

Proyeksi internal perusahaan memperkirakan tingkat produksi tahunan sebesar 550.000 kendaraan untuk platform model generasi berikutnya. Kapasitas ini mengurangi emisi karbon dioksida sekitar 450.000 ton setiap tahunnya di seluruh jaringan perakitan. Kerangka produksi ini selaras dengan kebutuhan skala merek yang terus berkembang seiring perluasan jalur produksi.

Data dari China EV DataTracker pada Mei 2026 menunjukkan Xiaomi SU7 mencatat 24.023 unit penjualan, mewakili penurunan 10,4% bulan-ke-bulan dan penurunan 14,2% tahun-ke-tahun, sementara memegang pangsa merek sebesar 73,3%. Secara bersamaan, Xiaomi YU7 yang baru diluncurkan mencatat 8.736 pengiriman, menyumbang 26,7% dari volume bulanan.

Dengan inovasi material seperti Titan Alloy 2.0, Xiaomi menunjukkan bahwa kebijakan baru dalam manufaktur dapat memberikan keunggulan kompetitif. Langkah ini juga menjadi preseden bagi produsen lain untuk mengadopsi praktik serupa dalam menghadapi regulasi lingkungan yang semakin ketat.

Implikasinya, Xiaomi tidak hanya memproduksi mobil listrik, tetapi juga membangun fondasi manufaktur yang lebih berkelanjutan dan siap menghadapi tantangan regulasi di pasar global.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.