📑 Daftar Isi

Pasar EV Inggris Tembus 30% di Juni 2026, Tesla Mulai Bangkit

Pasar EV Inggris Tembus 30% di Juni 2026, Tesla Mulai Bangkit

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Pasar mobil listrik (EV) di Inggris mencatatkan pencapaian signifikan pada Juni 2026. Data terbaru menunjukkan bahwa kendaraan listrik berhasil menguasai hampir 30% pangsa pasar mobil baru di Inggris selama bulan tersebut, dengan total 64.440 unit EV terjual. Angka ini melonjak 38% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan ini menjadi pendorong utama bagi industri otomotif Inggris secara keseluruhan. Pasar mobil baru Inggris tumbuh 15% menjadi 215.921 unit pada Juni 2026. Artinya, EV bukan lagi sekadar ceruk pasar kecil, melainkan menjadi motor pertumbuhan utama industri otomotif Inggris.

Beberapa faktor mendorong lonjakan ini. Pertama, guncangan harga minyak global akibat perang di Iran telah membuat harga bahan bakar konvensional melonjak, sehingga mobil bensin dan diesel menjadi lebih mahal untuk dioperasikan. Kedua, kesenjangan harga antara mobil listrik dan mobil bertenaga bensin semakin mengecil.

Gurjeet Grewal, CEO Octopus Electric Vehicles, menyatakan bahwa banyak model listrik baru telah mencapai paritas harga dengan opsi tradisional. Selain itu, harga mobil listrik bekas kini semakin terjangkau bagi konsumen rata-rata, membuat peralihan ke EV menjadi lebih praktis.

Kebijakan Pemerintah dan Target ZEV

Kebijakan lokal juga mendorong produsen mobil untuk memasok lebih banyak kendaraan ramah lingkungan. Pemerintah Inggris menerapkan Mandat Zero Emission Vehicle (ZEV) yang mewajibkan produsen otomotif mencapai persentase penjualan nol emosi yang meningkat setiap tahunnya.

Meskipun hasil Juni impresif, industri masih menghadapi tantangan besar. Sepanjang semester pertama 2026, mobil listrik hanya mencakup 24,9% dari seluruh registrasi kendaraan baru di Inggris. Angka ini masih di bawah target resmi pemerintah sebesar 33% untuk tahun ini.

Meskipun meleset dari target, Inggris bergerak lebih cepat dibandingkan negara tetangganya. Data dari European Automobile Manufacturers’ Association (ACEA) menunjukkan bahwa gabungan pasar Uni Eropa, European Free Trade Association, dan Inggris baru mencapai pangsa pasar EV sebesar 19,7% hingga April 2026. Kemampuan Inggris mendekati 30% pada Juni membuktikan bahwa pasar lokal beradaptasi dengan mobilitas listrik jauh lebih cepat dari rata-rata kontinental.

Kebangkitan Tesla di Inggris

Kesuksesan Juni sebagian besar berkat Tesla, yang mulai pulih dari masa sulit di Eropa. Pabrikan asal Amerika Serikat ini menjual 12.403 mobil listrik di Inggris pada Juni 2026, meningkat 42% dibandingkan tahun sebelumnya.

Meskipun ini kabar baik, pertumbuhan tersebut perlu konteks. Tesla menghabiskan awal tahun 2026 dengan kesulitan penjualan di seluruh benua. Pada Januari, penjualan Tesla di Inggris turun 57%, sementara total registrasi di Uni Eropa merosot 17% meskipun pasar EV secara keseluruhan terus berkembang.

Untuk membalikkan tren penurunan ini, Tesla mengandalkan versi terbaru dari Tesla Model 3 dan Tesla Model Y. Perusahaan juga menerapkan pemotongan harga agresif untuk menarik kembali pembeli. Lonjakan 42% tersebut pada dasarnya menunjukkan Tesla kembali ke volume penjualan historisnya, bukan memecahkan rekor baru. Tesla telah merusak reputasi merek dan menghadapi lini produk yang menua, sehingga diskon besar diperlukan untuk membersihkan stok yang belum terjual.

Sementara Tesla kembali bangkit, pabrikan asal China, BYD, masih kesulitan menembus pasar Inggris. BYD mendaftarkan 2.999 kendaraan di Inggris pada Juni 2026, meningkat 9% dibandingkan tahun lalu. Meskipun pertumbuhan tetap positif, angka satu digit ini merupakan perlambatan dari pertumbuhan tiga digit yang dinikmati BYD di awal tahun. BYD berhasil mengalahkan Tesla di daratan Eropa selama beberapa bulan di tahun 2026, namun di Inggris, Tesla masih mempertahankan posisi dominan, mengalahkan rival asal China-nya dengan rasio empat banding satu pada Juni.

Permintaan EV memang tinggi, namun manufaktur mobil Inggris menghadapi risiko eksternal serius. Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT) mengeluarkan peringatan terkait aturan perdagangan pasca-Brexit. Jika Inggris dan Uni Eropa tidak segera menyelesaikan aturan konten lokal, produsen mobil listrik Inggris bisa menghadapi tarif mencapai €1,64 miliar. Mengingat Uni Eropa adalah tujuan ekspor terbesar bagi kendaraan buatan Inggris, sanksi perdagangan ini akan merugikan sektor manufaktur lokal. Regulasi perdagangan Uni Eropa yang lebih ketat yang dijadwalkan pada 2027 hanya akan menambah tekanan ini.

Data Juni mengonfirmasi bahwa mobil listrik telah memasuki arus utama di Inggris. Pangsa pasar meningkat tajam dari 27% yang tercatat pada Mei, saat registrasi naik 31%. Pengemudi tidak lagi membeli opsi listrik hanya karena mandat pemerintah, melainkan memilihnya karena harga bahan bakar tinggi dan pilihan kendaraan yang lebih baik. Jika industri dapat menavigasi sengketa tarif yang mengancam dengan Eropa, transisi ke transportasi listrik akan terus mengubah lanskap otomotif Inggris.

Untuk informasi lebih lanjut tentang perkembangan EV di Eropa, Anda dapat membaca artikel terkait tentang Baterai Truk Listrik dan ParkPay Mobil Listrik.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.