Telset.id β Xiaomi mendapat persetujuan regulasi dari Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China untuk memproduksi kendaraan listrik extended-range (EREV). Langkah ini merupakan perubahan strategi besar bagi perusahaan elektronik konsumen yang baru terjun ke industri otomotif beberapa tahun lalu.
Kendaraan EREV mengandalkan baterai dan motor listrik untuk menggerakkan roda, namun dilengkapi mesin pembakaran internal kecil. Mesin tersebut tidak menggerakkan roda secara langsung, melainkan berfungsi sebagai generator onboard untuk mengisi ulang baterai saat dayanya habis. Teknologi ini menghilangkan kecemasan jarak tempuh bagi pengemudi yang bepergian jauh atau tidak memiliki akses ke infrastruktur pengisian daya yang andal.
Untuk melindungi identitas merek utamanya, Xiaomi berencana meluncurkan kendaraan baru ini di bawah sub-merek khusus bernama Skynomad. Langkah ini diambil karena jajaran kendaraan Xiaomi saat ini, termasuk sedan SU7 dan crossover YU7, berfokus pada teknologi baterai murni dan performa tinggi. Menjual model hybrid berorientasi keluarga di bawah merek utama dapat mengencerkan citra teknologi tinggi tersebut. Dengan menciptakan Skynomad, Xiaomi dapat menargetkan demografi yang berbeda tanpa membingungkan pembeli yang mengasosiasikan merek utama dengan mobil sport ramping tanpa emisi.
Pengembangan SUV Full-Size Kunlun N3
Pengembangan kendaraan pertama di bawah strategi baru ini sudah berjalan. Para insinyur sedang menguji sebuah SUV ukuran penuh dengan nama kode internal Kunlun N3. Mata-mata fotografer di China memotret kendaraan tersebut dengan lapisan kamuflase tipis, memperlihatkan kendaraan besar dengan garis kap mesin tinggi, lampu depan kotak dengan elemen horizontal tengah yang khas, dan sensor LiDAR di atap untuk sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut. Kendaraan ini juga memiliki sentuhan desain menarik seperti gagang pintu semi-tersembunyi, pelek multi-jari-jari besar, lubang udara bawah trapesium, dan pijakan listrik.
Kunlun N3 menargetkan segmen SUV keluarga premium. Dimensi fisiknya cukup besar, dengan panjang total lebih dari 5,3 meter, memungkinkan kabin tiga baris yang luas untuk menampung tujuh penumpang. Xiaomi akan menggunakan platform yang baru dikembangkan yang pada akhirnya akan mendukung beberapa model turunan, termasuk varian lima tempat duduk yang lebih kecil.
Spesifikasi teknis menunjukkan bahwa kendaraan ini akan bersaing langsung dengan pemimpin pasar yang sudah mapan. SUV ini akan membawa paket baterai besar berkapasitas lebih dari 70 kWh, yang akan memberikan jangkauan mengemudi listrik murni antara 400 km hingga 500 km. Dua perusahaan baterai China besar akan membagi tugas manufaktur untuk paket penyimpanan energi ini, dengan Sunwoda memasok 60 persen volume dan CALB menyediakan 40 persen sisanya.
Target Pasar dan Persaingan
Sasaran utama model baru ini adalah Li Auto L9, kendaraan yang bertanggung jawab membangun kelas crossover EREV ukuran penuh mewah. L9 memiliki baterai 72,7 kWh, memberikan jangkauan listrik murni 420 km, dan dibanderol mulai RMB 459.800. L9 mengalami kesulitan baru-baru ini, dengan pengiriman turun 74 persen tahun-ke-tahun menjadi hanya 4.131 unit dalam empat bulan pertama tahun 2026. Xiaomi melihat peluang untuk menyaingi rival ini dari segi harga sambil menyamai dimensi dan kemampuannya. Perusahaan juga harus bersaing dengan Aito M9 yang didukung Huawei, yang mendominasi segmen premium di atas RMB 500.000.
Xiaomi menetapkan target pengiriman ambisius sebesar 550.000 kendaraan untuk tahun 2026, meningkat 34 persen dibandingkan 410.000 unit yang dikirim pada tahun 2025. Antara Januari dan Mei 2026, total pengiriman mencapai 150.317 unit. Pengiriman Mei mencapai 32.759 kendaraan, naik 17 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu tetapi turun 10,7 persen dari April. Meluncurkan model Skynomad baru di paruh kedua tahun 2026 diharapkan memberikan dorongan volume yang tepat untuk mencapai target penjualan tahunan tersebut. Sebelumnya, Xiaomi juga sempat jajaki kolaborasi dengan pihak lain di industri ini.
Langkah Xiaomi masuk ke segmen EREV menunjukkan adaptasi cepat terhadap realitas pasar domestik China. Meskipun sebelumnya perusahaan menolak teknologi powertrain ini, perubahan permintaan konsumen memaksa pabrikan untuk menggeser strateginya. Dengan sub-merek Skynomad dan SUV Kunlun N3, Xiaomi berupaya menangkap pangsa pasar yang lebih luas tanpa mengorbankan identitas merek utamanya yang berfokus pada kendaraan listrik murni berperforma tinggi.





Komentar
Belum ada komentar.