📑 Daftar Isi

Ilustrasi truk semi listrik yang digunakan dalam uji coba baterai sodium-ion FAW Jiefang

FAW Jiefang Uji Baterai Sodium untuk Truk Listrik Jarak Jauh

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • FAW Jiefang selesaikan uji coba truk listrik baterai sodium-ion selama 7 bulan
  • Baterai 339 kWh pertahankan 90% kapasitas di suhu -40°F
  • Pengisian daya penuh hanya 20-25 menit dengan siklus hidup 8.000 siklus
  • Baterai dikembangkan bersama Zhongke Haina
  • CATL dan BYD juga kembangkan baterai sodium-ion
  • Baterai sodium-ion lebih murah dan lebih aman dari litium-ion

Telset.id – Produsen truk asal China, FAW Jiefang, telah menyelesaikan uji coba dunia nyata selama tujuh bulan terhadap truk listrik bertenaga baterai sodium-ion. Uji coba ini menjadi langkah signifikan dalam upaya China mengkomersialkan alternatif baterai litium-ion yang lebih murah untuk sektor transportasi.

Perusahaan melakukan pengujian sistematis dalam kondisi penuh, mencakup lebih dari 9.300 mil bersama armada truk listriknya. Berbeda dengan pengujian laboratorium, uji coba ini mengikuti operasi layanan nyata, membuat paket baterai terpapar pada perjalanan jarak jauh, siklus pengisian daya berulang, kondisi jalan yang berubah, dan cuaca ekstrem.

Uji coba berfokus pada paket baterai sodium-ion 339 kWh yang dikembangkan bersama oleh FAW Jiefang dan perusahaan baterai China, Zhongke Haina. Hasilnya dipandang sebagai sinyal penting bahwa baterai sodium-ion dapat melampaui kendaraan penumpang dan kendaraan kecil ke aplikasi truk komersial yang menuntut.

Baterai Sodium Diuji dalam Kondisi Ekstrem

Baterai sodium-ion mulai mendapat perhatian karena menggunakan bahan yang lebih melimpah dan berpotensi lebih murah dibandingkan baterai litium-ion konvensional. Hal ini membuatnya menarik untuk kendaraan listrik, terutama di pasar di mana biaya, keamanan pasokan, dan daya tahan menjadi faktor penting.

Untuk truk berat, tantangannya jauh lebih sulit. Kendaraan komersial menghadapi beban tinggi, jam operasi panjang, dan tuntutan uptime yang ketat. Baterai harus tahan terhadap pengisian daya cepat yang sering, output energi tinggi, dan fluktuasi suhu lebar tanpa kehilangan performa yang signifikan.

Uji coba FAW Jiefang dirancang untuk menguji kondisi-kondisi tersebut. Armada truk dioperasikan di suhu tinggi dan rendah selama hampir tujuh bulan. Sistem baterai sodium-ion juga terpapar pada penggunaan frekuensi tinggi berulang, bukan siklus laboratorium terkontrol.

Salah satu hasil paling menonjol terjadi di suhu dingin ekstrem. Pada -40°F, paket baterai 339 kWh mampu mempertahankan lebih dari 90% kapasitas yang dapat digunakan, menurut perusahaan-perusahaan tersebut.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik antara China dan AS juga terus memanas. Baru-baru ini, ASML Bantah Kirim Mesin EUV ke China, memicu kekhawatiran baru di industri semikonduktor global.

Pengisian Cepat dan Siklus Hidup Panjang

Zhongke Haina mengatakan pengujian ini juga mendukung klaim seputar pengisian daya yang lebih cepat dan peningkatan keamanan baterai, dua area yang dianggap krusial untuk adopsi kendaraan komersial.

“Pengisian penuh hanya memakan waktu 20-25 menit, secara signifikan mengurangi waktu pengisian bahan bakar dan secara efektif meningkatkan efisiensi logistik dan transportasi. Selain itu, baterai ini memiliki siklus hidup melebihi 8.000 siklus dalam kondisi pengisian cepat, jauh melampaui standar industri,” demikian pernyataan resmi Haina melalui akun WeChat mereka.

Kimia baterai ini juga dipandang memiliki keunggulan keamanan karena stabilitas termalnya. Untuk kendaraan tugas berat yang membawa paket baterai besar, keamanan di bawah operasi frekuensi tinggi dan beban berat tetap menjadi perhatian utama.

Perkembangan ini menarik perhatian karena China juga sedang gencar mengembangkan teknologi militer canggih. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, China Pamerkan Senjata Laser Anti-Drone portabel Lijian di Beijing, menunjukkan ambisi teknologi negara tersebut di berbagai sektor.

Perlombaan China Mengkomersialkan Baterai Sodium

Uji coba FAW Jiefang terjadi di tengah akselerasi perusahaan baterai dan kendaraan China dalam mengembangkan teknologi sodium-ion. Sektor ini didorong oleh pencarian alternatif baterai litium-ion yang dapat menyeimbangkan biaya, performa, keamanan, dan ketahanan rantai pasok.

Perusahaan seperti CATL dan BYD juga sedang mengejar baterai sodium-ion. CATL dilaporkan telah mengkomitmenkan lebih dari $700 juta untuk membangun pabrik produksi baterai sodium tahunan 40 GWh di Fujian, sementara BYD mengklaim kemajuan pada baterai sodium berumur panjang yang mampu melakukan lebih dari 10.000 siklus pengisian daya.

Bagi FAW Jiefang, uji coba terbaru ini menunjukkan bahwa baterai sodium-ion mungkin memiliki peran di truk listrik tugas berat, terutama di daerah dingin dan operasi logistik penggunaan tinggi.

Sementara itu, tekanan pasar China juga dirasakan oleh merek global. BMW Pangkas Proyeksi Laba 2026 akibat tekanan dari pasar China, menunjukkan dinamika kompleks di pasar otomotif terbesar dunia.

Implikasi dari uji coba ini jelas: baterai sodium-ion bukan lagi sekadar konsep laboratorium. Jika teknologi ini dapat diandalkan untuk truk berat di kondisi ekstrem, maka adopsi massal di sektor logistik dan transportasi komersial bisa menjadi kenyataan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Komentar

Belum ada komentar.