📑 Daftar Isi

Armada truk tambang listrik LK220E Zijin Mining beroperasi di tambang seng Wulagen, Xinjiang, China

Zijin Mining Operasikan 290 Truk Tambang Listrik Terbesar di Dunia

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Zijin Mining mengoperasikan 290 truk tambang listrik LK220E di tambang Wulagen, Xinjiang.
  • Truk hasil kolaborasi dengan Longking ini berkapasitas 140 ton dengan baterai 770 kWh.
  • Sistem penukaran baterai hanya memakan waktu 4 menit, menggantikan pengisian daya konvensional.
  • Lebih dari 80% transportasi tambang kini bertenaga listrik.
  • Biaya energi per ton-kilometer hanya RMB0,177, jauh lebih rendah dari diesel yang mencapai RMB0,68.
  • Drivetrain listrik memiliki komponen lebih sedikit, mengurangi perawatan dan risiko kecelakaan.
  • Tambang Wulagen menggunakan kombinasi tenaga angin, surya, dan penyimpanan baterai.
  • Zijin sudah memiliki lebih 1.700 kendaraan listrik di berbagai tambangnya.
  • Langkah ini mendukung target net-zero mining operations perusahaan.

Telset.id – China’s Zijin Mining resmi mengoperasikan 290 unit truk angkut tambang baterai-listrik di tambang seng Wulagen, Xinjiang. Armada ini menjadi salah satu penggunaan kendaraan tambang listrik terbesar di dunia, dengan lebih dari 80 persen transportasi tambang kini bertenaga listrik sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi perusahaan.

Keputusan Zijin Mining untuk beralih ke truk listrik bukan tanpa tantangan. Perusahaan tidak dapat menemukan truk listrik yang sesuai dengan kebutuhan tambang mereka di pasaran. Alhasil, Zijin bekerja sama dengan produsen alat berat Longking untuk merancang truk khusus yang sesuai dengan kondisi operasional tambang Wulagen.

Hasil kolaborasi tersebut melahirkan LK220E, truk angkut baterai-listrik berkapasitas 140 ton dengan paket baterai 770 kilowatt-jam. Menurut Zijin, ini adalah baterai yang dapat ditukar (swappable battery) terbesar yang pernah digunakan pada truk listrik tambang. Unit pertama LK220E diperkenalkan pada Desember lalu, dan sejak itu ratusan unit lainnya mulai beroperasi di tambang tersebut.

Salah satu tantangan utama elektrifikasi kendaraan tambang adalah waktu pengisian daya yang lama. Truk tambang harus beroperasi berjam-jam dengan beban berat dan meminimalkan waktu henti. Untuk mengatasi hal ini, LK220E menggunakan sistem penukaran baterai. Baterai kosong dapat diganti dalam waktu sekitar empat menit, sehingga truk tetap bergerak tanpa harus berhenti lama untuk mengisi daya. Sistem ini membantu tambang besar tetap efisien dan produktif.

Sumber Energi Terbarukan Mendukung Transisi

Tambang Wulagen sudah menggunakan energi terbarukan dalam operasionalnya. Tambang ini mengombinasikan tenaga angin dan surya lokal dengan penyimpanan baterai untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Dengan pengaturan ini, beralih ke truk listrik menjadi langkah logis berikutnya. Dengan menggunakan truk baterai-listrik sebagai pengganti truk diesel, tambang dapat menurunkan emisi dan memanfaatkan lebih banyak energi terbarukan miliknya sendiri.

Perubahan ini sejalan dengan dorongan industri pertambangan global untuk memangkas emisi karbon. Truk angkut berat menggunakan banyak bahan bakar, sehingga menjadi fokus utama elektrifikasi. Langkah Zijin Mining juga menunjukkan bahwa perusahaan tambang besar dapat mengelektifikasi peralatan yang paling boros energi dan tetap memenuhi target produksi.

Biaya Operasional Lebih Rendah dan Keandalan Meningkat

Selain manfaat lingkungan, Zijin Mining menyoroti keuntungan ekonomi yang signifikan dari truk listrik tambang. “Biaya energi per ton-kilometer untuk truk tambang listrik hanya sekitar RMB0,177, dibandingkan dengan setinggi RMB0,68 saat menggunakan energi fosil. Selain itu, keamanan dan efisiensi operasional truk tambang listrik memiliki keunggulan yang menonjol dibandingkan truk diesel. Dengan komponen transmisi yang lebih sedikit… truk ini memiliki tingkat kegagalan yang jauh lebih rendah daripada kendaraan bahan bakar fosil. Pengoperasian kendaraan listrik yang lebih sederhana juga mengurangi risiko kecelakaan akibat kesalahan operasional,” demikian pernyataan perusahaan.

Perusahaan menyebutkan bahwa drivetrain listrik memiliki lebih sedikit komponen bergerak, yang berarti lebih sedikit perawatan dan lebih sedikit kerusakan. Pengoperasian kendaraan yang lebih mudah juga dapat membuat lokasi tambang lebih aman. Keunggulan ini menjadikan truk listrik sebagai pilihan yang menarik tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga dari sisi bisnis jangka panjang.

Armada truk baru ini hanyalah salah satu bagian dari dorongan elektrifikasi Zijin Mining yang lebih besar. Perusahaan saat ini sudah memiliki lebih dari 1.700 kendaraan listrik yang beroperasi di berbagai tambangnya. Lebih banyak kendaraan listrik akan ditambahkan sebelum akhir tahun, dengan beberapa ratus unit lagi bergabung dengan armada. Ekspansi ini mendukung target Zijin untuk mencapai operasi tambang net-zero.

Dengan 290 truk LK220E yang beroperasi dan sebagian besar pasokan listriknya berasal dari energi terbarukan, tambang Wulagen menjadi bukti bahwa perusahaan tambang besar dapat mengelektrifikasi peralatan yang paling boros energi dan tetap memenuhi target produksi. Langkah ini juga memperkuat posisi China sebagai pemimpin dalam adopsi teknologi kendaraan listrik di sektor industri berat. Inovasi seperti baterai solid-state yang terus dikembangkan dapat semakin mempercepat transisi ini.

Keberhasilan Zijin Mining dalam mengimplementasikan armada truk listrik terbesar di dunia ini memberikan pelajaran berharga bagi industri pertambangan global. Pendekatan kolaboratif dengan produsen alat berat, penggunaan sistem penukaran baterai, dan integrasi dengan energi terbarukan menjadi model yang dapat direplikasi di tambang-tambang lain. Tren brand China yang go global juga terlihat jelas dalam langkah strategis perusahaan ini.

Langkah Zijin Mining juga menunjukkan bahwa elektrifikasi kendaraan tambang bukan sekadar wacana, melainkan sudah menjadi kenyataan yang teruji di lapangan. Dengan biaya operasional yang jauh lebih rendah dan keandalan yang lebih baik, truk listrik tambang diprediksi akan semakin banyak diadopsi oleh perusahaan pertambangan di seluruh dunia dalam beberapa tahun ke depan.

Komentar

Belum ada komentar.