Telset.id – Waymo resmi membuka robotaxi generasi terbarunya, Ojai, untuk semua penumpang di Los Angeles, Phoenix, dan San Francisco. Langkah ini menjadi tonggak penting bagi perusahaan asal Alphabet tersebut dalam upayanya memperluas armada dengan kendaraan yang lebih murah untuk diproduksi, dioperasikan, dan dirawat.
Saat ini, pelanggan di ketiga kota tersebut mungkin akan dipasangkan dengan robotaxi baru bernama Ojai (diucapkan oh-hi) saat memesan layanan. Setelah Waymo memiliki cukup banyak unit Ojai dalam armadanya, penumpang akan bisa memilih antara kendaraan baru ini dan robotaxi Jaguar I-Pace yang lebih lama.
Waymo saat ini memiliki sekitar 300 unit robotaxi Ojai dalam armada komersialnya, menurut juru bicara perusahaan. Perusahaan mengumumkan pada Rabu bahwa mereka berencana meluncurkan Ojai di Denver, Las Vegas, dan San Diego pada akhir tahun ini.
Selama bertahun-tahun, Waymo mengandalkan Jaguar I-Pace listrik yang dimodifikasi untuk armada robotaxi-nya, yang kini beroperasi di 11 kota di Amerika Serikat. Hatchback otonom berwarna putih dengan sensor di sekelilingnya ini memang sudah menjadi pemandangan umum di pasar seperti San Francisco, tetapi kendaraan ini lebih merupakan solusi sementara dalam upaya jangka panjang Waymo menuju skala massal, dan pada akhirnya, profitabilitas.
Waymo Ojai dirancang untuk mewujudkan ambisi tersebut. Ojai dilengkapi dengan sistem mengemudi otonom generasi keenam Waymo, yang menjadi kunci strategi komersial perusahaan karena sifatnya modular dan dirancang untuk bekerja di berbagai tipe kendaraan. Robotaxi ini juga hadir dengan antarmuka pengguna yang didesain ulang dan Google Gemini AI yang berfungsi sebagai asisten di dalam kabin bagi penumpang.
Baca Juga:
Jika teknologi tersebut dihilangkan, Ojai sebenarnya adalah minivan buatan Zeekr, merek yang dimiliki oleh Geely Holding Group asal China. Waymo bermitra dengan Zeekr pada 2021 dan menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menguji prototipe, dan kemudian versi produksi dari kendaraan tersebut.
Ojai dibangun di atas platform SEA-M milik Zeekr, versi terbaru dari “Sustainable Experience Architecture” yang dirancang perusahaan untuk kendaraan seperti robotaxi dan van pengiriman. Tujuannya adalah menciptakan robotaxi yang menarik dan mudah diakses penumpang, tetapi juga murah untuk diproduksi dan dirawat, serta cukup tahan lama untuk digunakan hampir terus-menerus.
Ojai memenuhi banyak tujuan tersebut, meskipun tarif impor kendaraan menambah biaya. Di bawah kebijakan perdagangan AS saat ini, kendaraan yang diproduksi di China menghadapi tarif impor yang tinggi, yang meningkatkan biaya Waymo untuk setiap Ojai yang dibawa masuk ke negara tersebut.
Kendaraan dasar Zeekr dikirim tanpa teknologi kendaraan terhubung buatan China. Setelah tiba di AS, kendaraan dikirim ke pabrik Waymo di Arizona, tempat sistem mengemudi otonom dipasang.
Ekspansi Armada Ojai Terus Berlanjut
Firma riset asal New York, MoffettNathanson, yang melacak impor Ojai dengan memeriksa resi terperinci barang yang dikirim, mengatakan Waymo berada di jalur untuk membawa 5.000 kendaraan Ojai ke Amerika Serikat pada akhir 2026. Jumlah itu akan lebih dari dua kali lipat armada Jaguar Waymo saat ini, menurut firma tersebut.
Pada bulan Juli saja, 725 kendaraan Ojai masuk ke negara tersebut, yang menunjukkan skala dan kecepatan upaya ekspansi Waymo. Angka ini juga menegaskan bahwa Waymo tidak hanya berhenti pada tiga kota awal, tetapi juga serius dalam memperluas layanan ke lebih banyak pasar.
Langkah Waymo membuka Ojai untuk semua penumpang di tiga kota ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk meningkatkan jumlah armada secara signifikan. Dengan biaya produksi dan perawatan yang lebih rendah, Ojai diharapkan dapat membantu Waymo mencapai skala ekonomi yang lebih baik dibandingkan dengan Jaguar I-Pace.
Keputusan ini juga menunjukkan kepercayaan Waymo terhadap kesiapan teknologi Ojai setelah melalui proses pengujian yang panjang. Sistem mengemudi otonom generasi keenam yang modular memungkinkan perusahaan untuk mengadaptasi teknologi tersebut ke berbagai tipe kendaraan di masa depan.
Bagi penumpang di Los Angeles, Phoenix, dan San Francisco, kehadiran Ojai memberikan pilihan kendaraan baru dalam layanan robotaxi. Sementara bagi Waymo, ini adalah langkah maju dalam rencana jangka panjang untuk mencapai profitabilitas melalui operasi skala besar.
Dengan rencana perluasan ke Denver, Las Vegas, dan San Diego, Waymo terus menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan layanan robotaxi yang lebih luas. Perusahaan juga terus mengembangkan teknologi dan kemitraan untuk memperkuat posisinya di industri kendaraan otonom.
Kehadiran Gemini AI sebagai asisten di dalam kabin menambah nilai bagi penumpang, sementara antarmuka yang didesain ulang diharapkan meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan. Kombinasi antara teknologi canggih dan biaya operasional yang lebih efisien menjadi fondasi utama strategi Waymo dengan Ojai.
Tarif impor yang tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi Waymo dalam mendatangkan unit Ojai ke AS. Namun, perusahaan tampaknya tetap melanjutkan rencana ekspansinya dengan volume impor yang terus meningkat setiap bulannya.
Waymo sebelumnya juga telah menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan teknologi robotaxi melalui berbagai langkah strategis. Perusahaan terus berinovasi dalam hal keselamatan dan efisiensi operasional untuk memastikan layanan yang andal bagi pengguna.
Dengan armada yang terus bertambah, Waymo berpotensi meningkatkan frekuensi layanan dan memperluas area operasional di kota-kota yang sudah ada. Hal ini dapat membuat layanan robotaxi semakin mudah diakses oleh masyarakat umum.
Ke depan, keberhasilan Ojai akan menjadi indikator penting bagi strategi Waymo dalam mencapai skala massal dan profitabilitas. Jika target 5.000 unit tercapai pada akhir 2026, Waymo akan memiliki armada yang jauh lebih besar dan efisien dibandingkan saat ini.
[CONTENT_END]





Komentar
Belum ada komentar.