Telset.id – Ferrari Luce pertama yang diproduksi berhasil terjual dengan harga fantastis mencapai Rp640 miliar dalam sebuah lelang amal. Hasil ini sekaligus memecahkan rekor sebagai mobil baru termahal yang pernah dilelang, mengalahkan prediksi awal yang hanya memperkirakan harga sekitar Rp17 miliar.
Unit pertama dengan kode sasis “Chassis 0” dan nomor VIN ZFF21BUA8T0338000 ini melampaui perkiraan pra-lelang hingga hampir empat puluh kali lipat. Angka tersebut juga mengungguli rekor sebelumnya yang dipegang oleh Daytona SP3 dengan selisih sekitar Rp208 miliar.
Lelang yang digelar oleh RM Sotheby’s ini menjadi momen bersejarah bagi Ferrari. Mobil listrik yang sempat menuai kritik dari para penggemar setia ini justru membuktikan bahwa transisi Maranello menuju elektrifikasi mendapat sambutan luar biasa dari kolektor dunia.
Baca Juga:
Baca Juga:
Spesifikasi dan Keunikan Ferrari Luce Chassis 0
Pembeli beruntung yang memenangkan lelang tidak hanya mendapatkan kebanggaan memiliki mobil listrik pertama dari Ferrari. Unit ini menampilkan hasil kerajinan Tailor Made dengan lapisan eksklusif Madreperla Semi-Gloss yang memadukan pigmen khusus berwarna hijau zamrud hingga ungu tua, tergantung pantulan cahaya matahari.
Bagian eksterior dilengkapi pelek putih khusus, kaliper rem putih, dan emblem kuda jingkrak putih dengan latar belakang hitam. Sementara itu, kabinnya menggunakan kulit Le Mans berwarna Perla dengan elemen sekunder Grigio Corvara. Sebuah plakat peringatan juga terpasang untuk menandai status bersejarah mobil ini.
Secara performa, Ferrari Luce dibekali empat motor listrik magnet permanen yang menghasilkan tenaga 1.035 horsepower. Sistem torque vectoring quad-motor memungkinkan mobil ini melesat dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam 2,5 detik dengan kecepatan tertinggi mencapai 310 km/jam.
Mobil ini menggunakan arsitektur listrik 800V dengan paket baterai struktural 122-kWh yang mampu menerima pengisian cepat DC hingga 350 kW. Dimensinya mencapai 5.026 mm panjang, 1.999 mm lebar, dan 1.544 mm tinggi dengan jarak sumbu roda 2.961 mm.
Proses Serah Terima dan Kontribusi Amal
Meski sudah memenangkan lelang, pembeli tidak bisa langsung membawa pulang mobil ini. Chassis 0 dibangun dengan spesifikasi Amerika Utara, sehingga harus dikirim kembali ke Maranello untuk validasi akhir pabrik sebelum diserahkan secara resmi pada kuartal pertama 2027.
Jika pembeli berdomisili di luar Amerika Serikat, mereka juga harus mengurus homologasi jalan lokal jika berniat mengendarainya. Pilihan lainnya adalah menyimpan mobil ini sebagai investasi di ruang penyimpanan khusus.
Menariknya, Ferrari tidak mengambil keuntungan sepeser pun dari hasil lelang ini. RM Sotheby’s juga membebaskan biaya pembeli, sehingga seluruh dana sebesar Rp640 miliar akan disalurkan langsung ke Ferrari Foundation untuk mendanai program pendidikan dan inisiatif pemuda.
Hasil lelang ini menjadi tonggak penting dalam evolusi Ferrari. Sebelumnya, pabrikan asal Italia tersebut telah membangun fondasi elektrifikasi melalui sistem hybrid Formula 1 dan model jalan raya seperti LaFerrari, SF90 Stradale, serta 296 GTB. Komisioning E-Building di pabrik Maranello semakin menegaskan bahwa powertrain listrik kini menjadi bagian permanen dari peta jalan merek tersebut.
Uji jalan awal yang terbatas juga mengonfirmasi bahwa keseimbangan sasis dan respons kemudi yang sangat responsif tetap terasa khas Ferrari, meskipun tanpa suara knalpot yang selama ini menjadi ciri khas merek tersebut.
Keberhasilan lelang ini sekaligus menjawab keraguan para kritikus yang sempat meragukan langkah Ferrari memasuki era elektrifikasi. Sebelumnya, Ferrari Luce juga telah ludes terjual meskipun menuai kontroversi desain, membuktikan bahwa pasar tetap memberikan respons positif terhadap mobil listrik pertama dari Maranello ini.





Komentar
Belum ada komentar.