Telset.id – Denza N8 versi terbaru berhasil menembus jarak tempuh 1.003 km dalam sekali pengisian daya, berkat baterai 130 kWh garapan BYD. Pencapaian ini menghapus kompromi klasik kendaraan listrik yang selama ini dianggap harus mengorbankan jarak tempuh demi kepraktisan.
Pengajuan regulasi terbaru ke Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) mengungkap bahwa SUV listrik ini kini memiliki daya jelajah yang setara dengan pendahulunya yang berbasis plug-in hybrid. Sebelumnya, varian hybrid Denza N8 hanya mampu menempuh 1.030 km dalam kondisi gabungan.
Perubahan ini terjadi hanya tiga tahun setelah peluncuran Denza N8 generasi pertama pada 2023. Saat itu, varian listriknya hanya dibekali baterai 108,8 kWh. Kini, dengan tambahan kapasitas sekitar 21 kWh, jarak tempuh melonjak signifikan hingga menembus angka empat digit.
Baterai 130 kWh dan Varian Jarak Tempuh
Andalan utama Denza N8 terbaru adalah paket baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 130,15 kWh. BYD terus mengembangkan teknologi LFP yang dulu kerap dipandang sebelah mata oleh pabrikan Barat karena dianggap berat dan murah, menjadi perangkat keras kelas atas.
Bagi pengguna yang tidak membutuhkan kapasitas sebesar itu, Denza juga menyediakan opsi baterai lebih kecil dengan kapasitas 105,792 kWh. Berdasarkan siklus pengujian CLTC, terdapat empat pilihan jarak tempuh yang ditawarkan, yaitu 800 km, 840 km, 970 km, dan yang paling menarik perhatian, 1.003 km.
Baterai berkapasitas besar ini membutuhkan dimensi fisik yang luas. Denza menawarkan dua pilihan ukuran bodi untuk mengakomodasi kebutuhan ruang kabin yang berbeda.
Denza N8 standar memiliki panjang 5.150 mm, lebar 1.999 mm, dan tinggi 1.820 mm dengan jarak sumbu roda 3.075 mm. Sementara itu, varian N8L yang lebih panjang memiliki total panjang 5.200 mm dengan lebar dan jarak sumbu roda yang identik.
Akibat bobot dan hambatan aerodinamis yang sedikit lebih besar, baterai 130,15 kWh pada N8L menghasilkan rating CLTC yang tetap monumental, yakni 960 km.
Secara dimensi, N8 standar sedikit lebih besar daripada Li Auto L8 yang memiliki panjang 5.080 mm dengan jarak sumbu roda 3.005 mm. Ukurannya juga melampaui pesaing Eropa seperti Volvo EX90 yang membentang 5.037 mm. Adapun N8L yang memanjang mendekati SUV mewah full-size seperti NIO ES8 (5.280 mm) dan Li Auto L9 (5.218 mm).
Dari sisi desain, BYD memilih pendekatan yang bersih dan terkendali. Model baru ini mempertahankan wajah depan familier khas Denza, dengan lampu belakang tipis paralel yang merapikan tampilan dan membingkai logo merek di bagian belakang.
Baca Juga:
Varian Motor dan Tenaga
Denza N8 terbaru tersedia dalam beberapa konfigurasi powertrain. Pilihan paling masuk akal adalah penggerak roda belakang (RWD) dengan satu motor, yang ditawarkan dalam dua tingkat tenaga: 320 kW (429 hp) atau 370 kW (497 hp).
Bagi yang menginginkan performa lebih ekstrem, Denza menyediakan konfigurasi tiga motor dengan all-wheel drive. Sistem ini mengandalkan satu motor 270 kW (362 hp) di poros depan dan dua motor 310 kW (416 hp) yang masing-masing menggerakkan roda belakang. Total output gabungannya mencapai 890 kW atau setara 1.193 hp.
Tenaga sebesar itu mengubah SUV tiga baris yang seharusnya nyaman menjadi mobil jalanan yang sangat cepat. Meski demikian, daya tarik utama pembaruan ini bukanlah tenaga kuda, melainkan penghapusan kompromi klasik kendaraan listrik.
Selama ini, anggapan umum menyebut SUV besar dan berat membutuhkan generator bensin untuk menangani perjalanan jarak jauh. Kehadiran baterai LFP 130 kWh yang mampu menembus 1.000 km memberikan tekanan pada para pesaing mewah tradisional sekaligus membuat solusi hybrid menjadi tidak relevan.
Transformasi Denza sendiri tidak terjadi dalam semalam. Sekitar satu dekade lalu, Denza adalah perusahaan patungan 50:50 antara BYD dan Mercedes-Benz yang memproduksi mobil kepatuhan yang kurang diminati pasar. Semua berubah ketika BYD mengambil kendali mayoritas, mengubah arah desain, dan meluncurkan MPV mewah D9 yang sukses.
Dengan Mercedes yang mundur ke kursi belakang, Denza menjadi etalase teknologi BYD, tempat debut drivetrain dan teknologi baterai unggulan. Strategi ini terbukti membuahkan hasil. Pada Juni, Denza mencatat pengiriman lebih dari 20.000 kendaraan dalam satu bulan. Juli menyusul dengan 19.196 unit, turun tipis 5,7% secara bulanan, tetapi naik 68,8% secara tahunan.
Pertumbuhan hampir 70% di segmen premium menunjukkan bahwa konsumen merespons substansi nyata, bukan sekadar strategi pemasaran. Keberhasilan ini juga memperkuat posisi BYD dalam pengembangan kendaraan listrik jarak jauh.
Dengan jarak tempuh yang menembus 1.000 km, Denza N8 terbaru menegaskan bahwa era kendaraan listrik jarak jauh telah tiba. Bagi konsumen yang selama ini ragu beralih ke EV karena khawatir kehabisan daya di perjalanan, angka ini menjadi jawaban nyata.
Pencapaian ini juga menempatkan tekanan kompetitif yang serius pada pabrikan lain, baik dari China maupun Eropa, untuk mengejar ketertinggalan dalam teknologi baterai. Varian lain dari Denza bahkan menawarkan jarak tempuh lebih jauh, menunjukkan konsistensi pengembangan teknologi di bawah naungan BYD.
Denza N8 terbaru belum diumumkan secara resmi untuk pasar Indonesia. Namun, dengan tren pertumbuhan EV di Tanah Air, kehadiran model dengan jarak tempuh sebesar ini berpotensi menarik minat konsumen yang menginginkan mobil listrik tanpa kompromi.





Komentar
Belum ada komentar.