Telset.id – Voyah, merek NEV premium milik Dongfeng, resmi mengumumkan bahwa MPV flagship terbarunya, Voyah Dream 9, akan meluncur di pasar pada 22 September. Kendaraan ini telah membuka pre-sale dengan rentang harga 429.900–529.900 yuan (63.200–77.900 USD) dan mengantongi lebih dari 30.000 pesanan yang dapat dikembalikan dalam 48 jam pertama. Pengumuman ini menjadi penanda ambisi Voyah mengunci segmen MPV mewah di tengah ketatnya persaingan kendaraan listrik China.
Angka 30.000 pesanan dalam dua hari bukan pencapaian kecil. Sebagai konteks, Voyah Dream versi all-electric yang diluncurkan setahun lalu mencatat 5.769 unit terjual di China pada Agustus. Artinya, antusiasme awal terhadap Dream 9 jauh melampaui volume bulanan model yang sudah mapan tersebut. Voyah sendiri merupakan merek NEV high-end dari Dongfeng yang baru tercatat di bursa pada tahun lalu, dengan Dream sebagai model terlarisnya.
Dream 9 diklaim sebagai model pertama yang mengusung chassis “Huju P”, chassis cerdas pertama di China yang dikembangkan secara mandiri dan dirancang khusus untuk MPV flagship. Klaim ini menempatkan Dream 9 bukan sekadar sebagai MPV listrik biasa, melainkan sebagai panggung demonstrasi teknologi sasis Voyah. Dinamika pasar NEV China sendiri sedang bergerak dinamis, seperti terlihat dari penjualan BEV China yang tetap tumbuh meski beberapa pemain besar justru tertekan.
Desain dan Dimensi
Dari sisi tampilan, fascia depan Dream 9 mengusung grille krom vertikal “Dragon Scale” dan ornamen kap mesin yang dapat menyala serta dapat ditarik masuk. Kendaraan ini dilengkapi lampu depan proyeksi pintar Huawei Xpixel. Tersedia desain bodi dua warna dengan enam pilihan warna eksterior: Amber Gold, Imperial Red, Sunset Purple, Iris White, Obsidian Black, dan Moonbeam Cyan.
Dimensinya menegaskan posisinya sebagai MPV berukuran besar:
- Panjang: 5.325 mm
- Lebar: 1.998 mm
- Tinggi: 1.805 mm
- Wheelbase: 3.200 mm

Panjang 5.325 mm membuat Dream 9 masuk kategori MPV raksasa. Untuk mengimbangi dimensi tersebut, Voyah menyematkan rear-wheel steering dua arah 10 derajat sebagai standar, sehingga manuver kendaraan tetap lincah meski panjangnya melewati 5,3 meter. Ini salah satu detail teknis yang jarang ditemui di segmen MPV konvensional.
Interior, Teknologi, dan Powertrain
Kabin Dream 9 ditenagai sistem cockpit HarmonySpace6. Baris kedua menawarkan kursi “kelas aviasi” dengan mode zero-gravity, pijat mekanis, dan kemampuan berputar untuk konfigurasi tempat duduk berhadapan. Penumpang juga mendapat kulkas built-in, layar lipat, dan tray table. Baris kedua dan ketiga dilengkapi kaca adaptif yang dapat diredupkan otomatis.
Kendaraan ini dibangun di atas arsitektur cerdas level L3 dengan 37 sensor, termasuk satu LiDAR 896-line dan tiga LiDAR solid-state presisi tinggi, untuk mendukung sistem mengemudi cerdas Huawei Qiankun ADS 5.0. Konfigurasi sensor sebanyak ini menempatkan Dream 9 di barisan depan kendaraan China yang mengandalkan kemitraan dengan pemasok teknologi besar.

Soal dapur pacu, Dream 9 dibangun di atas platform high-voltage 800V di semua varian dan mendukung fast charging 5C yang mengisi 20%–80% dalam 12 menit. Tersedia dua pilihan:
- PHEV: Mesin 1.5T dipadukan dua motor listrik dengan tenaga gabungan 555 kW (744 hp), baterai 65 kWh, dan jangkauan listrik murni WLTC hingga 300 km.
- BEV: Motor depan dan belakang masing-masing 175 kW (235 hp) dan 300 kW (402 hp), baterai ternary 120 kWh, dengan jangkauan CLTC 701 km (568 km WLTP).
Baca Juga:
Jangkauan CLTC 701 km pada varian BEV menjadi angka jualan utama. Meski standar pengujian CLTC dikenal lebih longgar dibanding WLTP, angka 568 km versi WLTP tetap kompetitif untuk MPV berbobot besar. Kombinasi baterai 120 kWh dan arsitektur 800V menunjukkan Voyah menyasar pengguna yang menuntut perjalanan jauh tanpa kompromi waktu pengisian.

Chassis Huju P dan Konteks Pasar
Chassis Huju P yang baru diperkenalkan meningkatkan dinamika berkendara melalui tiga pendekatan. Pertama, suspensi: double-wishbone depan dan five-link independen belakang dengan hydraulic bushing. Kedua, kontrol: sistem suspensi udara tiga kamar dengan penyesuaian kekakuan empat level (rentang 150%) dan peredam dual-valve EDC dengan respons tingkat milidetik. Ketiga, manuver: rear-wheel steering dua arah 10 derajat sebagai standar.
Kombinasi suspensi udara tiga kamar dan peredam EDC dual-valve biasanya ditemukan pada kendaraan mewah Eropa dengan banderol jauh lebih tinggi. Voyah tampaknya ingin memosisikan Dream 9 sebagai alternatif domestik yang tidak berkompromi pada aspek kenyamanan.

Konteks pasar memperkuat urgensi peluncuran ini. Penjualan mobil bensin China dilaporkan anjlok 40 persen pada Agustus 2026, sementara segmen NEV terus menguat. Voyah, sebagai merek yang baru setahun tercatat di bursa, membutuhkan model bervolume tinggi untuk mempertahankan momentum. Dream 9 dengan 30.000 pesanan awal tampaknya diarahkan untuk memenuhi peran tersebut.
Meski demikian, pre-sale order yang bersifat refundable tidak otomatis berubah menjadi penjualan riil. Voyah Dream versi all-electric yang sudah setahun di pasar hanya mencatat 5.769 unit pada Agustus. Jarak antara antusiasme awal dan konversi penjualan aktual akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Dream 9 setelah 22 September.
Yang jelas, Dream 9 memadatkan hampir semua teknologi terbaru Voyah dalam satu paket: chassis Huju P, platform 800V, fast charging 5C, sistem Huawei Qiankun ADS 5.0, dan kabin HarmonySpace6. Pertanyaannya bukan lagi soal spesifikasi, melainkan seberapa cepat Voyah dapat mengubah 30.000 pesanan menjadi kendaraan yang benar-benar terparkir di garasi konsumen.





Komentar
Belum ada komentar.