📑 Daftar Isi

Baterai CATL Tectrans II untuk kendaraan komersial listrik diluncurkan di IAA Transportation 2026

CATL Tectrans II Meluncur, Baterai Truk Listrik 1.000 Km

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • CATL meluncurkan Tectrans Ⅱ di IAA Transportation 2026 di Hannover, Jerman
  • Platform modular untuk truk berat, truk medium, dan bus dengan jarak hingga 1.000 km
  • Kepadatan energi 170 Wh/kg, 13% di atas rata-rata industri, tambahan muatan 0,6 ton
  • Pengisian megawatt: 80% dalam 25 menit, masa pakai 12 tahun/1,5 juta km
  • MoU dengan DHL Group untuk Green Freight Corridors di Eropa
  • Pangsa pasar 44% di kendaraan komersial listrik China semester I 2026

Telset.id – CATL resmi meluncurkan Tectrans Ⅱ, baterai generasi terbaru untuk kendaraan komersial, di ajang IAA Transportation 2026 di Hannover, Jerman. Peluncuran ini menandai langkah produsen baterai asal China tersebut memperluas cengkeraman di segmen kendaraan niaga listrik, setelah sebelumnya memperkenalkan baterai pengisian ultra-cepat Tectrans II di pasar China.

Tectrans sendiri merupakan merek baterai kendaraan komersial milik CATL. Versi yang diluncurkan di China disebut mendukung kecepatan pengisian 8C. Kehadiran Tectrans Ⅱ di panggung Eropa menunjukkan ambisi CATL untuk membawa platform baterai yang sama ke pasar global, dengan pendekatan modular yang menyasar truk berat, truk medium, hingga bus.

Platform ini dirancang fleksibel melalui konfigurasi sejumlah paket baterai terstandarisasi. Dengan mengatur jumlah paket, sistem mampu menopang jarak tempuh maksimum hingga 1.000 km. Pendekatan modular tersebut diklaim membawa keuntungan ekonomi dan operasional yang signifikan bagi produsen kendaraan maupun operator armada.

Efisiensi Pengembangan hingga 70 Persen

Menurut CATL, desain modular Tectrans Ⅱ memungkinkan produsen kendaraan atau OEM memangkas siklus pengembangan kendaraan hingga 50 persen. Tidak hanya itu, biaya riset dan pengembangan diklaim turun 60 persen hingga 70 persen. Angka-angka ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi pabrikan yang ingin mempercepat produksi kendaraan komersial listrik tanpa harus membangun platform baterai dari nol.

Dari sisi bobot dan efisiensi, Tectrans Ⅱ memiliki kepadatan energi gravimetrik 170 Wh/kg, sekitar 13 persen di atas rata-rata industri. Imbasnya, kendaraan dapat membawa tambahan muatan sekitar 0,6 ton. Sistem ini juga mencatat efisiensi bolak-balik atau round-trip efficiency (RTE) sebesar 96 persen.

Baca Juga:

Pada aspek pengisian daya, baterai ini mendukung pengisian cepat tingkat megawatt. Dengan teknologi tersebut, baterai dapat terisi hingga 80 persen hanya dalam 25 menit. Untuk truk berat, sistem ini dirancang memiliki masa pakai 12 tahun atau 1,5 juta km dengan retensi kapasitas 70 persen. Klaim daya tahan ini menjadi salah satu pembeda di segmen kendaraan niaga yang menuntut jam operasional tinggi.

Proteksi Fisik dan Redundansi Sistem

Tectrans Ⅱ juga membawa sejumlah lapisan proteksi fisik. Tutup atas berbahan baja hot-formed dirancang mampu menahan tekanan 180 kg sebanyak 10.000 kali, sementara pelat bawah ultra-kuat memberikan ketahanan terhadap benturan hingga 1.000 J. Enclosure aluminium ekstrusi dengan rusuk tahan remuk menghasilkan kekuatan terhadap tekanan lateral hingga 250 kN, plus ketahanan korosi selama 15 tahun untuk operasi di lingkungan keras.

Dari sisi redundansi sistem, kontrol BMS multi-cabang independen memungkinkan sistem mengisolasi cabang yang bermasalah. Dengan begitu, kendaraan tetap dapat beroperasi meski ada gangguan pada salah satu cabang. Pendekatan ini relevan untuk armada logistik yang tidak bisa menoleransi kendaraan berhenti di tengah jalan.

Baterai CATL Tectrans II untuk kendaraan komersial listrik

Zhu Lingbo, CTO of CATL Global Business Unit, memperkenalkan baterai ini secara langsung di atas panggung. Kehadiran sosok teknis senior dalam peluncuran menegaskan posisi Tectrans Ⅱ sebagai produk unggulan, bukan sekadar varian tambahan. Bagi pasar Eropa, ini menjadi sinyal bahwa CATL serius menggarap segmen kendaraan niaga yang selama ini lebih sulit dielektrifikasi dibanding mobil penumpang.

Zhu Lingbo CTO CATL Global Business Unit saat peluncuran Tectrans II

Di ajang yang sama, CATL menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan DHL Group untuk mengembangkan “Green Freight Corridors” di seluruh Eropa. Kemitraan ini akan memanfaatkan jaringan logistik DHL dan ekosistem elektrifikasi CATL untuk mengembangkan kendaraan listrik yang dirancang khusus serta meluncurkan pilot deployment. Langkah ini memperlihatkan strategi CATL yang tidak berhenti pada penjualan sel baterai, tetapi juga merangkul operator logistik sebagai mitra.

Dominasi CATL di segmen kendaraan komersial listrik China tergolong solid. Pada semester pertama 2026, CATL memegang pangsa pasar 44 persen untuk baterai daya di kendaraan komersial listrik China, mempertahankan posisi sebagai pemimpin industri. Di segmen truk berat, CATL bertahan di peringkat pertama selama lima tahun berturut-turut dengan pangsa pasar saat ini lebih dari 60 persen.

Hingga semester pertama 2026, kapasitas baterai daya CATL untuk kendaraan komersial listrik di China mencapai 37,87 GWh. Secara global, kini ada lebih dari 2 juta kendaraan komersial yang beroperasi menggunakan baterai CATL. Namun, ekspansi agresif ini juga menghadapi tantangan tersendiri.

Beberapa waktu lalu, CATL sempat menyoroti risiko kegagalan baterai di tengah derasnya produksi EV di China. Isu ini menjadi catatan penting ketika ambisi ekspansi global semakin besar, termasuk di Eropa. Bahkan, CATL dan BYD dilaporkan menghadapi pengawasan ketat di Hungaria yang berdampak pada produksi. Persaingan di segmen baterai juga semakin panas, terlihat dari langkah Li Auto Tinggalkan CATL yang memilih mengembangkan baterai in-house.

Di sisi lain, ekosistem kendaraan listrik China terus melahirkan model baru yang mengandalkan baterai CATL. Salah satunya adalah Geely Panda Mini yang menjadikan baterai CATL sebagai andalan. Sementara itu, kekhawatiran soal kualitas baterai di tengah banjir produksi EV China juga sempat diangkat dalam peringatan Risiko Baterai yang disampaikan CATL sendiri.

Platform baterai modular CATL Tectrans II untuk truk dan bus listrik

Dengan Tectrans Ⅱ, CATL menempatkan diri di persimpangan antara inovasi teknis dan kebutuhan industri logistik yang menuntut efisiensi biaya. Klaim penghematan biaya R&D hingga 70 persen, tambahan muatan 0,6 ton, serta masa pakai 1,5 juta km menjadi paket nilai yang sulit diabaikan oleh operator armada. Namun, semua klaim tersebut baru akan teruji ketika pilot deployment bersama DHL Group berjalan di jalan raya Eropa.

Yang jelas, peluncuran di Hannover menegaskan bahwa medan pertempuran baterai kini bergeser dari mobil penumpang ke kendaraan komersial. Segmen ini memiliki karakter berbeda: volume lebih kecil, tetapi tuntutan daya tahan dan total biaya kepemilikan jauh lebih ketat. CATL tampaknya sudah menyiapkan amunisi untuk perang tersebut.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.