Telset.id – Volvo resmi meluncurkan aplikasi opsional bernama Safety Coach pada bulan ini, yang dirancang untuk membantu pengemudi berkendara lebih aman sekaligus berpotensi menurunkan premi asuransi mobil. Aplikasi ini akan memberikan akses ke wawasan dan tips mengemudi secara real-time langsung di layar infotainment kendaraan dan di aplikasi Volvo Cars.
Setelah terpasang, pengemudi akan mendapatkan “skor Safety Coach” pribadi yang didasarkan pada kebiasaan seperti pengereman, akselerasi, dan menikung. Aplikasi ini juga akan memberikan tips untuk membantu pengemudi menjadi lebih baik dan lebih aman, serta meningkatkan skor mereka. Tips tersebut didasarkan pada teknologi keselamatan dan data dunia nyata Volvo yang ekstensif.
Fitur dan Cara Kerja Safety Coach
Mikael Ljung Aust, pakar perilaku pengemudi di Volvo Cars, menjelaskan filosofi di balik aplikasi ini. “Tetap berada dalam rentang kecepatan yang diharapkan dan menghindari manuver mendadak membuat mengemudi Anda lebih mudah diprediksi oleh orang lain dan mengurangi risiko tabrakan,” ujarnya.
Aplikasi Safety Coach akan diluncurkan pertama kali di Swedia dan Norwegia pada bulan ini. Volvo menyatakan sebagian besar pengemudi kendaraan model tahun 2020 ke atas akan segera dapat mengunduh aplikasi dalam mobil tersebut. Untuk pengemudi di Swedia dan Norwegia, ada penawaran eksklusif dari perusahaan asuransi Volvia jika mereka memilih untuk membagikan data mengemudi mereka.

Tidak lama setelah peluncuran awal, Volvo akan meluncurkan Safety Coach di AS dan pasar Eropa lainnya. Volvo mengatakan “penawaran terkait asuransi serupa juga direncanakan” di pasar-pasar tersebut. Untuk menciptakan skor individual, Volvo bekerja sama dengan Cambridge Mobile Telematics (CMT) menggunakan algoritma canggihnya.
Baca Juga:
Data Mengemudi dan Reward Asuransi
William V Powers, CEO CMT, menyoroti efektivitas program keselamatan berbasis data. “Data dari program mengemudi aman CMT telah menunjukkan bahwa ketika pengemudi secara aktif menggunakan program keselamatan, frekuensi kejadian speeding dan pengereman keras biasanya berkurang secara signifikan,” jelasnya. “Ini adalah jenis perubahan perilaku yang dapat digunakan pelanggan Volvo untuk membangun kebiasaan yang lebih aman dari waktu ke waktu, dan diberi imbalan dengan manfaat asuransi yang dipersonalisasi,” tambah Powers.
Aplikasi ini sepenuhnya opsional, dan pengemudi dapat memilih apakah mereka ingin membagikan data dengan perusahaan asuransi afiliasi sebagai imbalan atas premi asuransi berbasis pemakaian (usage-based insurance).

Aplikasi Safety Coach Volvo akan tersedia untuk model tahun 2020 dan lebih baru, termasuk XC40, EX40, C40 Recharge, S60, XC60, EX60, XC90, V90, dan EX90 dengan sistem infotainment berbasis Google Android.
Konteks: EX60 dan Strategi EV Volvo
Peluncuran aplikasi ini bertepatan dengan momentum Volvo di segmen kendaraan listrik. Setelah mengirimkan model EX60 pertama di Swedia bulan lalu, Volvo meningkatkan produksi dan pengiriman SUV listrik yang disebutnya “game-changing” ini. Volvo juga membuka pemesanan untuk 2027 EX60 di AS pada bulan Mei, dengan harga mulai dari $58.400.

Varian dasar EX60 P6 Plus menawarkan perkiraan jarak tempuh EPA hingga 307 mil. EX60 P10 AWD, yang dibanderol mulai $60.750, menawarkan jarak tempuh hingga 330 mil. Di Jerman, harga mulai dari 54.328 euro ($62.500) dengan jarak tempuh WLTP 379 mil (611 km). Varian P10 AWD dan P12 AWD masing-masing dibanderol mulai 56.849 euro ($65.000) dan 61.891 euro ($70.900), dengan jarak tempuh WLTP 410 mil (660 km) dan 503 mil (810 km).
Bagi pengemudi yang ingin memanfaatkan fitur keselamatan canggih Volvo, aplikasi Safety Coach ini menjadi langkah konkret untuk menggabungkan teknologi dengan insentif finansial. Volvo juga terus memperluas lini kendaraan listriknya, termasuk rencana EV entry-level terbaru yang akan datang. Sementara itu, keputusan Volvo menghentikan teknologi LiDAR pada beberapa model juga menjadi sorotan bagi pemilik EX90 dan ES90.
Dengan pendekatan berbasis data dan kemitraan dengan CMT, Volvo berupaya menciptakan ekosistem keselamatan yang tidak hanya melindungi pengemudi tetapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata melalui premi asuransi yang lebih rendah.





Komentar
Belum ada komentar.